RADARSOLO.COM – Dinamika kepelatihan di Liga 1 Indonesia 2024/2025 terus memanas. PSS Sleman telah memastikan pengganti pelatih mereka, sementara Persebaya Surabaya masih menunggu nasib Paul Munster.
Setelah mengalami serangkaian hasil buruk, PSS Sleman akhirnya resmi memecat Mazola Junior. Keputusan itu diambil usai kekalahan telak 2-6 dari Arema FC di pekan ke-23.
Mazola gagal membawa Super Elja bangkit dengan hanya meraih empat kemenangan dari 15 pertandingan. Hasil minor ini membuat manajemen bertindak cepat mencari pelatih baru.
Tak butuh waktu lama, Pieter Huistra muncul sebagai kandidat kuat. Eks pelatih Borneo FC itu sedang menganggur setelah meninggalkan klub asal Kalimantan sebelum putaran kedua Liga 1 2024/2025 dimulai.
Spekulasi semakin menguat setelah foto Huistra beredar di media sosial. Kehadirannya di Sleman menegaskan kemungkinan besar dirinya akan menangani Bagus Nirwanto dan kawan-kawan.
Dan hari ini, Rabu (19/2/2025), teka-teki tersebut akhirnya terjawab. PSS Sleman secara resmi mengumumkan Pieter Huistra sebagai pelatih baru mereka.
Melalui akun Instagram resmi klub, manajemen Super Elja berharap kehadiran Huistra dapat membawa tim kembali ke jalur kemenangan dan menjauh dari zona degradasi.
Berbeda dengan PSS Sleman yang sudah menemukan pelatih baru, Persebaya Surabaya masih belum mengambil keputusan terkait Paul Munster.
Sejak putaran kedua dimulai, performa Green Force jauh dari kata konsisten. Dalam enam laga terakhir, mereka hanya mampu meraih satu kemenangan.
Kondisi ini memicu kekecewaan besar dari Bonek, yang mulai mendesak Munster mundur dari kursi pelatih.
Manajemen Persebaya Surabaya pun tidak tinggal diam. Mereka memberikan dua laga krusial sebagai "injury time" bagi Munster untuk menyelamatkan posisinya.
Dua laga penentu itu adalah kontra PSBS Biak dan Dewa United. Hasilnya, Persebaya menang tipis 1-0 atas PSBS Biak di Stadion Manahan, Solo.
Namun, kemenangan ini belum cukup mengamankan posisi Munster. Laga berikutnya melawan Dewa United di pekan ke-24 akan menjadi ujian terakhirnya.
Jika Persebaya kembali kalah, bukan tidak mungkin manajemen akan mengambil langkah tegas dan mencari pelatih baru.
Performa buruk Persebaya Surabaya sejak putaran kedua membuat situasi semakin sulit bagi Paul Munster.
Di awal musim, Persebaya tampil solid dan sempat bersaing di papan atas. Namun, hasil negatif dalam beberapa laga terakhir membuat kepercayaan terhadap Munster semakin menipis.
Tekanan terhadapnya semakin besar karena Persebaya memiliki target tinggi musim ini. Mereka tak hanya ingin bertahan di papan atas, tetapi juga bersaing di zona kompetisi Asia.
Kini, semua mata tertuju pada laga melawan Dewa United. Jika Munster mampu meraih kemenangan, peluang bertahan masih terbuka.
Namun, jika kembali kalah, bisa jadi laga tersebut menjadi pertandingan terakhirnya sebagai pelatih Persebaya.
Sementara PSS Sleman telah menyelesaikan pencarian pelatih mereka, Persebaya masih berada dalam ketidakpastian. Keputusan akhir tetap ada di tangan manajemen Green Force.
Jika hasil tak kunjung membaik, bukan tak mungkin kursi kepelatihan Persebaya akan segera berganti.
Liga 1 Indonesia 2024/2025 masih panjang, dan perubahan besar bisa terjadi kapan saja.
Dinamika kepelatihan selalu menjadi sorotan di Liga 1, di mana hasil buruk bisa berujung pemecatan, sementara kemenangan dapat menyelamatkan karier seorang pelatih. (dam)
Editor : Damianus Bram