RADARSOLO.COM - Babak playoff degradasi Liga 2 2024/2025 grup H akhirnya memastikan dua tim yang harus turun kasta ke Liga Nusantara (Liga 3) musim depan.
Dalam laga panas yang mempertemukan Persikota Tangerang melawan Nusantara United di Stadion Benteng Reborn, Tangerang, pada Senin (10/2), kedua tim harus puas berbagi angka 3-3.
Hasil ini memastikan bahwa kedua tim tidak lagi memiliki peluang untuk bertahan di Liga 2.
Yang menarik dari pertandingan ini adalah kehadiran sejumlah petinggi klub Nusantara United yang datang langsung ke stadion untuk memberikan dukungan.
Presiden Klub Nusantara United El Rumi hadir di tribun VVIP bersama Komisaris Utama Gamma Thohir, dua petinggi klub lainnya.
Sayangnya, mereka harus menyaksikan timnya gagal menang dan akhirnya harus menerima kenyataan pahit terdegradasi dari Liga 2.
Kehadiran para petinggi klub tidak cukup untuk membangkitkan performa tim di laga krusial ini.
Di lain sis, laga ini ternyata berjalan menegangkan. Persikota yang bermain di hadapan pendukungnya tampil agresif dan langsung membuka keunggulan melalui gol cepat dari Sirvi Arvani pada menit ke-12.
Nusantara United mencoba bangkit, tetapi hingga babak pertama berakhir, mereka masih tertinggal.
Memasuki babak kedua, Nusantara United mulai menunjukkan permainan yang lebih rapi. Mereka akhirnya berhasil menyamakan kedudukan melalui Erwin Ramdani pada menit ke-57, menghidupkan harapan tim untuk bisa bertahan di Liga 2.
Namun, Persikota kembali unggul setelah Nke Ondoua Guy Junior sukses mengeksekusi penalti pada menit ke-68.
Keunggulan Persikota ini tidak bertahan lama.
Nusantara United kembali membalas, kali ini lewat aksi Vengko Armedya di menit ke-81, membuat skor kembali imbang 2-2.
Tak ingin kehilangan momen, Persikota kembali menekan dan berhasil mencetak gol ketiga melalui Mochamad Yudha Febrian pada menit ke-79. Gol ini sempat memberikan harapan bagi tuan rumah untuk bisa meraih kemenangan.
Namun, drama belum berakhir. Nusantara United sekali lagi menyamakan kedudukan, dan lagi-lagi Vengko Armedya menjadi mimpi buruk bagi Persikota dengan mencetak gol keduanya di menit ke-90. Skor 3-3 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Selain duel sengit di lapangan, laga ini juga diwarnai dengan hujan kartu. Persikota Tangerang harus kehilangan Fandi Eko Utomo di menit ke-90+5 setelah menerima kartu merah.
Sementara itu, Nusantara United juga harus bermain dengan sepuluh orang setelah Ifan Izdihar Iyananda menerima kartu kuning kedua di menit ke-90, yang berujung pada kartu merah.
Dengan hasil imbang ini, baik Nusantara United maupun Persikota Tangerang resmi terdegradasi ke Liga 3.
Kedua tim kini sama-sama hanya mengoleksi 4 poin dari 5 pertandingan dan tidak mungkin lagi mengejar Sriwijaya FC, yang berada di peringkat kedua dengan 9 poin.
Secara matematis, jarak 5 poin dengan hanya satu laga tersisa memastikan bahwa Nusantara United dan Persikota sudah tidak bisa bertahan di Liga 2 musim depan.
Kedua tim mencatatkan statistik yang sama dalam lima pertandingan yang sudah dijalani, yakni satu kemenangan, satu hasil imbang, dan tiga kekalahan.
Persikota Tangerang menempati posisi juru kunci, sementara Nusantara United satu tingkat di atasnya, tetapi tetap harus turun kasta bersama.
Dengan hasil ini, laga terakhir babak playoff degradasi pada Sabtu, 15 Februari 2025, hanya akan menjadi formalitas. Nusantara United akan menghadapi Sriwijaya FC di Stadion Kebogiro, Boyolali, sementara PSMS Medan akan menantang Persikota Tangerang di Stadion Baharuddin Siregar.
Bagi Sriwijaya FC dan PSMS Medan, pertandingan terakhir ini hanya akan menjadi kesempatan untuk menutup fase playoff dengan hasil positif. Sementara bagi Nusantara United dan Persikota Tangerang, laga ini menjadi laga perpisahan sebelum mereka resmi bermain di Liga 3 musim depan. (nik)
Editor : Niko auglandy