RADARSOLO.COM - Babak playoff degradasi Liga 2 2024/2025 semakin memasuki fase krusial.
Lima pertandingan yang digelar pada Selasa, 4 Februari 2025, menghadirkan berbagai drama yang menentukan nasib klub-klub yang berjuang untuk tetap bertahan di kompetisi kasta kedua sepak bola Indonesia.
Beberapa tim berhasil meraih kemenangan penting untuk menjaga asa bertahan, sementara yang lain semakin dekat dengan jurang degradasi ke Liga 3.
PSMS Medan vs Nusantara United
Di Grup H, PSMS Medan tampil perkasa dengan menghancurkan Nusantara United FC 4-0 dalam laga yang berlangsung di Stadion Baharuddin Siregar, Lubuk Pakam.
PSMS menunjukkan dominasi penuh sejak awal pertandingan.
Mhd Ikhsan Chan membuka keunggulan di menit ke-27, disusul gol dari Aidun Sastra Utami di menit ke-52, serta gol Jacinto Junior Conceição Cabral di menit ke-64.
Muhammad Hamzaly melengkapi kemenangan PSMS dengan gol keempat di menit ke-90. Hasil ini memperbesar peluang PSMS untuk bertahan di Liga 2.
Sriwijaya FC vs Persikota Tangerang
Di pertandingan lain, Sriwijaya FC harus berjuang keras untuk meraih kemenangan tipis 1-0 atas Persikota Tangerang di Stadion Gelora Jakabaring, Palembang.
Gol tunggal Arbeta Rokyawan dari titik penalti pada menit ke-14 menjadi pembeda dalam laga ini, yang disaksikan langsung oleh 4.653 penonton.
Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Sriwijaya untuk tetap bersaing di babak playoff degradasi.
Adhyaksa FC dan FC Bekasi City
Duel antara Adhyaksa FC dan FC Bekasi City di Stadion Sriwedari, Solo, berakhir tanpa gol.
Meski kedua tim bermain dengan intensitas tinggi, tak ada yang mampu mencetak gol sepanjang 90 menit pertandingan.
Wasit pun harus mengeluarkan beberapa kartu kuning akibat tensi yang meningkat di lapangan.
Adhyaksa FC menerima tiga kartu kuning, sementara FC Bekasi City mendapat empat kartu kuning, menandakan betapa kerasnya pertandingan ini.
Persikabo 1973 vs Dejan FC
Sementara itu, Dejan FC berhasil meraih kemenangan penting 3-1 atas Persikabo 1973 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor. Tim tamu unggul cepat lewat sundulan Artem Serdyuk di menit ke-13, memanfaatkan sepak pojok dengan sempurna.
Wawan Sumadi menambah keunggulan di menit ke-30, sebelum Artem Serdyuk kembali mencetak gol keduanya di babak kedua.
Meskipun Persikabo sempat memperkecil ketertinggalan, pertahanan solid Dejan FC membuat mereka mampu mengamankan tiga poin penuh.
Dengan kemenangan ini, Dejan FC kini berada di puncak klasemen Grup I babak playoff degradasi, semakin memperkuat posisi mereka untuk bertahan di Liga 2.
Persewar Waropen vs Gresik United
Laga terakhir hari itu mempertemukan Persewar Waropen dan Gresik United FC di Stadion Mandala, Jayapura.
Namun, pertandingan ini tak menghasilkan gol meski berlangsung penuh ketegangan.
Alih-alih mencetak gol, wasit justru mengeluarkan enam kartu kuning akibat permainan keras dari kedua tim.
Bagi Persewar Waropen, hasil imbang ini adalah poin perdana mereka di babak playoff degradasi Liga 2 2024/2025 setelah empat laga tanpa kemenangan.
Namun, satu poin dari empat pertandingan jelas bukan hasil yang menguntungkan. Dengan hanya mengumpulkan satu poin, mereka tertinggal lima poin dari Persiku Kudus, yang berada satu peringkat di atasnya dengan enam poin.
Jika tidak segera meraih kemenangan, pintu degradasi ke Liga 3 semakin terbuka bagi mereka.
Di sisi lain, Gresik United untuk sementara masih bertahan di papan atas dengan raihan tujuh poin, hasil dari dua kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan di babak playoff ini.
Mereka masih memiliki peluang besar untuk bertahan di Liga 2 musim depan, tetapi dengan persaingan yang semakin ketat, mereka harus tetap waspada di laga-laga berikutnya.
Dengan hanya beberapa pertandingan tersisa di babak playoff degradasi ini, setiap laga menjadi pertarungan hidup dan mati bagi tim-tim yang masih berjuang.
PSMS Medan dan Dejan FC semakin dekat dengan keselamatan, sementara Persewar Waropen dan Persikabo 1973 kini dalam kondisi kritis.
Tiga laga sisa akan menjadi penentu nasib bagi tim-tim di zona degradasi. Apakah mereka akan mampu bangkit dan menyelamatkan diri, atau justru harus menerima kenyataan pahit terdegradasi ke Liga 3? Jawabannya akan terungkap dalam laga-laga mendatang yang dipastikan akan berlangsung semakin menegangkan. (nik)
Editor : Niko auglandy