RADARSOLO.COM - Keberhasilan Persis Solo mengalahkan tuan rumah PSS Sleman dengan skor 1-4 dalam pekan ke-27 Liga 1 2024/2025, membawa mereka naik ke peringkat 14 klasemen sementara Liga 1.
Ya, dalam laga yang digelar di Stadion Jatidiri, Semarang, Selasa malam (11/3/2025) ini, Laskar Sambernyawa tampil memukau.
Klub kebanggan warga Solo ini berhasil menjauhkan posisinya dari zona degradasi. Dan kemenangan ini membawa mereka bertengger di peringat 14 klasemen sementara Liga 1.
Dalam laga ini, PSS Sleman sempat unggul lebih dulu di babak pertama melalui gol Nicolao Cardoso pada menit ke-12. Sayangnya, mereka tak mampu mempertahankan keunggulan.
Persis Solo tampil ganas di babak kedua dan membalas dengan empat gol melalui John Cley di menit ke-57, Lautaro Bellegia ke-67, serta dua gol Moussa Sidibe ke-79 dan ke-90+6.
Hasil ini membuat PSS tetap berada di zona degradasi, tepatnya di peringkat ke-17 dengan 22 poin.
Sementara itu, kemenangan membawa Persis Solo naik ke peringkat ke-14 klasemen sementara dengan 26 poin.
Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra, mengaku kecewa dengan hasil ini. Menurutnya, timnya tampil baik di babak pertama dengan mengontrol permainan dan menciptakan peluang. Namun, situasi berubah drastis di babak kedua setelah gol pertama Persis tercipta.
"Kami bermain baik di babak pertama, menguasai bola, menciptakan peluang, dan mencetak gol. Kami unggul 1-0, tetapi kebobolan pertama kami datang dari set piece. Gol kedua terlalu mudah bagi mereka," ujar Huistra dalam konferensi pers usai laga.
Huistra juga mengakui bahwa timnya mengambil risiko dengan bermain lebih terbuka setelah kebobolan.
Sayangnya, strategi tersebut malah memberi ruang bagi Persis untuk melakukan serangan balik yang berbahaya.
"Kami mencoba mengimbangi permainan, tetapi sayangnya justru memberi mereka ruang. Mereka punya pemain depan yang sangat berbahaya, terutama Sidibe, yang mencetak dua gol bagus," tambahnya.
Menurut Huistra, timnya sebenarnya percaya diri bisa memenangkan laga setelah unggul di babak pertama.
Namun, kesalahan dalam bertahan menjadi faktor utama yang membuat mereka kehilangan kendali di babak kedua.
Hasil buruk ini semakin menegaskan inkonsistensi PSS Sleman. Setelah sempat mengakhiri tren enam kekalahan beruntun dengan kemenangan atas Persita Tangerang pekan lalu, PSS nyatanya belum mampu menjaga momentum positif.
Meski begitu, Huistra menegaskan bahwa timnya tidak boleh larut dalam kekecewaan. Ia meminta para pemain untuk tetap fokus dan memanfaatkan waktu jeda kompetisi untuk memperbaiki kelemahan.
"Hasil ini mengecewakan. Tim kecewa, tetapi kami harus belajar, tetap bersatu, dan bekerja lebih keras. Masih ada tiga pekan sebelum laga berikutnya," ujarnya.
Sementara itu, pelatih Persis Solo Ong Kim Swee, mengungkapkan faktor utama di balik kemenangan memukau timnya atas PSS Sleman.
Ong Kim Swee menyoroti bagaimana perubahan taktik dan mentalitas pemain Laskar Sambernyawa menjadi pembeda setelah turun minum.
Menurutnya, perubahan strategi dan sikap positif para pemain di babak kedua menjadi kunci keberhasilan Persis Solo membalikkan keadaan.
“Kami menunjukkan pertandingan yang cukup baik di babak pertama, meskipun kita gagal memanfaatkan peluang di awal permainan. Namun pada babak kedua kita menunjukkan sikap positif. Beberapa pergantian pemain juga membantu tim untuk mendapat gol,” ungkapnya Ong Kim Swee.
Ong Kim Swee juga menyoroti bagaimana tekanan yang dialami PSS Sleman justru memberikan keuntungan bagi timnya.
"Akhirnya kita mendapat kemenangan penting, dan di masa yang sama kita tahu situasi Sleman sama kita, dimana mereka inginkan gol setelah tertinggal. Itu membuat kita mendapatkan gol dari counter attack, kita mampu menyempurnakan dengan baik," lanjut OKS.
Strategi dan perubahan permainan yang diterapkan Ong Kim Swee di babak kedua menjadi faktor krusial yang membawa Persis Solo meraih kemenangan gemilang dan kian menjauh dari zona degradasi. (dam)
Editor : Damianus Bram