RADARSOLO.COM - Laga pembuka pada Liga 1 musim depan, dipastikan akan mempertemukan PSIM Yogyakarta sebagai juara Liga 2 dengan juara Liga 1 musim ini.
Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Ferry Paulus mengatakan, hal ini menjadi sesuatu yang baru dalam pelaksanaan Liga 1 di musim depan.
Sejauh Ini PSIM Yogyakarta telah berhasil menjadi juara Liga 2, sedangkan juara Liga 1 masih dalam proses penentuan.
“Ya, tahun ini Liga 1 akan dibuka dengan laga antara juara Liga 2, PSIM Yogyakarta, melawan juara Liga 1 musim ini. Saat ini, kami masih menunggu siapa juara Liga 1 dan menentukan lokasi pertandingan,” katanya.
Sementara itu, Liga 2 musim depan akan mengalami perubahan format kompetisi. Beberapa perubahan signifikan meliputi:
- Jumlah tim berkurang dari 26 menjadi 20 tim.
- Liga dibagi menjadi dua grup, masing-masing berisi 10 tim.
- Babak delapan besar dan play-off degradasi dihapus.
- Juara grup langsung promosi ke Liga 1, sedangkan satu tiket promosi lainnya diperebutkan oleh runner-up grup.
- Dua tim peringkat terbawah (peringkat 10) dari masing-masing grup langsung terdegradasi ke Liga 3.
- Tim peringkat sembilan dari tiap grup akan menjalani play-off untuk menentukan satu tim terakhir yang turun ke Liga 3.
- Liga menggunakan format triple round-robin sebelum memasuki babak final antarjuara grup.
“Jumlah peserta hanya 20 tim, dibagi ke dua wilayah (Barat & Timur), dengan sistem kompetisi penuh triple round-robin. Kemudian, juara dari masing-masing grup akan bertemu untuk memperebutkan gelar, sementara satu slot promosi lainnya akan ditentukan melalui play-off runner-up,” jelas Ferry.
Kemudian, setelah sukses diterapkan di Liga 1, penggunaan Video Assistant Referee (VAR) kini dipastikan akan diterapkan secara penuh di Liga 2 mulai musim depan.
VAR sebelumnya telah diujicobakan dalam beberapa laga Liga 2 musim ini, termasuk dalam perebutan tempat ketiga antara Persijap Jepara vs PSPS, serta final antara PSIM Yogyakarta vs Bhayangkara FC.
“Nah, ke depan, kami pasti menggunakan VAR secara keseluruhan untuk Liga 2,” ujar Ferry Paulus, dikutip dari Antara.
Ferry optimistis jumlah wasit yang bertugas di VAR akan memadai, mengingat jumlahnya terus bertambah.
“Awalnya cuma 13, sekarang sudah lebih dari 20, dan kami yakin jumlahnya akan terus bertambah hingga mencapai target,” tambahnya. (dam)
Editor : Damianus Bram