RADARSOLO.COM - Komite Disiplin (Komdis) PSSI Jawa Tengah telah menyelesaikan sidang pada Jumat (31/01) untuk berbagai pelanggaran yang terjadi selama pekan ketujuh dan kedelapan Liga 4 Jawa Tengah 2024/2025.
Pelanggaran-pelanggaran yang dihadapi cukup beragam, mulai dari kehadiran supporter tim tamu yang melanggar aturan, pelanggaran temu teknik, penyalaan flare, pelemparan oleh suporter, hingga pengulangan jenis pelanggaran yang sama pada pertandingan sebelumnya.
Salah satu pelanggaran paling serius terjadi pada pekan ketujuh, di mana SDR. Moh Hepi Satriyo Utomo, pelatih fisik tim PSIR Rembang, dengan sengaja menanduk wasit Fero Arsanto pada akhir pertandingan, menyebabkan cedera pada tulang hidung wasit.
Sebagai sanksi, Moh Hepi Satriyo Utomo dikenakan denda sebesar Rp 30.000.000,- dan skorsing selama 12 bulan di kompetisi resmi di bawah naungan PSSI.
Pada pertandingan lainnya, Tim Persik Kendal juga terlibat dalam pelanggaran regulasi terkait pertemuan teknik.
Tim ini gagal menghadirkan unsur manajer atau ofisial yang wajib hadir dalam pertemuan tersebut, dan karena itu dijatuhkan denda sebesar Rp 4.000.000,-.
Sementara itu, Tim Persika Karanganyar harus menerima denda sebesar Rp 6.000.000,- setelah suporter mereka melakukan pelemparan sebanyak lima botol dari tribun timur sisi selatan ke arah pemain.
Di pekan kedelapan, sejumlah pelanggaran kembali terjadi, di antaranya Tim Bintang Timur yang dikenakan denda Rp 2.000.000,- karena melanggar aturan terkait pertemuan teknik dan tidak menghadirkan personel dari unsur keamanan panpel.
Bintang Timur juga harus menghadapi teguran keras dari panitia pelaksana pertandingan terkait kehadiran supporter tim tamu, Persibat Batang, dalam pertandingan mereka.
Tim Persibat Batang juga harus membayar denda sebesar Rp 6.000.000,- karena kehadiran supporter mereka dalam pertandingan yang melanggar regulasi dan disiplin.
Hal serupa juga terjadi pada Bintang Timur, yang harus membayar denda tambahan karena ulah suporternya yang berlari ke arah lapangan untuk merayakan gol Persibat Batang.
Selain itu, Tim Persab Brebes juga harus membayar denda sebesar Rp 2.000.000,- setelah salah satu panitia pelaksana pertandingan, Agus Salim, mendatangi wasit dan mencaci makinya dengan kalimat yang tidak pantas.
Beberapa tim lainnya, seperti PSIR Rembang dan Persebi Boyolali, juga mendapatkan teguran keras terkait kehadiran supporter tim tamu dalam pertandingan mereka.
Tidak hanya itu, PSIR Rembang harus menghadapi denda Rp 20.000.000,- setelah ada penyalaan smoke bomb dan flare yang dilakukan oleh supporter mereka, serta sanksi tanpa penonton pada pertandingan home mereka yang akan digelar pada 2 Februari 2025.
Dalam beberapa kasus lainnya, pelanggaran terkait kehadiran supporter tim tamu yang melanggar regulasi juga terjadi pada Tim Wijaya Kusuma FC, Persip Pekalongan, dan Persitema Temanggung. Semua tim tersebut dikenakan teguran keras dan beberapa di antaranya juga harus membayar denda.
Komite Disiplin PSSI Jawa Tengah mengeluarkan berbagai sanksi ini untuk menjaga agar kompetisi Liga 4 Jawa Tengah tetap berjalan dengan tertib dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Sanksi ini juga diharapkan menjadi pelajaran bagi tim-tim lainnya untuk lebih disiplin dalam menjalankan pertandingan, menjaga keharmonisan pertandingan, dan menghindari kejadian-kejadian yang dapat merugikan semua pihak yang terlibat. (nik)
Editor : Niko auglandy