RADARSOLO.COM - Suporter PSIM Yogyakarta berencana menyanyikan Lagu Bayar Bayar Bayar dari Sukatani Band dalam laga final Liga 2 melawan Bhayangkara FC.
Sebagai Informasi, final Liga 2 2024/2025 akan digelar pada Rabu (26/2/2025), mempertemukan PSIM Yogyakarta vs Bhayangkara FC dalam duel perebutan gelar juara.
Rencana suporter PSIM Yogyakarta itu bukan sekedar abal-abal. Bahkan dua kelompok suporter PSIM, yakni Brajamusti dan Mataram Horde, menyatakan melalui media sosial X bahwa mereka siap meneriakkan lagu ini di tribun stadion.
“Di final melawan Bhayangkara FC akan tetap bergema lagu ‘Bayar Bayar Bayar’” tulis mereka, dikutip dari akun X @mataramhorde_, Sabtu (22/2/2025).
Tak hanya itu saja, Suporter Mataram Horde lewat akun X @mataramhorde_, juga memposting lirik lagu Bayar Bayar Bayar.
Hal ini sebagai langkah persiapan, agar para suporter mengingat lirik lagu tersebut saat dinyanyikan dalam laga final Liga 2 yang mempertemukan PSIM Yogyakarta vs Bhayangkara FC.
"Hapalin lagunya! Jumat besok kita nyanyiin bareng di depan muka mereka!," tulis @mataramhorde_, dikutip RadarSolo.com pada Sabtu (22/2/2025).
Sebelumnya, Sukatani Band secara resmi menarik lagu ini dari semua platform digital pada Kamis (20/2/2025).
Keputusan tersebut diambil setelah muncul dugaan intimidasi dari aparat kepolisian yang merasa tersinggung dengan lirik "Bayar Polisi", yang dianggap menyindir praktik pungutan liar.
Dalam unggahan video, dua personel Sukatani, Muhammad Syifa Al Lutfi dan Novi Citra Indriyati, menyampaikan permintaan maaf kepada pihak kepolisian.
Mereka mengakui bahwa lagu tersebut menimbulkan kontroversi dan memilih untuk menariknya dari peredaran agar tidak memperkeruh suasana.
Namun, meskipun sudah ditarik, suporter PSIM tampaknya tak peduli. Mereka justru semakin bersemangat untuk menyanyikan lagu ini sebagai bentuk ekspresi di stadion.
Hingga saat ini, Bhayangkara FC belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana suporter PSIM tersebut.
Sementara itu, panitia penyelenggara Liga 2 juga belum mengeluarkan keputusan apakah lagu ini diperbolehkan dinyanyikan di stadion atau akan dilarang. (dam)
Editor : Damianus Bram