Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Persika Karanganyar dan Persebi Boyolali Berpotensi Lolos ke 16 Besar Liga 4, Ini Analisisnya dan Hal Yang Wajib Didapat Kedua Tim

Niko auglandy • Sabtu, 3 Mei 2025 | 03:30 WIB

 

UNJUK GIGI: Striker Persika Karanganyar Haidar Nur Afif (kanan) hendak dijegal pemain PS Kwarta di Stadion Angkatan 45, Senin (21/4).
UNJUK GIGI: Striker Persika Karanganyar Haidar Nur Afif (kanan) hendak dijegal pemain PS Kwarta di Stadion Angkatan 45, Senin (21/4).
 

 

RADARSOLO.COM - Persika Karanganyar kini memuncaki klasemen Grup T babak 32 besar Liga 4 Nasional 2024/2025, setelah meraih kemenangan telak 7-0 atas Bintang Timur Atambua pada 29 April 2025, dan kemenangan 1-0 atas Josal FC pada 1 Mei 2025.

Namun, meski berada di posisi teratas, Persika Karanganyar belum sepenuhnya aman untuk lolos ke babak 16 besar.

Kemenangan mereka di dua laga sebelumnya belum menjamin kelolosan. Mengingat dua tim yang berada di belakang mereka, yakni Persitara Jakarta Utara dan Bintang Timur Atambua, juga sudah mengumpulkan 3 poin.

Hal ini berarti, laga Sabtu sore ini (3/5/2025) antara Persika Karanganyar melawan Persitara Jakarta Utara di Stadion Angkatan 45 dan Josal FC kontra Bintang Timur Atambua di tempat lain, akan sangat menentukan siapa yang berhak finis di posisi dua teratas dan melaju ke babak selanjutnya.

Semua tim di Grup T masih memiliki peluang untuk lolos, sehingga pertandingan ini sangat krusial. Persitara Jakarta Utara, yang sebelumnya menang atas Josal FC, malah kalah 1-2 dari Bintang Timur Atambua di laga terakhirnya, sehingga posisi mereka masih belum aman.

Pelatih Persika Karanganyar Slamet Riyadi mengakui, kemenangan mereka melawan Josal FC menunjukkan betapa beratnya persaingan di babak 32 besar ini.

"Kami memang bisa menang karena kami sudah kerja keras. Lawan punya motivasi bagus dan mereka juga ingin lolos. Kami beruntung," ujarnya.

Namun, pertandingan terakhir Persika Karanganyar di babak 32 besar akan digelar tanpa penonton sebagai buntut dari sanksi yang dijatuhkan oleh PSSI akibat aksi rasisme oleh oknum penonton saat laga Persika Karanganyar melawan Bintang Timur Atambua.

Meskipun demikian, Slamet Riyadi menegaskan bahwa timnya tetap fokus dan lega karena pada laga berikutnya, penonton bisa kembali mendukung tim Laskar Singo Lawu.

Slamet Riyadi juga menambahkan laga sebelumnya yang digelar dalam situasi tanpa penonton juga cukup disayangkannya.

"Cukup haru. Biasanya kami dapat motivasi lebih jika mereka ada di sini (di tribun penonton). Tak ada tempat untuk rasisme," ucapnya.

Di sisi lain, tim Persebi Boyolali berada dalam situasi yang cukup sulit. Pada hari yang sama, Persebi Boyolali akan melawan PS Kwarta di Stadion Kebogiro. Namun, dengan 1 poin dari 2 pertandingan sebelumnya kalah 1-2 dari Persema Malang dan bermain imbang 0-0 melawan Mojokerto Putra.

Ini artinya Persebi Boyolali harus menang atas PS Kwarta, dan dengan catatan Mojokerto Putra tidak meraih poin saat melawan Persema Malang di laga lainnya. (nik)

 

 

Editor : Niko auglandy
#liga 4 #Persebi Boyolali #Persika Karanganyar #mojokerto putra