RADARSOLO.COM - Persekat Tegal terus bergerak aktif di bursa transfer Liga 2 2024/2025 dengan mendatangkan sejumlah pemain baru.
Salah satu rekrutan yang menjadi sorotan adalah gelandang senior Taufiq, yang sebelumnya memperkuat Persik Kediri. Kehadiran Taufiq diharapkan mampu menambah kekuatan lini tengah tim berjuluk Laskar Ki Gede Sebayu ini.
Namun, menariknya, mayoritas pemain baru justru datang untuk memperkuat lini belakang. Tiga nama baru menghuni posisi bek, yaitu Hironimus Liko (eks Borneo FC U-20), Surya Admaja (eks Lanura Hebat FC), dan Arif Budiyono, yang dipinjam dari Semen Padang.
Bergabungnya Arif Budiyono sendiri membawa angin segar bagi tim, mengingat ia bukan sosok asing bagi masyarakat Tegal.
Arif memiliki pengalaman panjang bersama Persekat Tegal sebelum merantau ke klub lain. Ia juga tercatat sebagai bagian dari skuad Persis Solo yang menjuarai Liga 2 pada 2021, serta bermain di Liga 1 bersama tim yang sama hingga musim 2022-2024.
Kehadirannya menjadi tambahan penting dalam upaya Persekat memperbaiki pertahanan sekaligus memperkuat mentalitas tim yang tengah berjuang di papan bawah.
Langkah ini merupakan upaya serius Persekat untuk keluar dari ancaman degradasi. Saat ini, Persekat Tegal berada di posisi kedelapan dari sembilan tim peserta Grup 2 Liga 2 2024/2025.
Dari 12 pertandingan yang telah dimainkan, mereka baru mengoleksi 11 poin, hasil dari tiga kemenangan, dua hasil imbang, dan tujuh kekalahan.
Tak hanya mendatangkan pemain baru, Persekat juga melakukan perombakan besar-besaran dengan melepas delapan pemain. Nama-nama yang dilepas adalah Hamsa Lestaluhu, M. Rifqy Suryawan, Kevin Armedyah, Syarif Wijianto, Sampari Wardjukur, Firman Januari, Nanang, dan Maryono Susilo.
Selain itu, Ferdinand Sinaga, salah satu pemain bintang mereka, juga memutuskan untuk mengundurkan diri dari tim.
Langkah perombakan ini menjadi bagian dari strategi tim untuk menemukan komposisi pemain yang lebih kompetitif. Pelatih dan manajemen berharap dengan masuknya pemain-pemain baru, Persekat dapat segera bangkit dari keterpurukan dan mempertahankan posisi mereka di Liga 2 musim ini.
Dukungan suporter setia Laskar Ki Gede Sebayu pun menjadi elemen penting dalam perjuangan tim untuk menghindari jurang degradasi. (nik)
Editor : Niko auglandy