RADARSOLO.COM – Laga terakhir babak playoff degradasi Liga 2 2024/2025 grup I berlangsung sangat menegangkan, terutama pertandingan antara Adhyaksa FC dan Dejan FC yang digelar di Stadion Sriwedari, Solo, Sabtu sore (15/2).
Adhyaksa FC berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas Dejan FC, dengan gol penentu kemenangan tercipta melalui penalti Makan Konate pada menit ke-44.
Pertandingan ini memang sangat menentukan nasib kedua tim, mengingat siapa pun yang kalah akan terdegradasi ke Liga 3, atau yang kini dikenal dengan Liga Nusantara.
Ketegangan pun semakin terasa karena, selain ketatnya persaingan, laga ini juga dihiasi oleh banyaknya kartu yang dikeluarkan.
Adhyaksa FC menerima tiga kartu kuning, yakni untuk Roy Sandy pada menit ke-58, Makan Konaté pada menit ke-83, dan Afriyansyah pada menit ke-90+10.
Sementara itu, pemain-pemain Dejan FC juga tidak luput dari kartu kuning, dengan lima pemain mereka menerima kartu tersebut.
Mulai dari Mohamad Fikri Firdaus pada menit ke-62, Boateng Prince pada menit ke-75, hingga Imus Wiranda, Rakha Shabir Al-Hady, Muhammad Afif Fatoni, serta Muhammad Fajar Firdaus saat injury time.
Dengan kemenangan ini, Adhyaksa FC berhasil memastikan diri sebagai pemuncak klasemen Grup I di babak playoff degradasi.
Tim yang berasal dari Tangerang Selatan, namun musim ini ber-homebase di Kota Solo, mengumpulkan 12 poin, dengan catatan tiga kemenangan dan tiga kali seri.
Catatan yang sama juga diraih oleh FC Bekasi City, yang menempati posisi kedua setelah berhasil mengalahkan Persikabo 1973 dengan skor 4-2 di laga terakhir mereka.
Usai pertandingan, pelatih Adhyaksa FC, Ade Suhendra, mengungkapkan rasa leganya atas kemenangan tersebut.
"Puji dan syukur, alhamdulillah pertandingan ini Allah berpihak ke kami. Bagaimana pun tim sudah maksimal. Ada faktor beruntung atau tidak dalam sepak bola, dan hari ini, kami lega dengan hasilnya. Sebenarnya, seri saja sudah aman, tapi kami berjuang untuk bisa menang," ujar Ade.
Kemenangan ini menjadi sangat berarti baginya, mengingat musim lalu dia berhasil membawa tim ini promosi ke Liga 2 sebagai juara Liga 3 2023/2024. Tentu saja, Ade tidak ingin melihat timnya hanya semusim berada di kasta kedua liga Indonesia.
Salah satu pemain Adhyaksa FC Obet Choiri juga mengakui pertandingan ini sangat sulit dilalui, mengingat Dejan FC juga membutuhkan kemenangan untuk bertahan di Liga 2.
"Pemain sudah fokus dan kerja keras. Kami bekerja cerdas dan ikhlas. Dari awal hingga akhir, kami melakukannya bersama-sama, tanpa ada kendala. Alhamdulillah, Allah memberikan kemenangan buat kami. Ada teman-teman yang cedera, termasuk Konate, tapi tetap bermain," ungkap Obet dengan penuh rasa syukur.
"Terima kasih untuk semuanya yang sudah berjuang bersama. Semoga musim depan kami bisa promosi ke Liga 1," sambungnya.
Dengan hasil ini, Adhyaksa FC dan FC Bekasi City memastikan diri bertahan di Liga 2 untuk musim berikutnya. Namun, nasib berbeda harus diterima oleh Dejan FC dan Persikabo 1973, yang harus legawa terdegradasi ke Liga 3.
Mereka mengikuti jejak Nusantara United dan Persikota Tangerang dari grup H yang juga harus turun kasta musim ini. Selain empat tim tersebut, RANS Nusantara dari grup K juga harus terdegradasi ke Liga 3.
Sementara itu, kabar baik datang bagi Bhayangkara FC, yang dipastikan promosi ke Liga 1.
Jika PSIM Jogja menang atas PSPS Riau di Stadion Mandala Krida pada Senin, 17 Februari 2025, maka Laskar Mataram akan turut memantapkan langkah mereka untuk promosi ke Liga 1 dan bersiap untuk menantang Bhayangkara FC di final Liga 2 musim ini. (nik)
Editor : Niko auglandy