Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Laga Persika Karanganyar Tanpa Penonton, Semua Karena Satu Insiden yang Menghebohkan dan Memalukan

Niko auglandy • Kamis, 1 Mei 2025 | 19:59 WIB

MEMBANGGAKAN: Pemain Persika Karanganyar lakukan selebrasi usai menjebol gawang Bintang Timur Atambua, Selasa (29/4)
MEMBANGGAKAN: Pemain Persika Karanganyar lakukan selebrasi usai menjebol gawang Bintang Timur Atambua, Selasa (29/4)

RADARSOLO.COM - Laga lanjutan babak 32 besar Liga 4 Nasional 2024/2025 antara Persika Karanganyar dan Josal FC yang dijadwalkan pada Kamis sore, 1 Mei 2025, di Stadion Angkatan 45 akan digelar tanpa penonton.

Keputusan ini diambil secara mendadak setelah sebelumnya manajemen Persika Karanganyar telah membuka loket tiket untuk pertandingan tersebut.

Keputusan besar ini datang setelah pernyataan resmi dari PSSI, yang mengumumkan bahwa laga tersebut digelar tanpa penonton sebagai bagian dari hukuman akibat tindakan rasisme yang terjadi pada pertandingan sebelumnya.

Persika Karanganyar melalui akun Instagram resmi mereka (@persika_karanganyar) menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi dan menegaskan bahwa tindakan rasisme tersebut tidak dapat dibenarkan.

"No room for racism, Persika Karanganyar mengutuk keras segala tindakan rasis. Kami memohon maaf kepada Bintang Timur Atambua atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat ulah oknum," tulis Persika Karanganyar dalam pernyataannya.

Baca Juga: Peluang Persika Karanganyar Raih Tiket ke-16 Besar Liga 4 Lebih Cepat Terbuka Lebar, Ini Syaratnya

Melalui akun Instagram mereka (@bintang_timuratambua), klub Bintang Timur Atambua membuat surat terbuka yang mengutuk keras tindakan rasisme tersebut, meskipun mereka kalah dalam pertandingan tersebut.

Insiden rasisme tersebut terjadi saat laga antara Persika Karanganyar dan Bintang Timur Atambua pada 29 April 2025 di Stadion Angkatan 45, di mana beberapa pemain Bintang Timur Atambua mengalami teriakan rasis dari oknum suporter tuan rumah.

Manajemen Bintang Timur Atambua menjelaskan kronologisnya saat timnya melawan tuan rumah Persika Karanganyar.

Terdengar berbagai teriakan dan seruan yang datang dari kelompok suporter, yang menurut regulasi pertandingan, suporter tamu tidak diperbolehkan hadir.

Baca Juga: Hasil Game Pertama 32 Besar Liga 4, 29 April: Tiga Laga Berakhir Imbang hanya Persitara Jakarta Utara yang Raih Kemenangan

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa suporter yang melakukan tindakan tersebut adalah suporter dari tim tuan rumah, Persika Karanganyar.

Pada babak kedua, saat pemain bek kanan dan pemain sayap kanan, atau pemain yang sedang menguasai bola, berada di daerah dekat kumpulan suporter—terutama di sekitar papan skor—terdengar seruan rasisme yang sangat mengganggu.

Berdasarkan pengakuan salah satu pemain Bintang Timur Atambua, teriakan tersebut berisi kata-kata yang sangat tidak pantas seperti “Cobra Hitam”, “Celeng”, “Kenting”, dan berbagai seruan lainnya yang jelas berbau rasisme.

Insiden ini sangat disayangkan, karena tidak hanya mencederai integritas olahraga, tetapi juga menunjukkan adanya diskriminasi dalam kompetisi yang seharusnya menyatukan semua elemen masyarakat melalui semangat persatuan dalam olahraga.

Baca Juga: Hasil Lengkap Liga 4 hari ini: Batavia FC Persebata Lembata, dan Persigubin Raih Tiga Poin, Dua laga Berakhir Imbang

Mereka menyoroti ketidakadilan sosial yang terjadi di lapangan, yang tidak hanya merusak integritas olahraga, tetapi juga mencederai semangat persatuan dan kesatuan di Indonesia.

"Kami kalah, tapi kami tetap berjuang untuk harga diri kami. Kami boleh hitam, kami boleh keriting, tetapi kami Indonesia," ungkap pernyataan dari Bintang Timur Atambua.

Bintang Timur Atambua juga telah mengajukan surat pengaduan resmi kepada panitia penyelenggara Liga 4 Nasional mengenai insiden tersebut.

Surat yang bernomor 264/BeTA/IV/2025 tersebut meminta tindakan tegas terhadap oknum-oknum yang terlibat dalam tindakan rasisme ini dan berharap agar kejadian serupa tidak terulang lagi di pertandingan sepakbola Indonesia.

Sebagai bagian dari langkah perbaikan, manajemen Persika Karanganyar menyatakan bahwa tiket yang sudah dibeli untuk laga melawan Josal FC akan tetap berlaku untuk laga ketiga, yang akan dilaksanakan pada Sabtu, 3 Mei 2025, ketika Persika Karanganyar melawan Persitara Jakarta Utara di Stadion Angkatan 45.

Keputusan ini memicu perdebatan di kalangan para penggemar sepak bola dan masyarakat umum, yang berharap agar tindakan rasisme dalam dunia olahraga dapat diatasi dengan tegas agar tidak merusak semangat persatuan dalam olahraga. (nik)

Editor : Niko auglandy
#liga 4 #Bintang Timur Atambua #Persika Karanganyar #Josal FC