RADARSOLO.COM – Pertandingan Liga 1 antara Persik Kediri dan Persis Solo di Stadion Brawijaya, Jumat (14/2/2025), menjadi sorotan bukan karena hasil akhir yang berakhir 0-0, melainkan karena aksi brutal striker asing Persik, Ramiro Fergonzi.
Persis Solo sebenarnya memiliki keuntungan besar sejak awal laga. Baru berjalan 25 detik, tim tuan rumah sudah kehilangan satu pemain akibat kartu merah langsung yang diberikan kepada Fergonzi.
Striker asal Argentina itu tertangkap melakukan pelanggaran keras dengan menyikut wajah Sutanto Tan, kapten Persis Solo, hingga terkapar di lapangan.
Wasit yang memimpin pertandingan langsung menghentikan laga untuk mengecek insiden ini melalui Video Assistant Referee (VAR). Setelah meninjau tayangan ulang, wasit tanpa ragu mengganjar kartu merah langsung kepada Fergonzi.
Namun, meskipun unggul jumlah pemain sejak menit pertama, Persis Solo gagal memanfaatkan keunggulan tersebut dan hanya mampu bermain imbang tanpa gol melawan 10 pemain Persik Kediri.
Hasil ini jelas menjadi kekecewaan bagi Laskar Sambernyawa yang membutuhkan tiga poin untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen Liga 1 2024/2025.
Kabar terbaru, tak hanya berakhir dengan kartu merah, aksi brutal Fergonzi akhirnya berbuntut panjang. Komite Disiplin (Komdis) PSSI menggelar sidang pada 20 Februari 2025, untuk menindaklanjuti insiden penyikutan tersebut. Setelah seminggu, hasil sidang resmi diumumkan kepada publik.
Berdasarkan keputusan Komdis PSSI, Fergonzi dijatuhi hukuman berat, yakni tambahan larangan bermain sebanyak 4 pertandingan dan Denda sebesar Rp 10 juta
Sanksi ini diberikan karena pelanggaran Fergonzi dinilai sangat serius, yakni menyikut pemain lawan secara sengaja tanpa adanya perebutan bola.
Komdis PSSI menilai tindakan tersebut sebagai bentuk permainan kasar yang tidak bisa ditoleransi dalam sepak bola profesional.
Hukuman ini tentunya menjadi pukulan telak bagi Persik Kediri yang kini harus kehilangan salah satu pemain andalan mereka di lini serang untuk beberapa pertandingan ke depan.
Dengan keputusan ini, PSSI semakin menegaskan komitmennya dalam menindak tegas tindakan tidak sportif di lapangan. Insiden ini pun menjadi peringatan bagi pemain lain agar tetap menjunjung tinggi fair play dalam kompetisi Liga 1. (nik)
Editor : Niko auglandy