RADARSOLO.COM - Setelah sejumlah provinsi sukses menyelenggarakan Liga 4 tingkat regional, kini giliran Liga 4 Papua Barat yang akan menggelar kompetisi tersebut untuk pertama kalinya.
Turnamen ini menjadi momentum penting bagi perkembangan sepak bola di provinsi ini, sekaligus membuka peluang bagi klub-klub lokal untuk unjuk gigi di level nasional.
Musim 2024-2025 Liga 4 zona Papua Barat akan diikuti oleh sembilan klub, yang berasal dari berbagai daerah di provinsi ini.
Klub-klub yang siap bertanding dalam kompetisi ini antara lain Bhayangkara FC Manokwari, Manokwari United, PS Kasuari Manokwari, PS Manokwari Selatan, Persegaf Pegunungan Arfak, Persipegaf Pegunungan Arfak, Persitelbin Teluk Bintuni, Kaimana FC, dan Persifa Fakfak.
Sayangnya, kompetisi ini harus kehilangan salah satu tim ikonik Papua Barat, yakni Perseman Manokwari.
Klub berjuluk Laskar Hinocofu ini dipastikan absen dari Liga 4 musim ini.
Absennya Perseman Manokwari tentu menjadi kabar kurang menyenangkan bagi para pendukung setianya, mengingat klub ini memiliki sejarah panjang dalam sepak bola Papua dan pernah menjadi salah satu tim yang disegani.
Meski begitu, Liga 4 Papua Barat tetap diharapkan menjadi ajang kompetitif bagi klub-klub yang bertanding. Kick-off pertandingan perdana telah dijadwalkan pada 20 Maret 2025 dan akan berlangsung di Stadion Sanggeng Manokwari.
Stadion yang menjadi kebanggaan masyarakat Manokwari ini akan menjadi saksi pertempuran tim-tim terbaik Papua Barat dalam memperebutkan tiket ke Liga 4 Nasional.
Namun, kompetisi ini memiliki tantangan besar karena hanya tersedia satu slot untuk wakil dari Papua Barat yang berhak melaju ke putaran nasional.
Berdasarkan surat resmi PSSI Nomor 1304/PGD/117/III-2025 yang diterbitkan pada 12 Maret 2025, kuota Liga 4 Papua Barat di putaran nasional memang terbatas.
Itu berarti, hanya tim juara Liga 4 Papua Barat yang berhak tampil di Liga 4 Nasional dan bersaing dengan tim-tim terbaik dari seluruh Indonesia.
Keputusan mengenai kuota ini memang sudah menjadi kebijakan tetap PSSI, di mana jumlah tiket yang diberikan ke setiap provinsi didasarkan pada beberapa faktor, seperti jumlah peserta yang ikut bertanding serta jumlah pertandingan yang diselenggarakan.
Oleh karena itu, beberapa provinsi dengan jumlah peserta lebih banyak mendapatkan kuota yang lebih besar.
Sebagai perbandingan, provinsi Jawa Timur yang memiliki jumlah peserta terbanyak di Liga 4 tingkat regional mendapatkan delapan kuota untuk putaran nasional.
Sementara itu, Jawa Barat mendapatkan enam kuota, Jawa Tengah mendapatkan empat kuota, sedangkan DKI Jakarta dan Banten masing-masing mendapatkan dua kuota.
Di sisi lain, DIY hanya mendapatkan satu kuota, sama seperti Papua Barat.
Setelah seluruh provinsi menyelesaikan kompetisi Liga 4 di tingkat regional, sebanyak 64 tim terbaik dari seluruh Indonesia akan bersaing di Liga 4 Nasional untuk memperebutkan tiket promosi ke Liga 3 musim 2025/2026.
Babak 64 besar Liga 4 Nasional sendiri dijadwalkan berlangsung mulai 21 hingga 26 April 2025, diikuti oleh babak 32 besar pada 29 April hingga 4 Mei 2025.
Kompetisi semakin memanas ketika memasuki babak 16 besar yang dijadwalkan pada 10-15 Mei 2025, kemudian berlanjut ke babak 8 besar pada 20-24 Mei 2025.
Puncaknya, final Liga 4 Nasional akan digelar pada 27 Mei 2025, di mana dua tim terbaik akan bertarung memperebutkan gelar juara Liga 4 Nasional 2025.
Hingga saat ini, beberapa provinsi masih dalam proses menyelesaikan kompetisi tingkat regionalnya.
Beberapa daerah yang belum menyelesaikan Liga 4 di tingkat provinsi antara lain Bangka Belitung, Nusa Tenggara Timur, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Sementara itu, beberapa provinsi lainnya seperti Kalimantan Utara, Papua Pegunungan, Papua Barat, Papua Barat Daya, Kalimantan Tengah, Papua Selatan, Maluku Utara, Papua Tengah, dan DKI Jakarta masih dalam tahap persiapan penyelenggaraan turnamen.
Di tengah persaingan sengit di berbagai wilayah, Papua Barat kini bersiap untuk menemukan wakil terbaiknya. Dengan hanya satu tiket yang tersedia, persaingan di Liga 4 Papua Barat dipastikan akan berlangsung ketat.
Setiap tim akan berusaha menampilkan performa terbaiknya demi mendapatkan kesempatan tampil di Liga 4 Nasional dan memperjuangkan peluang promosi ke kasta yang lebih tinggi.
Siapakah tim yang akan menjadi juara dan membawa nama Papua Barat ke panggung nasional? Semua akan terjawab dalam beberapa pekan ke depan, saat Liga 4 Papua Barat resmi bergulir di Stadion Sanggeng Manokwari. (nik)
Editor : Niko auglandy