RADARSOLO.COM – Langkah mulus didapatkan Nusantara United FC pada laga perdana babak playoff degradasi Liga 2 2024/2025. Setelah ini, mereka akan melanjutkan perjalanannya dengan melawat markas Sriwijaya FC di Stadion Gelora Sriwijaya, Jumat (24/1) sore.
Sebelum bertandang, skuad besutan Stefen Keeltjes punya modal bagus. Mereka membuka babak anyar dengan mengalahkan Persikota Tangerang dengan skor 1-0 di Stadion Kebo Giro, Boyolali, Senin (20/1) sore.
Gol pengunci kemenangan Nusantara disumbangkan lewat tandukan penyerang senior Qischil Gandrum pada menit ke-79. Qischill sukses memanfaatkan umpan manis dari Bhima Wibnu.
Hasil positif ini sekaligus menjadi kemenangan pertama Nusantara United di bawah kepemimpinan head coach yang baru, Stefan Keeltjes.
"Pertama, terima kasih kepada Tuhan. Kedua, terima kasih untuk para pemain saya yang telah berjuang luar biasa dan menunjukkan keinginan kuat untuk memenangkan pertandingan," ucap Stefan.
"Ini kemenangan penting kami di laga kandang dan melawan tim yang juga solid. Semoga tren positif ini terus berlanjut dan kami dapat bertahan di Liga 2," lanjutnya.
Dengan hasil ini, Nusantara United mengisi urutan kedua klasemen sementara Grup H dengan perolehan tiga poin alias satu setrip di bawah PSMS Medan yang unggul produktivitas gol.
Sementara itu, calon lawan sedang tersungkur. Pada laga perdana, Sriwijaya FC harus mengakui keunggulan PSMS Medan 0-2 di Stadion Baharuddin Siregar, 19 Januari lalu. Meski demikian, sepak bola bukan matematika. Apapun bisa terjadi di lapangan hijau.
"Persiapan lawan Sriwijaya tetap serius seperti melawan Persikota. Mereka pasti tidak mau kalah, apalagi main di home. Hasil positif kami (menang dari Persikota) patut kita syukuri tapi cukup hari ini saja (saat hari kemenangan). Karena pertandingan masih akan berlanjut masih 5 lagi. Saya respect, tapi saya percaya dengan tim saya," tutur eks asisten pelatih Bali United tersebut.
Nusantara United tampil dengan kepercayaan diri tinggi. Belum lagi dengan adanya sejumlah pemain anyar, termasuk legiun asing. Seperti Adam Mitter (32 tahun/belakang/Inggris), Mukhiddin Odilov (28 tahun/gelandang/Uzbekistan), dan Vlademir Everton (22 tahun/depan/Brasil).
"Untuk tiga pemain asing, jujur saja proses adaptasinya tidak lama. Mereka datangnya juga sedikit terlambat. Tapi aura semangat pemain (baik lokal ataupun asing) luar biasa. Saya bilang ke mereka, lokal bantu asing, asing bantu lokal. Sama-sama berjuang," lanjutnya.
Sementara itu, Qischil Gandrum menegaskan skuad Nusantara United siap tampil habis-habisan supaya tidak terhempas dari kompetisi kasta kedua di Indonesia ini. "Kami berjuang untuk bertahan di Liga 2 sama-sama," tegasnya. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy