RADARSOLO.COM - Ujian berat menanti Laskar Sambernyawa -julukan Persis Solo - kala menjamu Persita Tangerang di Stadion Manahan, Minggu (27/4) sore (live Vidio.com pukul 15.30).
Sejarah mencatat, Persis Solo belum sekalipun mampu menaklukkan tim berjuluk Pendekar Cisadane di Liga 1.
Demi memutus rekor negatif itu, Sho Yamamoto dkk dipastikan harus tampil habis-habisan di hadapan pendukung sendiri.
Catatan kelam tersebut terjadi sejak bentrok di berbagai kompetisi. Mulai dari Liga 2 2019, Piala Presiden, hingga Liga 1, di mana bond kebanggaan wong Solo tak pernah sekalipun mencicipi manisnya kemenangan atas Pendekar Cisadane.
Dalam lima pertemuan terakhir di kasta tertinggi, hasilnya juga belum berpihak kepada Persis. Empat kali tumbang, satu kali tertahan imbang.
Kekalahan terakhir terjadi pada 8 Desember 2024 lalu, Persita Tangerang menjegal Persis Solo dengan skor 2-0 di kandangnya sendiri.
Akhir pilu juga terjadi sepanjang musim 2023/2024, Persis Solo dipaksa menyerah di depan pendukungnya sendiri dengan skor 1-2, (26/4/2024). Situasi serupa juga terjadi di putaran pertama, Persita kembali membenamkan Persis Solo 2-1, (26/10/2023).
Satu-satunya hasil imbang tercipta pada 28 Januari 2023 di kandang Persita, dengan skor 0-0. Sementara pertemuan pada 14 Agustus 2022 juga dimenangkan Persita dengan skor 2-1.
"Itu mungkin suatu record yang harus kita coba ubah. Tapi dalam kedudukan kita sekarang, Persis tidak boleh memikirkan record-record yang lalu. Kita harus berada dalam situasi yang cukup positif terutama bermain di Manahan, di depan pendukung kita yang saya harap dapat memenuhi stadion untuk memotivasi pemain," ucap Head Coach Persis Solo Ong Kim Swee.
OKS -sapaan akrab Ong Kim Swee- mengingatkan, posisi Laskar Sambernyawa urung aman. Menilik klasemen sementara, Persis masih jauh dari kata aman. Sho Yamamoto dan kolega masih tertahan di peringkat ke-13 dengan raihan 29 poin. Di sisi lain, Persita Tangerang sudah lebih dulu mengamankan posisinya di papan tengah dengan koleksi 42 poin (peringkat ke-10).
"Kondisi yang berbeda antara Persita dan Persis, dimana Persita sudah aman, mereka dalam situasi yang lebih baik dari Persis. Sementara Persis masih belum berada dalam kedudukan yang selamat," lanjut OKS.
Kendati demikian, Laskar Sambernyawa juga tengah diselimuti angin positif. Pekan lalu, racikan Ong Kim Swee sukses mencuri tiga poin penuh dari markas Barito Putera. Kemenangan tipis lewat gol tunggal Eky Taufik menjadi suntikan moral penting, yang diharapkan mampu menjadi awal dari tren positif Persis Solo ke depan.
"Semua keputusan terletak pada tangan kita sendiri, kita tidak harus memikirkan tim-tim lain. Terpenting kita harus berusaha mendapatkan poin-poin penting. Demi memastikan kita menjauh dari zona merah," tegas juru taktik asal Malaysia tersebut.
Menjelang laga krusial ini, Laskar Sambernyawa mendapat amunisi tambahan. Dua pilar pertahanan, Eduardo Kunde dan Gianluca Pandeynuwu, dikabarkan telah kembali memperkuat skuad setelah absen cedera sebelumnya.
Tak hanya itu, gelandang andalan Lautaro Belleggia juga sudah siap tampil usai menepi di laga kandang terakhir.
"Kami datang dari suatu pertandingan yang sangat penting (lawan Barito pekan lalu). Besok kita akan berusaha mendapatkan tiga poin dan mencoba menjauh dari posisi bawah. Tim juga menunjukkan karakter yang sangat positif setelah kekalahan atas Malut ke kemenangan atas Barito Putera," ucap Lautaro Belleggia.
Di sisi lain, record unggul tak membuat Persita besar kepala. Head Coach Persita Tangerang Fabio Lefundes percaya, setiap game itu tak sama. Kondisi antara game sebelumnya dan sekarang pun berbeda, baik dari momentum, pemain, ataupun pelatih.
"Kami bermain lawan Persis di putaran pertama beda kondisinya. Kita harus tau kita datang dengan good moment dan juga mereka. Kita hanya perlu fokus, kita harus berpikir tidak hanya tentang besok atau kemarin tapi untuk masa depan. Sekarang Solo punya momentum berbeda, tim, pemain, pelatih berbeda, sikap mereka juga berbeda. Kami harus kasih yang terbaik besok," pungkasnya. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy