Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Maya Susmita Punya Jurus Jitu Bangkitkan Motivasi Pemain Sepak Bola Putri Kota Solo: Kuncinya Pendekatan Pelatih Wanita ke Pemain Wanita

Mannisa Elfira • Senin, 27 Januari 2025 | 18:30 WIB
Pelatih Kepala Tim Sepak Bola Putri Kota Solo Maya Susmita
Pelatih Kepala Tim Sepak Bola Putri Kota Solo Maya Susmita

RADARSOLO.COM - Sepanjang 30 menit pertandingan, pelatih tim sepak bola wanita Kota Solo Maya Susmita tak pernah diam. Geser kanan-kiri memberi arahan kepada Adinda Resti dan kawan-kawan. Sesekali, dia mencontohkan langsung sambil menggerakkan tubuhnya.

"Gapapa, gapapa, ayo! (semangat dan bangkit)" seru pelatih tim sepakm bola Kota Solo tersebut saat mengawal timnya di ajang MilkLife Soccer Challenge All-Stars.
Sayangnya di partai puncak MilkLife Soccer Challenge All-Stars tim besutannya kalah melawan Kudus, yang digelar di SuperSoccer Arena, Minggu (26/1).

Pelatih berlisensi C AFC tersebut mengakui, hasil ini tak membuat semangat skuadnya menciut untik terus maju kedepannya

Sebagai salah satu dari tak banyak pelatih wanita di dunia sepak bola putri Indonesia, Maya memiliki pendekatan unik dalam memotivasi para pemainnya. Lantas, apa saja cara-cara yang diterapkan Maya kepada anak asuhnya?

Salah satu kunci penting dari segala trik adalah sesi curhat. Menurut Maya, cara memberitahu antara pelatih wanita dan lelaki berbeda.

"Curhatnya itu kayak, tanya-tanya aja. Misal 'Dinda tadi mainnya gimana?'. Dijawab 'kakinya sakit coach'. Saya jawab sambil bercanda gitu, 'Lha gimana, mau dibawa ke bengkel? Ya nanti dibenerin yaa'. Ya begitulah minimal (percakapannya)," ucap Maya.

Maya pun menyadari penyesuaian pemain perempuan memang cenderung lebih lama. Maka dari itu, pelatih kelahiran Karawang, 16 September 1994 tersebut memilih untuk sering berdiskusi dengan anak asuhnya.

"Ya pendekatannya dengan curhat dengan pemain ketika sebelum dan setelah pertandingan. Apa saja yang harus diperbaiki. Jadi membangkitkan anak-anak. Tapi ada kalanya halus, ada kalanya tegas juga," lanjut Maya.

Setelah kalah pun, Maya memilih untuk memberikan waktu kepada pemainnya supaya bisa meluapkan emosinya terlebih dahulu. Sembari memvalidasi bahwa pada pertandingan ini mereka sudah luar biasa.

Sebagai pengingat, Solo sempat menjadi juru kunci pada hari pertama setelah menelan dua kekalahan beruntun atas Kudus dan Bandung pada bagak penyisihan. Tapi kerennya, mereka sukses bounce back dengan mengalahkan Tangerang di hari kedua.

Kemenangan atas Tangerang tersebut membawa Solo ke semifinal. Di babak empat besar, Solo kembali membuat gebrakan menarik. Dengan motivasi yang melejit, Solo merebut tiket final usai membekuk Jakarta dengan skor tipis 4-3. Inilah yang mengantar mereka bertemu Kudus di partai puncak.

"Setelah kalah tadi saya berikan waktu agar bisa emosi dulu. Tapi saya bilang semua sudah luar biasa, kalian luar biasa ke final, karena saya percaya dengan kemampuan dari awal hingga sekarang," ungkap Maya.

Bagi Maya, tantangan terbesar melatih pesepakbola wanita adalah mood. Terkadang bagi wanita, mood memang cukup krusial, yang mana bisa mempengaruhi performa di atas lapangan.

"Tantangan terbesarnya mood. Kadang ada yang sekolah, tugas, (latihan, mungkin kekelahan berpengaruh pada mood). Tapi ada yang juga petakilan (jadi aman saja moodnya). Jadi harus membangkitan motivasi. Caranya dengan sebelum latihan (mengadakan) lomba kecil untuk cepat memperbaiki mood," tambahnya.

Sementara itu, Maya sendiri sudah suka memainkan bola sejak kecil. Maya merupakan eks pemain tim putri PSS Sleman dan Putri Surakarta. Maya menyelesaikan lisensi C AFCnya pada 2020.

"2020-2023 saya di Putri Surakarta. Sekarang melatih Samba Persada," tambahnya.

Dari sini, Maya yakin dirinya bisa membuktikan bahwa pelatih wanita itu bisa memimpin tim juga. Dia berharap akan muncul pelatih wanita lainnya di Indonesia. Begitu pula dengan kesempatannya. (nis/nik)

Editor : Niko auglandy
#Milklife Soccer Challenge #Sepak bola wanita #Maya Susmita