Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

PSIS Semarang Hadapi Masalah Internal dan Terancam Terdegradasi: Pemain Apresiasi Keputusan Ruxi Hengkang

Niko auglandy • Kamis, 10 April 2025 | 22:15 WIB
Skuad PSIS Semarang hendak menjalani pertandingan di Liga 1.
Skuad PSIS Semarang hendak menjalani pertandingan di Liga 1.

RADARSOLO.COM – PSIS Semarang saat ini tengah berada dalam kondisi yang sangat sulit. Di klasemen sementara Liga 1, mereka kini berada di zona degradasi, tepatnya di posisi ke-16 dari 18 peserta.

Dari 27 laga yang telah dijalani, PSIS baru mengumpulkan 24 poin dengan hasil 6 kemenangan, 6 seri, dan 15 kekalahan.

Dengan hanya tersisa tujuh laga musim ini, PSIS Semarang kini berada di ambang hidup dan mati.

Apakah mereka bisa bertahan di Liga 1 atau harus legawa terdegradasi ke Liga 2, semuanya akan ditentukan dalam tujuh laga sisa.

Namun, di tengah persaingan sengit di Liga 1, PSIS Semarang harus menghadapi masalah internal yang tidak kalah rumit.

Isu penunggakan gaji mencuat ke permukaan. Bahkan, dua pemain asing mereka baru saja mengumumkan hengkang dari tim.

Terbaru, Roger Bonet yang akrab disapa Ruxi mengikuti jejak Evandro Brandao, pemain PSIS Semarang lainnya, yang sudah lebih dulu memutuskan hengkang akibat polemik gaji yang belum diselesaikan oleh manajemen.

Keputusan Ruxi untuk hengkang disambut baik oleh banyak pemain PSIS Semarang, termasuk oleh Evandro.

"Kurasa hanya pemain yang tidak disiplin. Nah, teman saya, apa yang bisa saya katakan? Segala hormat kepada Anda yang menunjukkan profesionalisme tingkat tertinggi dan mencoba segalanya untuk membantu. Kami berdiri di perahu yang sama, jadi sekarang aku mendukungmu sampai akhir. Ngomong-ngomong, apakah 12 hari tertunda?" tulis Evandro (@evandrob_47) di kolom komentar postingan Ruxi.

Sementara itu, pemain asing PSIS Semarang lainnya, yakni Boubakary Diarra, juga memberikan semangat atas ketegasan Ruxi ini.

"Hormat, saudara ku, terima kasih atas segalanya. Kau profesional yang hebat dan bersemangat tentang sepak bola," ucapnya (@b.diarra21).

Kiper PSIS Semarang, Adi Satryo, juga memberi apresiasi atas keberanian Ruxi dalam mengambil sikap.

"Pastikan hak-hakmu dihormati, kawan," ucapnya di kolom komentar (@adisatryoo).

Ruxi membuat surat terbuka tentang perasaannya di akun Instagram (@ruxiiii4).

"Dengan berat hati, saya memutuskan untuk meninggalkan PSIS dan mengakhiri kontrak saya dengan klub, dengan alasan yang tepat," tulis Ruxi dalam kalimat pembuka surat terbukanya.

Selama membela Laskar Mahesa Jenar di Liga 1 2024/2025 musim ini, Ruxi bermain sebanyak 20 kali dan telah mendapatkan 3 kartu kuning.

"Saya selalu memberikan yang terbaik untuk klub, mencoba berkontribusi baik di dalam maupun di luar lapangan. Namun sayangnya, standar profesional dan kondisi kerja minimum yang diharapkan belum terpenuhi selama berbulan-bulan," ujar Ruxi.

Isu penunggakan gaji memang mencuat dan menjadi masalah di PSIS Semarang saat ini. Ruxi pun membenarkan bahwa situasi internal tim tidak dalam keadaan yang baik.

"Terlepas dari kesabaran, usaha, dan harapan, tidak ada kemajuan yang nyata, atau bahkan keinginan yang jelas untuk maju. Kami mencoba untuk mengubah banyak hal dari dalam, memperjuangkan lebih banyak profesionalisme dan memperbaiki situasi terkait gaji yang belum dibayarkan, penundaan, dan pembayaran cicilan yang mempengaruhi para pemain, pelatih, dan ofisial," jelasnya.

Keputusan untuk hengkang sudah dipikirkan sangat matang oleh Ruxi. Keputusan ini jelas berat baginya, namun ia yakin semua pihak pasti mengerti keputusannya.

"Kami melakukan semua yang kami bisa untuk tetap berkomitmen dan bersatu meskipun banyak tantangan yang kami hadapi, tetapi pada akhirnya, hal itu tidak lagi memungkinkan," tegasnya. (nik)

Editor : Niko auglandy
#liga 1 #psis semarang #Ruxi