Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Pasoepati dan Ultras 1923 Sambut Hangat Suporter PSIM Yogyakarta Jelang Laga Final Liga 2 di Stadion Manahan

Damianus Bram • Selasa, 25 Februari 2025 | 17:35 WIB
Poster Final Liga 2 antara PSIM Yogyakarta dan Bhayangkara FC
Poster Final Liga 2 antara PSIM Yogyakarta dan Bhayangkara FC

RADARSOLO.COM – Kota Solo dipilih menjadi tuan rumah final Liga 2 2024/2025 yang mempertemukan PSIM Yogyakarta vs Bhayangkara Presisi FC pada 26 Februari 2025 di Stadion Manahan.

Keputusan pemindahan venue ke Stadion Manahan, Kota Solo ini disambut hangat oleh suporter Persis Solo, terutama dari DPP Pasoepati dan Ultras 1923. Bahkan mereka juga turut memberikan ucapan selamat kepada pendukung PSIM, Brajamusti, dan The Maident atas keberhasilan tim mereka promosi ke Liga 1.

Presiden DPP Pasoepati, Agoes Warsoep, mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian Laskar Mataram dan berharap Derby Mataram bisa kembali tersaji di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

"Selamat untuk teman-teman Brajamusti dan Maident. Derby Mataram jelas salah satu yang sangat dinantikan. Harapannya, Persis Solo segera keluar dari zona degradasi. Kami tetap optimistis dan setia mendukung apapun kondisinya. Semoga musim depan aturan larangan suporter tandang sudah dicabut," ujar Agoes kepada RadarSolo.com.

Sementara itu, perwakilan Ultras 1923, Beto, menilai bahwa promosi PSIM ke Liga 1 menandai era baru rivalitas Mataram setelah adanya gerakan Mataram is Love atau Mataram Islah pasca tragedi Kanjuruhan.

"Derby Mataram musim depan akan jadi ujian pertama setelah gerakan Mataram is Love mencuat pasca kejadian Kanjuruhan," kata Beto.

Namun, ia juga mengungkapkan perasaan campur aduk menyambut final Liga 2 di Manahan, terutama karena kondisi Persis Solo yang masih berjuang di papan bawah Liga 1.

"Final Liga 2 ini mungkin terasa hambar bagi kami. Melihat kebahagiaan PSIM tentu jadi anomali dengan kondisi Persis Solo saat ini. Ini bukan bentuk penolakan, tapi sekadar ungkapan bahwa pesta mereka adalah kebalikan dari apa yang kami rasakan," tambahnya.

Sebelumnya, final Liga 2 2024/2025 dijadwalkan berlangsung di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta. Namun, manajemen PSIM mengajukan perubahan venue karena bentroknya jadwal stadion dengan agenda lain.

Beberapa alternatif yang dipertimbangkan adalah Stadion Sultan Agung Bantul dan Stadion Moch Soebroto Magelang.

Namun, PT Liga Indonesia Baru (LIB) akhirnya memilih Stadion Manahan Solo karena memenuhi standar keselamatan dan kelayakan pertandingan.

"Kami menyadari potensi kekecewaan akibat perubahan lokasi final. Terutama bagi pendukung setia PSIM yang telah menantikan laga di kandang sendiri," tulis manajemen PSIM dalam pernyataan resminya, Sabtu (22/2/2025).

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Solo, Rini Kusumandari, membenarkan bahwa PT LIB telah mengajukan permohonan resmi untuk menggunakan Stadion Manahan sebagai venue final.

"Ya, final Liga 2 akan digelar di Stadion Manahan. Sudah ada permohonan resmi dari LIB dan kami telah menyetujui pemakaiannya," ujarnya, Minggu (23/2/2025).

Sementara itu, Bhayangkara Presisi FC juga menyambut laga final Liga 2 di Solo dengan penuh semangat.

"Solo, we are coming," tulis akun Instagram resmi Bhayangkara FC disertai poster pertandingan final yang menampilkan gambar Stadion Manahan.

Meskipun final Liga 2 di Solo menjadi momen penting bagi PSIM, bagi suporter Persis Solo ini sekaligus menjadi pengingat bahwa tim kebanggaan mereka masih berjuang di Liga 1.

Namun, dengan semangat sportivitas, Pasoepati dan Ultras 1923 tetap menyambut kedatangan suporter PSIM dengan tangan terbuka.

Mereka berharap rivalitas antara Persis Solo dan PSIM Yogyakarta tetap sehat dan menjadi contoh bagi sepak bola Indonesia ke depannya. (dam)

Editor : Damianus Bram
#persis solo #Ultras 1923 #stadion manahan #Final #liga 2 #Bhayangkara Presisi FC #psim yogyakarta #pasoepati #The Maident #brajamusti