RADARSOLO.COM - Inkonsistensi masih menjadi penyakit untuk Persis Solo Youth. Hal tersebut tampak pada pertandingan mereka dengan PSS Sleman pada lanjutan putaran kedua Elite Pro Academy (EPA) di Stadion Mini Surakarta, 7-8 Desember kemarin.
Pada leg pertama, tiga kelompok umur berjaya atas lawannya masing-masing. Persis U-16 membekuk PSS 3-0, Persis U-18 mengalahkan PSS 2-1, serta Persis U-20 menjegal PSS dengan skor meyakinkan 6-2.
Keesokan harinya, hanya Persis U-16 yang mampu mempertahankan kemenangan. Mereka kembali membekuk lawan dengan skor 1-0. Sedangkan U-18 harus puas ditahan imbang 1-1 dan Persis U-20 malah kalah dengan skor 1-2, padahal babak pertama sempat unggul 1-0.
Direktur Akademi Persis Danur Dara mengklaim penampilan Sambernyawa Muda masih belum konsisten, sehingga hasil yang didapatkan masih belum maksimal seperti yang diharapkan.
“Penampilan kita tidak konsisten. Karena kita di leg pertama, begitu dominan, semua KU menang, tapi pada leg kedua yang berhasil maksimal adalah U-16. Kemudian U-18 imbang, U-20 kalah, dan itu karena kesalahan sendiri," ulasnya lewat pernyataan resmi klub.
Atas hasil tersebut, Danur mengaku akan ada evaluasi menyeluruh di semua kelompok usia, terutama dari sisi permainan. Lantaran, game plan-nya tidak sesuai dengan yang mereka inginkan.
“Mungkin ada beberapa alasan, mungkin kondisi fisik drop, sehingga lawan bisa membaca," sambung Danur.
Dalam hal ini, Danur juga menekankan pentingnya para pemain untuk patuh pada instruksi serta rencana permainan yang dibuat oleh para pelatih.
“Tapi jika anak-anak bisa mengikuti dengan apa yang sudah kita rencanakan, tidak akan terjadi hal-hal yang seperti itu,” sambungnya. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy