RADARSOLO.COM - Babak 8 besar Liga 2 musim 2024/2025 memasuki fase krusial, di mana tim-tim yang bertarung semakin ketat dalam perburuan tiket promosi ke Liga 1.
Tiga pertandingan penting telah digelar pada Jumat, 7 Februari 2025, yang semakin memperjelas peta persaingan di Grup X dan Grup Y.
Dengan hanya menyisakan dua pertandingan lagi di babak 8 besar, setiap tim harus berjuang habis-habisan agar bisa meraih tiket otomatis ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia atau setidaknya mengamankan posisi di babak playoff promosi.
Persiraja Banda Aceh vs PSIM Jogja
Di Grup X, PSIM Yogyakarta yang sebelumnya di ambang promosi harus menunda harapan mereka setelah mengalami kekalahan dari Persiraja Banda Aceh dalam laga yang berlangsung di Stadion H. Dhimurtala, Banda Aceh.
PSIM sebenarnya mengawali pertandingan dengan baik setelah unggul lebih dulu lewat gol Sugiyanto Baitul Rohman pada menit ke-11.
Namun, keunggulan tersebut tak bertahan lama karena Persiraja mampu menyamakan kedudukan melalui gol Derry Antony Corfe di menit ke-19.
Tekanan dari tuan rumah semakin meningkat dan akhirnya membuahkan hasil ketika eks gelandang Persis Solo musim 2021, Miftahul Hamdi, berhasil mencetak gol pada menit ke-33, membawa Persiraja berbalik unggul 2-1.
Di babak kedua, PSIM berusaha keras untuk mencetak gol penyama kedudukan, tetapi justru banyak melakukan pelanggaran.
Hal ini terbukti dengan empat kartu kuning yang diterima oleh pemain mereka, yaitu Lucky Octavianto pada menit ke-62, Adittia Gigis Hermawan pada menit ke-63, Figo Dennis Saputrananto di menit ke-84, dan Ghulam Fatkur Rahman pada menit ke-87.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap bertahan 2-1 untuk kemenangan Persiraja, membuat PSIM harus pulang dengan tangan hampa dan menunda kepastian promosi mereka.
Bhayangkara Presisi FC vs Persela Lamongan
Di laga lain yang berlangsung di Grup Y, pertandingan seru terjadi di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, ketika Bhayangkara Presisi FC bermain imbang 2-2 melawan Persela Lamongan.
Bhayangkara FC unggul lebih dulu dengan gol dari Vinicius Leonardo da Silva di menit ke-15, yang kemudian digandakan oleh Dendy Sulistyawan pada menit ke-20.
Namun, Persela tidak tinggal diam dan berhasil membalas dengan dua gol dalam waktu singkat melalui penalti yang dieksekusi oleh Dohyun Kim di menit ke-38, disusul gol dari Muhamad Rayhan Putra Utina pada menit ke-40.
Hingga akhir pertandingan, tidak ada tambahan gol, dan kedua tim harus puas berbagi angka dalam pertandingan yang disaksikan oleh 2.498 penonton.
Persijap Jepara vs PSKC Cimahi
Sementara itu, di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, laga antara Persijap Jepara dan PSKC Cimahi berlangsung dengan tensi tinggi dan menghasilkan kemenangan besar bagi tuan rumah. Persijap sukses membantai PSKC dengan skor telak 4-1.
Fikron Afriyanto membuka keunggulan Persijap di menit ke-13, sebelum kemudian Rosalvo Candido Rosa Junior mencetak hattrick dengan gol-golnya di menit ke-42, 48, dan 78.
Satu-satunya gol PSKC Cimahi dicetak oleh Jhoao Leandro Rodriguez Gonzalez pada menit ke-56.
Namun, laga ini berlangsung keras dengan banyak kartu yang keluar dari saku wasit. PSKC Cimahi harus bermain dengan sembilan pemain setelah dua pemain mereka, Tursunov Mukhammmadali dan Suhandi, menerima kartu merah masing-masing di menit ke-71 dan 87.
Selain itu, empat kartu kuning juga diberikan kepada pemain PSKC, yaitu Manda Cingi di menit ke-24, Tursunov Mukhammmadali di menit ke-66, Suhandi di menit ke-82, dan Dias Angga Putra di menit ke-90.
Meskipun harus bermain dengan jumlah pemain lebih sedikit, mereka tetap berusaha menekan, tetapi keunggulan Persijap tidak mampu terbendung hingga pertandingan berakhir di hadapan 8.520 penonton yang memadati stadion.
Klasemen Sementara
Hasil dari pertandingan-pertandingan tersebut semakin memperjelas peta klasemen sementara di babak 8 besar Liga 2.
Di Grup X, meskipun PSIM Yogyakarta mengalami kekalahan, mereka masih tetap berada di puncak klasemen dengan perolehan sembilan poin dari empat pertandingan.
Namun, posisi mereka kini semakin terancam dengan PSPS Pekanbaru dan Persiraja Banda Aceh yang sama-sama mengoleksi enam poin dan masih memiliki peluang untuk menyalip.
Deltras Sidoarjo berada di posisi terbawah dengan tiga poin, tetapi secara matematis mereka masih memiliki peluang untuk lolos, meskipun kecil.
Di Grup Y, Bhayangkara Presisi FC masih berada di puncak klasemen dengan koleksi delapan poin dari empat pertandingan, hasil dari dua kemenangan dan dua hasil imbang.
Di bawahnya, Persijap Jepara menempel ketat dengan lima poin, diikuti oleh Persela Lamongan yang memiliki empat poin.
Sementara itu, PSKC Cimahi berada di posisi terbawah dengan dua poin dan tampaknya memiliki peluang yang sangat kecil untuk lolos.
Dengan dua laga tersisa di babak 8 besar, persaingan untuk meraih tiket promosi semakin memanas. PSIM Yogyakarta masih memiliki dua laga krusial, yaitu bertandang ke markas Deltras FC di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, pada Rabu, 12 Februari 2025, serta laga kandang menghadapi PSPS Pekanbaru di Stadion Mandala Krida pada Senin, 17 Februari 2025.
Jika PSIM berhasil meraih kemenangan di salah satu dari dua laga tersebut, peluang mereka untuk promosi langsung ke Liga 1 akan semakin besar.
Sementara itu, di Grup Y, persaingan masih terbuka lebar.
Bhayangkara FC memang masih memimpin klasemen, tetapi Persijap Jepara dan Persela Lamongan masih berpeluang untuk menggeser posisi mereka, tergantung hasil dua laga tersisa.
Persaingan di grup ini masih sangat ketat, dan siapa yang akan mendapatkan tiket otomatis promosi serta siapa yang akan masuk babak playoff masih akan ditentukan dalam beberapa pekan ke depan.
Kini, pertanyaan besar yang tersisa adalah apakah PSIM Yogyakarta bisa memastikan promosi mereka lebih cepat dalam laga melawan Deltras Sidoarjo, atau apakah mereka harus menunggu hingga pertandingan terakhir melawan PSPS Pekanbaru di kandang sendiri? Bagaimana pula dengan Bhayangkara FC, apakah mereka bisa mempertahankan posisi puncak di Grup Y, atau justru akan tergeser oleh pesaing-pesaingnya?
Jawaban dari semua pertanyaan ini akan segera terjawab dalam pertandingan-pertandingan berikutnya. Yang jelas, pertarungan untuk mendapatkan tiket ke Liga 1 semakin sengit, dan setiap laga akan menjadi penentu bagi tim-tim yang masih bermimpi naik kasta. (nik)
Editor : Niko auglandy