RADARSOLO.COM - Sudah terlampau susah untuk menggambarkan apa yang terjadi dengan Persis Solo di Liga 1 musim ini. Rentetan hasil minor belum juga bisa terputus.
Terbaru, Persis Solo kalah dari tuan rumah Persita Tangerang 0-2 di Stadion Pakansari Bogor, Minggu malam (8/12). Hasil ini makin menjerumuskan Persis di zona merah.
Dalam laga ini, Persis sejatinya bermain cukup baik di awal babak pertama. Sayang empat kali tembakan pemain Persis dari Eduardo Kunde, Ramadhan Sananta, Sho Yamamoto, hingga Moussa Sidibe, semuanya masih bisa ditepis dan ditangkap kiper lawan. Igor Rodrigues bermain cukup bagus di laga ini.
Niat hati unggul lebih dulu, gawang M. Riandi malah kebobolan lebih dulu. Nasib apes mulai muncul di menit ke-27. Tandukan Marios Ogkmpoe mengarah tepat ke dalam gawang yang dijaga Muhammad Riyandi. Skor 1-0 bertahan hingga babak pertama berakhir.
Memasuki paruh kedua, Ong Kim Swee putar otak. Coba mengotak-atik komposisi pemainnya. Alhasil, Braif Fatari harus keluar terlebih dahulu digantikan oleh Irfan Jauhari. Kehadiran Jauhari diharapkan mampu memberi warna berbeda di kompartemen depan Laskar Sambernyawa.
Serangan demi serangan coba disusun kembali. Tapi pertahanan Persis diosak-asik tuan rumah. Menit ke-54, Persita Tangerang mendapatkan gol dari Ryuji Utomo. Namun, pemain Persita Tangerang terperangkap offside, alhasil gol tersebut dianulir oleh wasit setelah mengecek video assistant referee (VAR).
Baru terselamatkan, Persis kembali dapat ancaman. Giovani Numberi melanggar Fahreza Sudin di kotak terlarang. Setelah mengecek VAR, wasit dengan tegas menunjuk titik putih yang artinya memberi penalti kepada Persita Tangerang. Gol kembali terjadi dari Hardianto. Ini membuat Persita kian jauh dengan skor 2-0 (65').
Nahasnya, sudah jatuh tertimpa tangga pula. Menit ke-73, Laskar Sambernyawa harus main dengan skuad pincang. Ini lantaran Giovani Number di-espulso usai mendapat kartu kuning keduanya karena pelanggaran keras yang diburnya.
Setelah itu, hingga pertandingan usai tak ada gol yang tercipta. Persis Solo kembali dipecundangi Persita Tangerang 2-0.
“Kita harus salahkan diri sendiri, karena kami gagal. Gol pertama Persita karena kesalahan kami sendiri menurut mereka. Lalu gol kedua juga karena kesalahan kami hingga bisa kena penalti. Ini jadi bahan evaluasi kami untuk memastikan tak terjadi lagi di laga berikutnya,” ucap Head Coach Persis Solo Ong Kim Swee.
Di lain sisi kekalahan ini memperpanjang catatan buruk Persis Solo saat bersua dengan Pendekar Cisadane. Dari periode 2018, Persis telah enam kali kekalahan menyakitkan, plus hanya bisa imbang dua kali. Tak ada kemenangan yang sudah lama dinanti-nantikan.
Kekalahan ini juga membuat Persis urung bisa keluar dari penjara zona merah. Laskar Sambernyawa masih tertahan di posisi ke-16 dengan torehan 8 poin. Sedangkan Persita terkerek ke posisi 9 dengan koleksi 21 poin.
Kekalahan dari Persita juga membuat rekor panjang Persis tak bisa mencetak gol bertambah.
Tercatat dalam lima laga terakhir Persis tak pernah bisa mencetak gol. Dan ironisnya lagi, sudah cukup lama Persis tidak pernah bisa merasakan indahnya kemenangan. Terakhir kali terjadi 19 Oktober lalu, saat bisa menang atas Borneo FC di Stadion Manahan. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy