RADARSOLO.COM – Persipal FC memastikan tempatnya di Liga 2 musim depan setelah meraih kemenangan tipis 1-0 atas Persikas Subang dalam laga terakhir Grup K babak playoff degradasi Liga 2 2024/2025.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Persikas, Subang, pada Selasa (25/2/2025) itu berlangsung ketat dengan tensi tinggi, diwarnai banyak kartu kuning.
Gol semata wayang dalam pertandingan ini dicetak oleh Moh Said pada menit ke-19.
Meski hanya satu gol tercipta, laga ini tetap menyajikan pertarungan sengit. Kedua tim bermain dengan intensitas tinggi, membuat wasit harus bekerja keras mengontrol jalannya pertandingan. Tercatat ada tujuh kartu kuning yang dikeluarkan.
Dari kubu Persikas Subang, Mohamad Fadil Redian mendapatkan kartu kuning pada menit ke-37, disusul Guilherme Felipe de Castro di menit ke-52, dan Krisna Prastiyo pada menit ke-54.
Sementara itu, Persipal FC juga tidak luput dari hukuman wasit. Mohamad Rizki mendapat kartu kuning di menit ke-12, Risqki Putra Utomo di menit ke-27, Moh Said di menit ke-42, dan Juscak Joshua Marthen Isir pada menit ke-49.
Kemenangan ini menjadi krusial bagi Persipal FC yang akhirnya finis di peringkat kedua Grup K dengan 15 poin hasil dari lima kemenangan dan tiga hasil seri.
Tambahan tiga poin dari laga terakhir ini memastikan mereka tetap bertahan di Liga 2 untuk musim depan.
Sementara itu, Persikas Subang juga tetap aman dengan status sebagai pemuncak klasemen Grup K. Namun, kemenangan Persipal membawa kabar buruk bagi Persipura Jayapura.
Tim berjuluk Mutiara Hitam harus puas finis di peringkat ketiga dengan raihan 14 poin.
Kondisi ini membuat Persipura masih harus menjalani satu pertandingan playoff tambahan melawan peringkat ketiga dari Grup J untuk menentukan nasib mereka di Liga 2 musim depan.
Di sisi lain, dua tim yang dipastikan terdegradasi dari Grup K adalah Persipa Pati yang hanya mampu mengoleksi 9 poin dan RANS Nusantara FC yang berada di dasar klasemen dengan 2 poin.
Hasil ini semakin memperjelas peta persaingan di babak playoff degradasi Liga 2, di mana beberapa tim harus berjuang ekstra untuk mempertahankan eksistensinya di kasta kedua sepak bola Indonesia. (nik)
Editor : Niko auglandy