Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Ini Dia Komentar Mees Hilgers Menanggapi Isu Perpecahan di Timnas Indonesia dan Pemecatan Shin Tae-yong

Damianus Bram • Kamis, 9 Januari 2025 | 21:01 WIB
Mees Hilgers, pemain diaspora Timnas Indonesia.
Mees Hilgers, pemain diaspora Timnas Indonesia.

RADARSOLO.COM - Salah satu pemain diaspora Timnas Indonesia, yakni Mees Hilgers menjadi sasaran serangan netizen. Dirinya dikaitkan dengan isu perpecahan skuad timnas di ruang ganti. 

Situasi ini diperkirakan kian memanas usai munculnya pernyataan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, terkait dinamika internal yang sulit dijelaskan secara detail.

Menurut Erick, dinamika ruang ganti menjadi salah satu alasan utama PSSI memutus kerja sama dengan Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala tim nasional.

Kekalahan Timnas Indonesia dari China dengan skor 2-1 beberapa waktu lalu disebut menjadi titik awal ketidakstabilan.

Bahkan para netizen memunculkan spekulasi liar saat sejumlah pemain diaspora, termasuk Mees Hilgers, tidak memberikan ucapan perpisahan kepada Shin Tae-yong di media sosial.

Kondisi ini pun memicu gelombang komentar negatif kepada Hilgers, yang dianggap sebagai salah satu pemain yang tidak cocok dengan gaya kepemimpinan Shin Tae-yong.

Namun, Hilgers melalui story eksklusifnya membantah semua tuduhan tersebut.

Ia menjelaskan ketidakhadirannya di media sosial karena fokus pada pemulihan fisik dan mental akibat cedera serta operasi gigi bungsu.

“Saya tidak memiliki banyak kesempatan untuk mengenal pelatih dengan baik karena hanya pernah bertemu sekali. Pada periode kedua saya dipanggil, saya mengalami masalah fisik dan akhirnya cedera. Semua tuduhan dan berita palsu terkait perpecahan timnas tidaklah benar,” tegas Hilgers.

Pernyataan dari pihak federasi yang tidak memberikan penjelasan rinci tentang situasi di ruang ganti memicu berbagai spekulasi.

Netizen kemudian menjadikan Hilgers sebagai sasaran karena dianggap tidak menunjukkan solidaritas kepada Shin Tae-yong.

Hilgers mengakhiri klarifikasinya dengan mengajak semua pihak untuk berpikir positif dan berhenti menyebarkan kebencian.

Ia menegaskan bahwa dirinya ingin fokus pada pemulihan dan bersiap untuk memberikan yang terbaik bagi Timnas Indonesia.

Serangan ini menjadi salah satu contoh bagaimana kurangnya komunikasi yang transparan dari pihak federasi yang dapat berdampak negatif pada individu, terutama dalam era media sosial yang serba cepat.

Dengan klarifikasinya, Hilgers berharap dapat mengakhiri spekulasi yang tidak berdasar. (dam)

Editor : Damianus Bram
#pssi #Shin Tae-yong #Timnas indonesia #diaspora #netizen #Mees Hilgers