Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Kutukan di Kubu Persis Solo Belum Juga Sirna, Kali Ini Terjadi Saat Ditahan Seri Persija Jakarta di depan ribuan Surakartans, Ultras 1923, GK, dan Pas

Mannisa Elfira • Senin, 27 Januari 2025 | 05:03 WIB
SARAT GENGSI: Laga Persis Solo melawan Persija Jakarta di Stadion Manahan, tadi malam (26/1).
SARAT GENGSI: Laga Persis Solo melawan Persija Jakarta di Stadion Manahan, tadi malam (26/1).

RADARSOLO.COM – Penyakit 'kartu merah' Persis Solo urung sembuh juga. Setelah mendapatkan peringatan dari Head Coach Persis Ong Kim Swee, skuad Laskar Sambernyawa masih saja menambah deretan catatan buruk itu.

Terbaru saat menjamu Persija Jakarta 3-3 di Stadion Manahan, Minggu (26/1).

Yang mandi lebih cepat kali ini adalah Rizky Dwi Febrianto. Eks bek Borneo FC tersebut mendapatkan double yellow card pada menit ke-14 dan 83'. Atas pelanggaran yang diperbuat, Rizky di-espulso wasit.

Ini merupakan kartu merah ke-6 Persis Solo. Nahasnya, Persis Persis hampir selalu mendapatkan kartu merah pada delapan pertandingan terakhir. Kecuali saat melawat ke markas Arema FC dan Dewa United.

Sebelumnya, Giovani Numberi di-espulso wasit saat melawan Persita Tangerang (8/12/2024). Berlanjut kepada Ramadhan Sananta saat menjamu PSBS Biak (16/12).

Lalu empat kali berturut-turut vs Persib Bandung yakni Sutanto Tan (29/12), lalu Cleylton Santos vs PSM Makassar (13/1), dan pekan lalu Jordy Tutuarima  saat melawan  PSIS Semarang (20/1).

Kartu merah yang menghujani Persis Solo ini sangat merugikan tim. Di pertandingan inipun, Persis hanya mampu menahan imbang Persija Jakarta.

Jadi sebuah kerugian juga sebenarnya, mengingat Persija sempat harus main dengan 10 pemain saat babak kedua baru berjalan tiga menit. Di mana  Rio Fahmi diberi kartu kuning keduanya  di menit ke-48'.

Di lain sisi, dalam laga ini, sejatinya Persis tampil percaya diri pada laga pekan ke-20 ini. Buktinya, gol pertama tercipta ketika pertandingan baru berjalan enam menit.

Fransiskus Alessandro membawa Persis Solo unggul sementara. Umpan manis dari Althaf Indie tak disia-siakan oleh Sandro. Skor untuk Persis Solo 1-0.

Namun, mantan pemain Persis Solo Ryo Matsumura menyamakan kedudukan di menit ke-24. Pemain asal Jepang tersebut melesatkan tembakan ke tiang jauh yang tak dapat diatasi oleh Muhammad Riyandi. Skor 1-1.

Setelah itu, gol ketiga pada pertandingan ini diciptakan oleh Persis Solo. Lautaro Belleggia menggandakan kedudukan 2-1 setelah memaksimalkan umpan silang (51'). Tapi bisa disusul lagi oleh Gustavo 2-2.

Persaingan kian menggila. Mereka menambah satu gol lewat Ryo Matsumura (65'). Dua gol dan satu assist membuat Ryo layak diberi label sebagai “mantan menyakitkan” buat kubu Persis dalam laga ini dan pertemuan sebelumnya

Tapi beruntung, Persis akhirnya tak jadi malu di rumah sendiri. Ini berkat gol kedua Lautaro Belleggia tercipta di menit ke-72'. Hingga laga berakhir, skor takberubah 3-3.

Bagi Persis Solo, hasil imbang ini terasa seperti kerugian besar. Mereka masih terjebak di zona degradasi, berada di posisi ke-17 dari 18 peserta dengan 14 poin hasil dari tiga kemenangan, lima seri, dan 12 kekalahan.

Sebaliknya, hasil ini menjadi berkah bagi Persija Jakarta. Tambahan satu poin cukup untuk membawa mereka menggeser Persebaya Surabaya di posisi kedua klasemen sementara.

Dengan 38 poin dari 11 kemenangan, lima hasil seri, dan empat kekalahan, Persija tetap menjaga peluang mengejar pemuncak klasemen, Persib Bandung, yang unggul lima poin dengan koleksi 43 poin. (nis/nik)

 

Editor : Niko auglandy
#persija jakarta #persis solo #liga 1