RADARSOLO.COM – Terbaik bersua dengan yang terbaik. Kesempatan emas ini dimaksimalkan oleh tim Solo untuk memetik pengalaman sebanyak-banyaknya.
Termasuk saat meladeni perlawanan kontestan lain pada ajang MilkLife Soccer Challenge All-Stars di SuperSoccer Arena, Kudus, Jumat (24/1/2025).
Salah satu pemain Solo, Joyce Beatrica Adana sumringah bertemu teman-teman baru dari berbagai kota. Pemain dengan nomor punggung 7 tersebut juga senang bisa turun bermain bola di lapangan hijau.
"Senang, seru sekali," ujar siswi dari SDN Cemara Dua Surakarta terhadap awak media.
Salah satu semangat dan motivasi anak-anak Solo berasal dari suporter yang berbondong-bondong hadir ke Kudus. Bagi para pendukung, jarak tak menjadi penghalang untuk memberikan dukungan penuh terhadap Solo dalam ajang MilkLife Soccer Challenge All-Stars.
Rombongan pendukung, yang merupakan orang tua siswa, menghiasi tribun sembari menyanyikan lagu pembangkit semangat bagi Adinda Widayati dan kawan-kawan.
Dukungan penuh ditunjukkan para suporter dengan tidak hanya menyanyikan yel-yel, tetapi juga membawa berbagai alat musik untuk menambah semarak suasana di tribun SuperSoccer Arena.
"Senang, kedatangan mereka bisa menambah motivasi kami untuk lebih percaya diri," ujar kapten tim Solo Adinda Widayati.
Di sisi lain, dukungan juga datang dari sekolah Ika Wonda, SD Kristen Manahan. Mereka memberikan support dari sekolah dengan melaksanakan nonton bareng (nobar) saat pertandingan Solo versus Kudus.
"Untuk mendukung, anak-anak ingin melihat teman-temannya bertanding," tutur Guru Olahraga SD Kristen Manahan Bima Agus Wibowo.
Sementara itu, Head Coach Tim Solo Maya Susmita mengatakan kehadiran para pendukung sebagai pemain ke-12 bukan hanya menambah motivasi para pemain, tapi juga para pelatih.
"Tidak cuma atlet, pelatih juga membutuhkan dukungan. Dengan satu suara, meskipun kami pendatang alhamdulillah suporter kami juga banyak," lanjut pelatih dengan lisensi C AFC tersebut.
Di pertandingan pertama, tim Solo harus mengakui keunggulan tim Kudus dengan kepala tegak. Gol semata wayang tim Kudus Asyifa Sholawa F. pada menit ke-13 membuat Solo harus merelakan poin kepada tuan rumah.
Tertinggal 1-0, Solo bukan tanpa peluang. Terhitung ada tiga peluang emas yang sejatinya bisa menjebol gawang Kudus. Sayang, keberuntungan belum memihak kepada tim Solo.
"Sejak kickoff kami sudah diserang. Tapi kami coba lebih fokus lagi. Ketika sudah berjalan, kami kebobolan pertama. Setelah itu, anak-anak sudah berusaha maksimal. Mentalnya sudah meningkat lagi. Namun Dewi Fortuna tak memihak Solo," jelas Maya.
Pada game kedua, kemenangan juga belum memihak ke tim Solo. Mereka menyerah atas Bandung 0-2, Jumat (24/1) siang. Dua gol dari Bandung dicetak oleh Vanessa Putri dan Bilqis Fatimah.
Sementara itu, besok Solo masih akan bertemu dengan tim Tangerang di SuperSoccer Arena, Sabtu (25/1). (nis/nik)
Editor : Niko auglandy