RADARSOLO.COM - Nasib beberapa nama yang kontraknya hampir habis masih menjadi teka-teki. Di tengah perjuangan menjaga asa bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Laskar Sambernyawa -julukan Persis Solo- memilih untuk menahan langkah.
Tak ingin gegabah menentukan siapa yang akan tetap bersama dan siapa yang harus angkat kaki dari Stadion Manahan.
Head Coach Persis Solo Ong Kim Swee menjelaskan, Persis Solo tidak boleh terburu-buru mengambil keputusan terkait perpanjangan pemain. Secara matematis, bond kebanggaan wong Solo masih terancam. Buntut persaingan papan bawah yang makin ketat.
"Kita harus paham, kami harus lihat dari aspek manajemen dan pemain. Jadi harus ada suatu model, dimana kemungkinan Plan A dengan pemain yang akan kita sambung. Juga pemain yang tidak ingin kita lanjutkan. Jadi kita harus ada perbincangan dengan pertimbangan beberapa aspek," jelas OKS -sapaan akrab Ong Kim Swee-
Juru taktik asal Malaysia tersebut tak menepis, ada pemain yang sudah mulai dibicarakan nasibnya. Tapi kembali lagi, dia menekankan bahwa keputusan akhir masih menunggu situasi yang lebih pasti, sembari terus fokus pada sisa pertandingan musim ini.
"Ada yang sudah dibicarakan, tapi kami tidak boleh memberi kata putus. Kami masih lihat dahulu," tegas eks pelatih Sabah FC itu.
Kompetisi musim ini masih menyisakan empat laga lagi bagi Persis Solo. Ada sejumlah nama pemain asing hingga lokal yang masa baktinya hampir hangus. Ambil contoh, gelandang asal Mali, Moussa Sidibe.
Berdasarkan catatan Transfermarkt, masa bakti topskor sementara Laskar Sambernyawa tersebut kadaluarsa pada tanggal 31 Mei 2025. Sementara hingga kini belum ada pengumuman perpanjangan kontrak dari manajemen Persis Solo.
Menilik statistik yang dibukukan, Moussa Sidibe layak dipertahankan Persis Solo. Peran Sidibe sangat krusial pada sektor penyerangan bond kebanggaan wong Solo.
Selain menjadi topskor sementara (8 gol), eks pemain Johor Darul Ta'zim itu telah membukukan 52 tembakan dari 25 pertandingan bersama Laskar Sambernyawa.
Dalam jumlah tersebut, empat di antaranya menjadi assist yang berujung gol.
Nama kedua adalah el capitano, Sho Yamamoto. Didatangkan pada pertengahan musim 2023/2024, kontrak pemain asal Jepang tersebut akan berakhir pada 31 Mei 2025 mendatang.
Sama seperti Moussa, Sho menjadi salah satu pemain inti bagi Persis Solo. Buktinya, eks pemain Persebaya Surabaya tersebut terus mendapatkan kepercayaan dari berbagai pelatih Persis. Termasuk Ong Kim Swee. Baru-baru ini dia juga dipercaya untuk memegang ban kapten.
Menilik statistik, Sho Yamamoto telah menari-nari di lapangan pada 28 pertandingan. Selama itu, pemain berusia 29 tahun itu menyumbangkan dua gol dan lima assist bagi bond kebanggaan wong Solo.
Selanjutnya adalah centerback berdarah Brasil-Jerman, Eduardo Kunde. Kontrak Kunde juga akan berakhir pada 31 Mei 2025. Sejak didatangkan pada awal musim ini, Kunde telah dipercaya tampil pada 21 pertandingan.
Selain itu beberapa pemain asing lainnya yang baru didatangkan di pertengahan musim ini juga berakhir pada 31 Mei 2025. Mereka adalah Lautaro Bellegia, John Cley, Cleylton Santos, dan Jordy Tutuarima.
Berikutnya adalah bomber lokal Ramadhan Sananta. Setelah dua musim membela Persis Solo, masa bakti Sananta tercatat akan hangus pada 31 Mei 2025 mendatang.
Musim ini, Sananta telah mencetak empat gol dan dua assist pada 26 pertandingan. Selain Sananta, ada juga Eky Taufik hingga Romadona yang kontraknya akan berakhir di sekitar pertengahan tahun ini. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy