RADARSOLO.COM - Komite Disiplin (Komdis) PSSI Jawa Tengah telah menyelesaikan sidang pada Jumat (14/2/2025) untuk menindaklanjuti berbagai pelanggaran yang terjadi pada babak 8 besar leg pertama Liga 4 Jawa Tengah 2024/2025.
Sejumlah pelanggaran mulai dari tindakan tidak sportif pemain hingga kerusuhan suporter menjadi perhatian utama dalam sidang ini.
Salah satu keputusan paling mencolok adalah diskualifikasi PPSM Magelang dari kompetisi.
Tim tersebut dinyatakan bersalah setelah suporternya masuk ke lapangan, memicu kerusuhan, dan melakukan pemukulan terhadap pemain Persibat Batang.
Selain didiskualifikasi, PPSM Magelang juga dijatuhi denda sebesar Rp 45 juta serta harus menjalani laga usiran tanpa penonton sejauh minimal 75 km dari Kota Magelang pada kompetisi resmi PSSI berikutnya.
Tidak hanya PPSM, Persibat Batang juga terkena sanksi akibat kehadiran suporter mereka dalam pertandingan, yang merupakan pelanggaran regulasi. Akibatnya, klub harus membayar denda sebesar Rp 10 juta.
Sementara itu, empat pemain PPSM Magelang, yakni Raul Iqbal Rakatya, Al Ahmad Vebiyanto, Deni Kusnanto, dan Henry Indra Saputra, dijatuhi hukuman skorsing akibat tindakan tidak sportif mereka terhadap pemain lawan.
Baca Juga: Nusantara United Terdegradasi ke Liga 3, El Rumi : Kami Tak Ingin Duduk dan Mengasihani Diri
Raul mendapatkan hukuman paling berat dengan skorsing 12 bulan dan denda Rp10 juta, sementara tiga pemain lainnya masing-masing dijatuhi skorsing enam bulan dan denda Rp 5 juta.
Dari kubu Persibat Batang, tiga pemain juga menerima sanksi akibat perilaku agresif mereka terhadap pemain PPSM.
Fajar Rahmawan, Muhammad Daffa Putra Balindra, dan Rendy Setiawan masing-masing dijatuhi skorsing enam bulan serta denda Rp 5 juta.
Di luar insiden yang melibatkan PPSM Magelang dan Persibat Batang, Komdis PSSI Jateng juga menindak PSD Demak dan Persebi Boyolali.
PSD Demak harus membayar denda Rp 2 juta karena menghadirkan suporter tamu secara ilegal serta tambahan Rp 6 juta akibat keributan dan pemukulan antar suporter di tribun timur, termasuk insiden pelemparan botol air ke lapangan.
Sementara itu, Persebi Boyolali juga dijatuhi denda Rp6 juta akibat pelanggaran regulasi serupa.
Keputusan ini menegaskan sikap tegas PSSI Jawa Tengah dalam menjaga disiplin dan ketertiban dalam kompetisi Liga 4.
Dengan adanya sanksi berat ini, diharapkan semua pihak dapat lebih bertanggung jawab demi menciptakan atmosfer sepak bola yang lebih profesional dan kondusif. (Nik)