RADARSOLO.COM - Kompetisi Liga 4 Nasional 2024/2025 resmi dimulai dengan babak 64 besar, dan persaingan langsung memanas.
Sebanyak 64 tim terbaik dari berbagai provinsi Indonesia bersaing untuk meraih posisi di Liga 3 (Liga Nusantara) musim depan.
Target utama setiap tim jelas: lolos ke babak 32 besar, dan pada akhirnya mendapatkan kesempatan promosi ke kasta yang lebih tinggi.
Meskipun bertanding di kasta keempat, para tim tidak segan menurunkan pemain terbaik mereka, bahkan sejumlah nama besar yang pernah berkarir di Liga 1 juga ikut meramaikan persaingan di Liga 4.
Liga 4 2024/2025 menjadi ajang yang mempertemukan talenta muda dengan pemain berpengalaman.
Bahkan, beberapa mantan pemain Timnas Indonesia kini menjabat sebagai pelatih kepala di klub-klub Liga 4.
Hal ini menjadi bukti komitmen besar dalam membangun regenerasi sepak bola Indonesia, terutama di level akar rumput. Kehadiran mereka juga membawa harapan besar bagi pembinaan pemain muda di seluruh Indonesia.
Salah satu pelatih yang mencuri perhatian adalah Ahmad Bustomi, mantan gelandang tengah Timnas Indonesia.
Bustomi, yang dikenal dengan kemampuannya menjaga ritme permainan dan umpan akurat, kini melatih Persema Malang. Dia berharap bisa membimbing timnya menuju kesuksesan di kompetisi ini, serta berperan penting dalam pengembangan sepak bola Indonesia.
Selain Bustomi, ada pula Arif Suyono atau yang akrab disapa “Keceng”, mantan winger lincah yang sempat tampil di Piala Asia 2007 dan Piala AFF 2008. Kini, Suyono dipercaya menangani Persikoba Kota Batu. Dengan pengalaman bermain di level internasional, dia siap membawa timnya bersaing di kompetisi ini.
Di sisi lain, Oktovianus Maniani, mantan pemain Timnas Indonesia yang dikenal dengan semangat dan kecepatannya, kini menjabat sebagai pelatih Persimer Merauke.
Maniani, yang sebelumnya membela banyak klub besar seperti PSMS Medan, Sriwijaya FC, dan Barito Putera, berharap pengalamannya sebagai pemain bisa menular ke anak asuhnya.
Tak kalah menarik, Ambrizal, mantan bek tangguh Timnas Indonesia, kini mengisi posisi pelatih di Pekanbaru FC. Meski jarang tampil di turnamen besar, Ambrizal dikenal sebagai sosok yang disiplin di lini belakang. Dia kini berharap bisa memberikan pengaruh positif terhadap timnya dan berjuang untuk lolos ke Liga 3.
Sementara itu, Eduard Ivakdalam, legenda sepak bola Papua, dipercaya untuk melatih Manokwari United FC. Gelandang serang yang membela Timnas Indonesia sejak 1996 hingga 2004 ini dikenal dengan teknik tinggi dan visi bermain luar biasa.
Ivakdalam kini menjadi panutan banyak pemain muda, terutama di Papua, dan berharap bisa membawa Manokwari United melangkah lebih jauh di Liga 4.
Dengan kehadiran para legenda sepak bola Indonesia di kursi pelatih, Liga 4 Nasional 2024/2025 dipastikan akan semakin kompetitif. Komitmen mereka untuk meningkatkan kualitas sepak bola di Indonesia sangat terasa, dan ini menjadi langkah positif dalam pengembangan talenta-talenta muda dari berbagai daerah. (nik)
Berikut adalah daftar pelatih yang siap unjuk gigi di Liga 4 2024/2025:
GRUP A
Persip Pekalongan – Mochammad Hasan
Persibat Batanghari – Yefri Yanes
PS Hizbul Wathan – Nopendi
Harimau Indonesia FC – Lebry Hidayatulloh
GRUP B
Persibat Batang – Imral
Celebest FC – Lukman M
Persikomet Metro – Dili Arissandi
Perseftim – Adrianus Patrik Domal
GRUP C
PS Sandeq Polman – Daeng Masiga
PS Bangka – Rumeli Hesar
TRI Brata Rafflesia FC – M Nasir
Cimahi United – Yadi Mulyadi
GRUP D
Persic Cilegon – Hariyadi
Persipegaf – Masdra Nurriza
Gabsis Sambas – Jefridin Anwar
Persilutim Luwu Timur – Anton Samba
GRUP E
Persebi Boyolali – Khamid Mulyono
Wahana FC – Agus Rianto
Persitara Jakarta Utara – Nurjati
Persidom – Agus Rianto
GRUP F
Persika Karanganyar – Slamet Riadi
Klabat XIII Jayasakti FC – Mohammad Ferranudin
Persipuncak Puncak Cartenz – Kornelis Frengki
PS Kwarta – Irwansyah Panjaitan
GRUP G
Persidi IDI – Ridwan Salam
PS Palembang – Jarot
Bintang Timur Atambua – Maman Suryaman
PS Mojokerto Putra – Ridwan Oesman
GRUP H
Persikos Kota Sorong – Nivaldo M Tutuhatunewa
Victory Dairi – Lesmana Hardi
Josal FC Piaman – Joni Effendi
Persema Malang – Ahmad Bustomi
GRUP I
Persinga Ngawi – Joko Susilo
Sylva Kalteng FC – A Eko Tamamie
Mangiwang FC – Yusrifar
PSPP Padang Panjang – Suprianto
GRUP J
Inter Kediri – Budiarjo Thalib
Batavia FC – Hadian Anton
Pesik Kuningan – Boy Jati Asmara
Persikasi Bekasi – Abdulah Safei
GRUP K
Persikoba Kota Batu – Arif Suyono
Kartanegara FC – Baso
ASIOP – Apridiawan
Bumara FC – Amirul Mukminin
GRUP L
Persimer Merauke – Oktovianus Maniani
PS Kabupaten Tapin – Bagus Prabowo
Sang Maestro – Khirul Anam
PSAB Aceh Besar – T Helza Rahmad
GRUP M
Mitra Surabaya – Slamet Sampurno
Kreasindo FC – Redi Supriyanto
Persikabumi – Muhidin Setiawan
Persital FC – Romi S Malanua
GRUP N
Persewangi Banyuwangi – Purwanto
Pekanbaru FC – Ambrizal
Manokwari United FC – Eduard Ivakdalam
GRUP O
PERSEDEN Denpasar – Anak Agung KT Bramastra
UHO MZF FC – Jumy Lianto
PS Peureulak Raya – Rizki Zulfitri
Persipu – Adi Putra Setiawan
GRUP P
Persemal Malinau – Otniel Udan
Persigubin Pegunungan Binta – Priagung Dani Atmoko
PERSABATA LEMBATA – Adnan Mahing
Putra Plaosan Martapura – Susilo Sudarman
Editor : Niko auglandy