RADARSOLO.COM - Adhyaksa FC pulang ke Kota Bengawan dengan satu poin usai menahan imbang tuan rumah, Persijap Jepara 0-0 pada laga lanjutan Liga 2 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Minggu (5/1/2025) malam.
Hasil ini membuat Persijap Jepara (28 poin) memastikan diri lolos ke babak 8 besar, menemani Bhayangkara FC (30 poin) yang sudah lebih dulu jadi wakil grup B ke babak selanjutnya.
Satu tiket dari grup B tinggal diperebutkan dua tim saja, yakni antara PSIM Jogja (29 poin) ataupun Adhyaksa FC (28 poin).
Laga terakhir babak penyisihan grup 2, 11 Januari mendatang, Adhyaksa FC akan menjamu Persekat Tegal di Stadion Sriwedari. Sementara PSIM Jogja akan menantang Persiku Kudus di Stadion Mandala Krida.
Adhyaksa FC harus menang di laga selanjutnya. Namun nasib mereka juga ada di tangan laga PSIM Jogja dan Persiku.
Adhyaksa FC berharap Persiku bisa menang atas PSIM. Minimal bisa menahan seri, dengan catatan Adhyaksa FC bisa mengalahkan Persekat di Solo nanti.
Adhyaksa FC juga mengakui bahwa hasil seri melawan Persijap Jepara adalah sebuah kerugian sejatinya.
Andai bisa menang melawan Persijap, sejatinya Adhyaksa FC sudah bisa mengunci tiket ke babak 8 besar.
Meski hasil tak memuaskan, Head Coach Adhyaksa FC Ade Suhendra tetap mengucapkan terima kasih atas kerja keras anak asuhnya.
Menurutnya, secara keseluruhan para pemain sudah menjalankan apa yang direncanakan.
"Kami juga mendapatkan peluang, sayang peluangnya tidak bisa menjadi gol. Poin dari laga away perlu kita syukuri," ucap Ade.
Kendati demikian, Ade tetap menyesalinya. Pasalnya, posisi Adhyaksa masih abu-abu. Alias belum bisa memastikan apakah mereka akan lanjut ke babak delapan besar atau malah bertarung di babak playoff degradasi.
"Pertandingan tapi berjalan baik. Cuma ya saya sayangkan belum bisa dapat tiga poin. Tapi sekali lagi pemain sudah bekerja keras. Perjuangan mereka saya hargai. Mudah mudahan pertandingan berikutnya hasil kami lebih," lanjutnya.
Sementara itu, usai laga tersebut Head Coach Persijap Jepara Widodo mengatakan pertandingan ini tak mudah meski pihaknya bermain sebagai tuan rumah.
"Tapi tetap kami syukuri, karena kami sudah lolos delapan besar. Memang tadi Adhyaksa menunjukkan kekuatan sesungguhnya. Tapi puji syukur alhamdulillah pemain masih bisa konsisten dari awal hingga akhir dan kami tidak kebobolan," lanjutnya. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy