RADARSOLO.COM - Persis Solo kembali harus menghadapi kenyataan pahit. Kekalahan dari Arema FC di Stadion Manahan, Senin malam (5/5/2025), membuat posisi Laskar Sambernyawa di klasemen sementara Liga 1 2024/2025 makin mengkhawatirkan.
Tim asuhan Ong Kim Swee kini berada di peringkat ke-14 dengan koleksi 32 poin, hanya terpaut dua angka dari zona degradasi yang dihuni Barito Putera. Situasi ini membuat tiga laga tersisa musim ini menjadi pertaruhan hidup dan mati.
Tidak ada lagi ruang untuk hasil imbang, apalagi kalah. Persis Solo wajib menyapu bersih kemenangan saat menghadapi PSBS Biak (11/5), Dewa United (17/5), dan Persib Bandung (25/5).
Jika gagal, bukan tidak mungkin publik Kota Bengawan harus kembali menyaksikan klub kebanggaannya terjerumus ke kasta kedua liga Indonesia.
Sayangnya, langkah menuju tiga laga penentuan itu terasa berat. Terutama jika menilik betapa tumpulnya lini serang Persis saat menghadapi Arema FC malam tadi.
Padahal, sejak peluit awal dibunyikan, Laskar Sambernyawa tampil garang. Intensitas tinggi langsung mereka peragakan, dengan pergerakan cepat Sho Yamamoto dan Moussa Sidibe yang merepotkan lini pertahanan Singo Edan—julukan Arema FC.
Baru 26 detik laga berjalan, Sidibe sudah dijatuhkan oleh Shulton Fajar. Dua menit berselang, pemain asal Gambia itu kembali menyuguhkan aksi apik.
Sayangnya, sundulan John Cley yang menerima umpan manisnya masih bisa dimentahkan bek Arema.
Jual beli serangan terjadi. Arema hampir membuka skor lewat sepakan melengkung Dedik Setiawan, namun kiper Persis, Muhammad Riyandi, masih sigap menepis. Menit ke-30, Sidibe kembali menciptakan peluang emas, tapi kakinya justru membentur Lucas Frigeri.
Belum berhenti, Lautaro Belleggia mendapat ruang tembak di menit ke-41. Namun tembakannya melenceng tipis ke kanan gawang.
Memasuki babak kedua, Ong Kim Swee menurunkan Ramadhan Sananta menggantikan John Cley. Masuknya Sananta cukup memberi angin segar, menciptakan dua peluang berbahaya (65', 76'), yang lagi-lagi digagalkan Frigeri.
Namun, bencana datang di menit ke-79. Serangan balik Arema berhasil dimanfaatkan Arkhan Fikri yang menjebol gawang Persis, sekaligus mengubur harapan tuan rumah meraih poin.
Usai pertandingan, Ong Kim Swee menyebut timnya harus membayar mahal karena gagal mencetak gol.
“Sambil kita menyerang atau mengawal pertandingan dengan baik, kita kebobolan dengan counter attack. Jumlah peluang Persis dan Arema jauh, kami punya banyak peluang tapi Arema bisa menang karena gol counter attack. Kami harus bangkit,” ujarnya.
Hal senada disampaikan kapten tim Eky Taufik.
“Babak pertama kita imbang, saling menyerang. Babak kedua kita kurang konsentrasi, pemain kami mungkin kurang konsentrasi kena counter attack, kita kebobolan. Kita akan berusaha untuk bangkit,” tegasnya.
Di sisi lain, pelatih kepala Arema FC José Gomes menyebut laga ini berjalan sangat ketat.
“Pertandingan yang luar biasa. Ada peluang dari Solo juga Arema, tapi Arema bisa menang 0-1,” tutupnya.
Tiga laga tersisa akan menjadi ujian mental, konsistensi, dan keberanian Persis Solo untuk bertahan di kasta tertinggi sepak bola nasional. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy