Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Para Legenda Sepak Bola Indonesia Ikut Ramaikan 64 Besar Liga 4 Nasional, Selain Bustomi eks pemain Timnas Ini Kini Juga Sudah Jadi Pelatih

Niko auglandy • Rabu, 23 April 2025 | 17:15 WIB
Pelatih Persema Malang Ahmad Bustomi saat memberikan komentar.
Pelatih Persema Malang Ahmad Bustomi saat memberikan komentar.

RADARSOLO.COM - Kompetisi Liga 4 Nasional 2024/2025 resmi dimulai dengan babak 64 besar, dan persaingan langsung memanas.

Sebanyak 64 tim terbaik dari berbagai provinsi Indonesia bersaing untuk meraih posisi di Liga 3 (Liga Nusantara) musim depan.

Target utama setiap tim jelas: lolos ke babak 32 besar, dan pada akhirnya mendapatkan kesempatan promosi ke kasta yang lebih tinggi.

Meskipun bertanding di kasta keempat, para tim tidak segan menurunkan pemain terbaik mereka, bahkan sejumlah nama besar yang pernah berkarir di Liga 1 juga ikut meramaikan persaingan di Liga 4.

Liga 4 2024/2025 menjadi ajang yang mempertemukan talenta muda dengan pemain berpengalaman.

Bahkan, beberapa mantan pemain Timnas Indonesia kini menjabat sebagai pelatih kepala di klub-klub Liga 4.

Hal ini menjadi bukti komitmen besar dalam membangun regenerasi sepak bola Indonesia, terutama di level akar rumput. Kehadiran mereka juga membawa harapan besar bagi pembinaan pemain muda di seluruh Indonesia.

Salah satu pelatih yang mencuri perhatian adalah Ahmad Bustomi, mantan gelandang tengah Timnas Indonesia.

 Bustomi, yang dikenal dengan kemampuannya menjaga ritme permainan dan umpan akurat, kini melatih Persema Malang. Dia berharap bisa membimbing timnya menuju kesuksesan di kompetisi ini, serta berperan penting dalam pengembangan sepak bola Indonesia.

Selain Bustomi, ada pula Arif Suyono atau yang akrab disapa “Keceng”, mantan winger lincah yang sempat tampil di Piala Asia 2007 dan Piala AFF 2008. Kini, Suyono dipercaya menangani Persikoba Kota Batu. Dengan pengalaman bermain di level internasional, dia siap membawa timnya bersaing di kompetisi ini.

Di sisi lain, Oktovianus Maniani, mantan pemain Timnas Indonesia yang dikenal dengan semangat dan kecepatannya, kini menjabat sebagai pelatih Persimer Merauke.

Maniani, yang sebelumnya membela banyak klub besar seperti PSMS Medan, Sriwijaya FC, dan Barito Putera, berharap pengalamannya sebagai pemain bisa menular ke anak asuhnya.

Tak kalah menarik, Ambrizal, mantan bek tangguh Timnas Indonesia, kini mengisi posisi pelatih di Pekanbaru FC. Meski jarang tampil di turnamen besar, Ambrizal dikenal sebagai sosok yang disiplin di lini belakang. Dia kini berharap bisa memberikan pengaruh positif terhadap timnya dan berjuang untuk lolos ke Liga 3.

Sementara itu, Eduard Ivakdalam, legenda sepak bola Papua, dipercaya untuk melatih Manokwari United FC. Gelandang serang yang membela Timnas Indonesia sejak 1996 hingga 2004 ini dikenal dengan teknik tinggi dan visi bermain luar biasa.

Ivakdalam kini menjadi panutan banyak pemain muda, terutama di Papua, dan berharap bisa membawa Manokwari United melangkah lebih jauh di Liga 4.

Dengan kehadiran para legenda sepak bola Indonesia di kursi pelatih, Liga 4 Nasional 2024/2025 dipastikan akan semakin kompetitif. Komitmen mereka untuk meningkatkan kualitas sepak bola di Indonesia sangat terasa, dan ini menjadi langkah positif dalam pengembangan talenta-talenta muda dari berbagai daerah. (nik)

Berikut adalah daftar pelatih yang siap unjuk gigi di Liga 4 2024/2025:

GRUP A

Persip Pekalongan – Mochammad Hasan

Persibat Batanghari – Yefri Yanes

PS Hizbul Wathan – Nopendi

Harimau Indonesia FC – Lebry Hidayatulloh

GRUP B

Persibat Batang – Imral

Celebest FC – Lukman M

Persikomet Metro – Dili Arissandi

Perseftim – Adrianus Patrik Domal

GRUP C

PS Sandeq Polman – Daeng Masiga

PS Bangka – Rumeli Hesar

TRI Brata Rafflesia FC – M Nasir

Cimahi United – Yadi Mulyadi

GRUP D

Persic Cilegon – Hariyadi

Persipegaf – Masdra Nurriza

Gabsis Sambas – Jefridin Anwar

Persilutim Luwu Timur – Anton Samba

GRUP E

Persebi Boyolali – Khamid Mulyono

Wahana FC – Agus Rianto

Persitara Jakarta Utara – Nurjati

Persidom – Agus Rianto

GRUP F

Persika Karanganyar – Slamet Riadi

Klabat XIII Jayasakti FC – Mohammad Ferranudin

Persipuncak Puncak Cartenz – Kornelis Frengki

PS Kwarta – Irwansyah Panjaitan

GRUP G

Persidi IDI – Ridwan Salam

PS Palembang – Jarot

Bintang Timur Atambua – Maman Suryaman

PS Mojokerto Putra – Ridwan Oesman

GRUP H

Persikos Kota Sorong – Nivaldo M Tutuhatunewa

Victory Dairi – Lesmana Hardi

Josal FC Piaman – Joni Effendi

Persema Malang – Ahmad Bustomi

GRUP I

Persinga Ngawi – Joko Susilo

Sylva Kalteng FC – A Eko Tamamie

Mangiwang FC – Yusrifar

PSPP Padang Panjang – Suprianto

GRUP J

Inter Kediri – Budiarjo Thalib

Batavia FC – Hadian Anton

Pesik Kuningan – Boy Jati Asmara

Persikasi Bekasi – Abdulah Safei

GRUP K

Persikoba Kota Batu – Arif Suyono

Kartanegara FC – Baso

ASIOP – Apridiawan

Bumara FC – Amirul Mukminin

GRUP L

Persimer Merauke – Oktovianus Maniani

PS Kabupaten Tapin – Bagus Prabowo

Sang Maestro – Khirul Anam

PSAB Aceh Besar – T Helza Rahmad

GRUP M

Mitra Surabaya – Slamet Sampurno

Kreasindo FC – Redi Supriyanto

Persikabumi – Muhidin Setiawan

Persital FC – Romi S Malanua

GRUP N

Persewangi Banyuwangi – Purwanto

Pekanbaru FC – Ambrizal

Manokwari United FC – Eduard Ivakdalam

 

GRUP O

PERSEDEN Denpasar – Anak Agung KT Bramastra

UHO MZF FC – Jumy Lianto

PS Peureulak Raya – Rizki Zulfitri

Persipu – Adi Putra Setiawan

GRUP P

Persemal Malinau – Otniel Udan

Persigubin Pegunungan Binta – Priagung Dani Atmoko

PERSABATA LEMBATA – Adnan Mahing

Putra Plaosan Martapura – Susilo Sudarman

 

Editor : Niko auglandy
#liga 4 #Oktavianus Maniani #Bustomi