RADARSOLO.COM - Komite Disiplin PSSI kembali menjatuhkan sanksi berat kepada sejumlah pemain dan klub setelah melakukan sidang pada 24 dan 25 Februari 2025.
Keputusan ini dikeluarkan setelah ditemukan berbagai pelanggaran serius dalam beberapa pertandingan, mulai dari tindakan tidak sportif di lapangan, kerusuhan suporter, hingga pelanggaran administratif.
Sanksi Tegas untuk PSGC dan Persekabpas
Pertandingan antara PSGC vs Persekabpas di ajang PNM Liga Nusantara 2024/2025 pada 21 Februari 2025 berakhir dengan berbagai insiden yang mencoreng sportivitas.
Pemain Aldi Imron Rosadi dari PSGC dan Hendra Aji Darmaja dari Persekabpas sama-sama mendapat kartu merah langsung setelah terlibat dalam pemukulan terhadap pemain lawan.
Keduanya dijatuhi hukuman tambahan berupa larangan bermain dalam dua pertandingan serta denda Rp 5 juta.
Selain insiden di dalam lapangan, suporter PSGC Ciamis juga melakukan sejumlah pelanggaran yang berujung sanksi.
Penyalaan dua flare di tribun timur sisi utara membuat klub ini dikenai denda Rp12,5 juta.
Tidak hanya itu, aksi pelemparan botol minuman oleh pendukung PSGC Ciamis di tribun barat sisi utara juga membuat klub harus membayar tambahan denda Rp5 juta.
Tak hanya PSGC, Persekabpas juga mendapat sanksi administratif.
Tim ini dinyatakan bersalah karena tidak menghadiri sesi konferensi pers setelah pertandingan, yang berakibat pada denda Rp2,5 juta.
Bentrok Panas di Liga 2: Insiden Brutal Persibo vs Gresik United
Pertandingan sengit di ajang Pegadaian Liga 2 2024/2025 antara Persibo Bojonegoro vs Gresik United FC pada 21 Februari 2025 juga berakhir dengan berbagai insiden tidak sportif.
Pemain Otavio Dutra dari Persibo serta Marko Ivanovic dan Kahar dari Gresik United FC, semuanya mendapatkan kartu merah langsung setelah melakukan aksi brutal.
Dutra dan Ivanovic kedapatan menanduk pemain lawan, sementara Kahar terlibat dalam pemukulan terhadap pemain lawan.
Ketiganya dijatuhi sanksi larangan bermain dua pertandingan tambahan serta denda Rp 5 juta per pemain.
Insiden di Liga 1: Alhassan Wakaso Terancam Hukuman Berat
Dalam pertandingan BRI Liga 1 2024/2025 antara Persis Solo vs Semen Padang yang digelar pada 21 Februari 2025, pemain Alhassan Wakaso dari Semen Padang melakukan tindakan yang tidak pantas dengan melontarkan kata-kata kasar kepada perangkat pertandingan.
Aksi tak terpuji ini berbuah hukuman berat dari Komdis PSSI. Wakaso dijatuhi larangan bermain selama empat pertandingan dan dikenai denda sebesar Rp50 juta.
Baca Juga: Komdis PSSI Hukum Berat Striker Persik Kediri yang Sikut Kapten Persis Solo
Komite Disiplin PSSI kembali menegaskan bahwa sportivitas adalah elemen utama dalam dunia sepak bola, dan setiap bentuk pelanggaran akan mendapatkan hukuman tegas.
Insiden-insiden seperti tindakan kasar di lapangan, provokasi suporter, serta pelanggaran administratif tidak akan ditoleransi.
Dengan semakin ketatnya aturan, diharapkan klub, pemain, dan suporter dapat menunjukkan sikap profesional dalam setiap pertandingan, sehingga kompetisi Liga Indonesia dapat berjalan dengan lebih fair dan menarik. (nik)
Editor : Niko auglandy