Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Striker Persis Solo Ramadhan Sananta Tunjukkan Taji di Laga Melawan PSIS Semarang, Akankah Dilirik Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert?

Damianus Bram • Selasa, 21 Januari 2025 | 19:40 WIB
Selebrasi gol Ramadhan Sananta.
Selebrasi gol Ramadhan Sananta.

RADARSOLO.COM - Persis Solo berhasil mengalahkan tuan rumah PSIS Semarang dalam laga penuh gengsi derbi Jateng Liga 1 dengan skor 1-2.

Dua tim ini sama-sama memiliki ambisi besar untuk bangkit, mengingat PSIS atau Persis Solo berada di zona bawah klasemen.

Laskar Sambernyawa -sebutan Persis Solo- sejak menit awal terus menekan dan berusaha untuk mencetak gol terlebih dahulu.

Dan benar saja, Ramadhan Sananta membawa dua gol untuk timnya pada menit 20 dan 33 babak pertama.

Sananta bermain superior pada laga tersebut hingga menjadi player of the match malam tadi.

Laga semalam, Ramadhan Sananta mendapat sorotan berkat ketajamannya. Selain brace gol, dirinya melakukan 3 tembakan, dua di antaranya masuk ke gawang yang dikawal Adi Satryo.

Sananta membuktikan bahwa ketajaman dirinya masih ada pada saat sesi wawancara yang dilakukan official Liga 1 pada (20/1/2025). "Tentu saja belum, saya belum selesai, engine on," tuturnya.

Ketajaman Sananta belum habis. Dirinya mengaku bahwa striker Persis Solo ini mengatakan mesin menyala sebagai pertanda tim lawan patut waspada.

Pada selanjutnya, Persis Solo akan menjamu Persija Jakarta di kandangnya, Stadion Manahan.

Ramadhan Sananta mengakui siap bekerja keras untuk mendapat hasil maksimal dalam laga tersebut.

"Tentu sangat berat bagi kita karena posisi kita di bawah, tapi ini sangat penting mendapat poin dari laga away. Semoga lawan Persija nanti kita bisa dapat hasil maksimal," pungkas Sananta.

Sebelumnya, Sananta mendapat larangan 3 pertandingan imbas pelanggaran terhadap pemain PSBS.

Bersama Persis Solo, Ramadhan Sananta telah membukukan 3 gol dan 1 assist musim ini.

Hal ini sama seperti pesaingnya di timnas, yaitu Hokky Caraka yang terus menunjukkan progres bersama PSS Sleman.

Kembalinya Ramadhan Sananta dari masa hukuman dan mencetak gol membuka peluangnya dipanggil kembali ke timnas.

Terlebih saat ini, timnas sedang dalam masa transisi menuju era kepelatihan Patrick Kluivert.

Yang jelas, peluang pemain lokal bermain di Timnas Indonesia tetap terbuka lebar, terlebih Patrick Kluivert dalam keterangannya saat diwawancara pada acara Mata Najwa (12/1/2025) menyebut bahwa dirinya akan tetap memantau pemain lokal di liga domestik.

Menurutnya, pemain lokal dinilai dapat bersaing dengan beberapa diaspora. Ia juga mengatakan bahwa pemain lokal adalah jantung tim nasional.

Patrick Kluivert sebelum masuk dunia kepelatihan, ia merupakan seorang striker di beberapa klub Eropa. Salah satu di antaranya, AC Milan dan Barcelona pada musim 1997 dan 1998.

Sebagai mantan pemain berpengalaman di klub besar Eropa, Patrick Kluivert tentu akan lebih mengerti dalam menilai tipikal penyerang yang dibutuhkan Timnas Indonesia.

Sebelumnya, Indonesia selalu kesulitan memiliki striker berbahaya dan haus gol di timnas.

Keberadaan Ramadhan Sananta dan pembuktian kualitasnya di Liga 1 bisa menjadi tolok ukur bahwa timnas membutuhkan sosok predator di lini depan.

Saat ini timnas terdapat dua penyerang diaspora, yaitu Ragnar Oratmangoen dan Rafael Struick.

Ramadhan Sananta harus menunjukkan tajinya. Mengingat saat ini, PSSI tengah melakukan proses naturalisasi striker Oxford United, yaitu Ole Romeny yang musim sebelumnya bermain di Eredivisie Belanda.

Persaingan lini depan timnas akan semakin sulit karena kehadiran calon pemain diaspora baru.

Ditambah lagi, beberapa pemain Liga 1 seperti Hokky Caraka dan Dimas Drajad juga menunjukkan permainan terbaiknya di klub. (dam)

Editor : Damianus Bram
#Timnas indonesia #persis solo #patrick kluivert #Ramadhan Sananta #psis semarang