RADARSOLO.COM - Umbul Putra Desa Wangen adalah sebuah tempat wisata yang menyuguhkan keindahan alam dengan kolam alami yang jernih, mengalirkan air dari sungai di sekitarnya. Terletak di Desa Wangen, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten.
Umbul Putra menjadi salah satu destinasi wisata menarik bagi warga lokal maupun pengunjung yang mencari ketenangan di alam terbuka.
Setiap tahunnya, di Desa Wangen diadakan acara tradisional yang dikenal dengan nama "Merti Tirto". Acara ini bertujuan untuk mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Tuhan, khususnya berkaitan dengan keberadaan sumber mata air yang melimpah.
Acara ini merupakan bentuk rasa syukur masyarakat setempat atas keberkahan alam yang mereka nikmati. Merti Tirto menjadi momen penting yang mempererat ikatan sosial dan budaya antara warga desa.
Umbul Putra sendiri dikelola oleh warga setempat, dan menjadi tempat yang ramai dikunjungi oleh penduduk lokal. Menariknya, Umbul Putra ini khusus diperuntukkan bagi laki-laki, yang menjadikannya unik dibandingkan tempat pemandian lainnya.
Di sini, para pengunjung bisa menikmati berenang atau menangkap ikan di kolam alami yang segar dan jernih. Tidak ada biaya tiket masuk di tempat ini karena sifatnya yang terbuka untuk umum, menjadikannya lebih terjangkau dan mudah diakses oleh siapa saja.
Baca Juga: Ong Kim Swee Siap Perpanjang Masa Baktinya di Persis Solo, namun Situasi Bisa Mengganjal Harapannya
Umbul Putra tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemandian biasa, tetapi juga sebagai bagian dari budaya dan tradisi masyarakat setempat.
Keindahan alam yang menyelimuti tempat ini memberikan suasana yang tenang dan menenangkan bagi siapa saja yang ingin menikmati kedamaian jauh dari keramaian kota.
Dengan berbagai aktivitas yang ditawarkan, mulai dari berenang hingga menangkap ikan, Umbul Putra Desa Wangen menjadi pilihan menarik bagi para pria yang ingin menikmati suasana alam yang menyegarkan dan sekaligus merasakan sentuhan tradisi lokal.
Tempat ini memang bukan hanya sekadar pemandian, tetapi juga merupakan bagian dari warisan budaya yang tetap dilestarikan oleh masyarakat setempat. (nik)
Penulis: Siti Fatimah