RADARSOLO.COM - Persis Solo sukses memutus kutukan susah menang atas Persita tangerang. Kemenangan 1-0 di Stadion Manahan, Minggu sore (27/4) dalam laga lanjutan Liga 1 membawa Laskar Sambernyawa sukses revans atas Pendekar Cisadane (julukan Persita).
Dalam delapan pertemuan terakhir, Persis tak pernah bisa menang. Hanya bisa dua kali seri dengan skor kacamata. Sisanya berakhir kalah.
Namun semua kewaswasan itu akhirnya berhasil berakhir dengan manis, saat di laga ke-30 musim ini, Persis sukses kalahkan Persita di Manahan.
Bermain di bawah sorakan ribuan pendukung setia, Laskar Sambernyawa langsung mengendalikan jalannya pertandingan sejak peluit awal dibunyikan.
Sho Yamamoto dan kawan-kawan tampil dominan, menekan dari berbagai lini tanpa memberi ruang bagi tim tamu untuk mengembangkan permainan.
Pertahanan solid serta penguasaan bola yang impresif membuat Persita lebih banyak bertahan sepanjang babak pertama.
Meski demikian, tekanan tanpa akhir dari anak asuh Ong Kim Swee belum mampu menghasilkan gol. Peluang emas baru hadir di menit ke-28 melalui sepakan keras Lautaro Belleggia yang menerima umpan matang dari Moussa Sidibe.
Sayang, penyelamatan gemilang dari kiper Persita Tangerang Igor Rodrigues menggagalkan upaya itu.
Hanya berselang dua menit, publik pecinta Laskar Sambernyawa sempat bergemuruh. John Cley berhasil menyundul bola masuk ke gawang Persita usai menerima umpan silang Sho Yamamoto.
Namun, gol tersebut dianulir oleh wasit Asep Yandis. Eks punggawa Bekasi City FC itu tertangkap offside oleh kamera VAR (Video Assistant Referee).
Sementara di penghujung babak pertama, Persita tak tinggal diam. Pendekar Cisadane -sebutan Persita- mendapat peluang melalui tendangan bebas.
Eksekusi Sin Yeong Bae langsung mengarah ke pelukan kiper Persis, Muhammad Riyandi. Babak pertama pun berakhir dengan skor 0-0.
Memasuki babak kedua, Laskar Sambernyawa dihadiahi penalti oleh Asep Yandis. Menit ke-54 Zanadin Fariz dijatuhkan pemain Persita di kotak terlarang.
Setelah mengecek VAR, wasit sontak menunjuk titik putih. Tapi sayang, keberuntungan belum memihak sang eksekutor, Moussa Sidibe. Sepakannya melenceng ke samping gawang tim tamu.
Disaksikan 11.352 penonton, Sho Yamamoto dan kolega enggan menyerah. Setelah gagal penalti, usaha cetak gol tak luntur. Menit ke-82, Zanadin Fariz hampir saja membuat Laskar Sambernyawa unggul lewat tendangan kerasnya dari luar kotak penalti. Tapi mistar gawang masih menyelamatkan nasib Persita Tangerang.
Gol yang dinanti-nanti publik Manahan terjadi pada menit ke-86. Kerja sama epik antara Moussa Sidibe, Althaf Indie, dan Sho Yamamoto membuahkan hasil.
Tanpa penjagaan, Sho Yamamoto membawa Laskar Sambernyawa unggul 1-0 sekaligus mengunci kemenangan pada sore ini.
Head Coach Persis Solo Ong Kim Swee (OKS) menuturkan skuadnya mampu mengawali permainan dengan baik meski gagal mencatatkan gol di babak pertama.
"Tapi terpenting kami dapat gol yang penting. Pemain berusaha, sehingga menit-menit akhir menunjukkan karakter positif. Dua pertandingan, kami tidak kebobolan, ini sebuah langkah atau prestasi yang jarang kami terima. Menang berturut-turut dua kali. Pemain menciptakan rekor, kita harap ini diteruskan," ucap OKS.
Hasil ini membawa Persis Solo kini ada di posisi ke-13 dengan tabungan 32 poin, dengan rapor delapan menang, delapan seri, dan 14 kali kalah. Persis hanya butuh empat poin lagi dari empat laga sisa musim ini agar bisa aman tak terdegradasi ke Liga 2. (nik)
Editor : Niko auglandy