RADARSOLO.COM - Setelah melalui proses panjang dan evaluasi ketat, Persis Solo akhirnya dinyatakan lolos club licensing cycle 2024/2025. Laskar Sambernyawa -julukan Persis Solo- mengantongi lisensi namun dengan catatan perbaikan atau granted with sanction.
Kabar menggembirakan tersebut diumumkan langsung oleh operator kompetisi, PT Liga Indonesia Baru (LIB) melalui konferensi pers yang digelar di Kantor LIB, Jakarta, Rabu (7/5) kemarin.
Nama Persis Solo tercantum dalam daftar 12 klub yang dinyatakan lolos dengan status serupa. Catatan perbaikan tersebut utamanya berkaitan dengan aspek lisensi pelatih dan kelengkapan dokumen administratif.
"Secara umum, Persis mendapatkan 3 lisensi termasuk lisensi untuk tampil di Asia," ucap Media Officer Persis Solo Bryan Barcelona kepada Jawa Pos Radar Solo, Kamis (8/5).
Bryan menjelaskan, untuk Liga 1 dan AFC Challenge League (ACGL), Persis Solo lulus lisensi tanpa syarat. Sementara untuk AFC CL 2, Laskar Sambernyawa mendapat lisensi dengan syarat paralel. Klub diminta segera melengkapi dokumen terkait lisensi pelatih kiper dan pelatih fisik agar memenuhi seluruh standar yang ditetapkan AFC.
"Musim depan akan kami upayakan agar jika suatu saat Persis lolos ke AFC CL 2, kami bisa lulus lisensi tanpa syarat. Tapi secara keseluruhan, kami cukup puas dengan hasil ini meskipun masih ada yang perlu disempurnakan," lanjutnya.
Selain Persis, klub-klub lain yang juga lolos dengan status granted with sanction antara lain Persebaya Surabaya, Malut United FC, Bali United FC, Persija Jakarta, PSBS Biak, Arema FC, PSM Makassar, Madura United FC, Semen Padang FC, PS Barito Putera, dan PSIS Semarang.
Sementara itu, enam klub Liga 1 lainnya berhasil meraih status granted lisensi tanpa catatan. Mereka adalah PSS Sleman, Borneo FC Samarinda, Persib Bandung, Persita Tangerang, Persik Kediri, dan Dewa United FC.
Dikutip dari rilis resmi, Direktur Utama LIB Ferry Paulus, menyampaikan bahwa proses pemenuhan lisensi klub tahun ini menandai peningkatan signifikan, baik dari sisi kualitas manajemen maupun infrastruktur klub.
"Musim ini menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya dalam sejarah, seluruh klub Liga 1 berhasil lolos lisensi, dengan enam klub berstatus granted penuh,” ujarnya.
Ketua Komite Club Licensing 2024/25 Essy Asiah menjelaskan proses lisensi kali ini melibatkan pendampingan menyeluruh selama hampir lima bulan. Terdapat cakupan lima aspek utama. Di antaranya, Sporting Criteria, Infrastructure Criteria, Personnel and Administrative Criteria, Legal Criteria, dan Financial Criteria.
"Semua aspek ini kami nilai secara ketat bersama tim ahli, dan hasilnya sangat menggembirakan. Terjadi lonjakan pemenuhan aspek yang luar biasa dibanding musim sebelumnya,” kata Essy.
Sementara untuk 26 klub Liga 2 yang dinilai, hanya empat kontestan yang berhasil lolos lisensi. Klub-klub yang lolos tersebut di antaranya, PSIM Yogyakarta, Bhayangkara Presisi FC, Persijap Jepara, dan Deltras FC.
“Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi kami ke depan, agar semua klub di level ini bisa mengikuti jejak Liga 1,” pungkas Essy. (nis/nik)
Data : PT. LIB
Dari aspek pemenuhan kriteria, peningkatan terlihat signifikan dibanding siklus sebelumnya:
- Sporting: 80%
- Infrastructure: 100%
- Personnel and Administration: 100%
- Legal: 100%
- Financial: 63%
Hasil Club Licensing cycle 2024/25:
- Regulasi AFC Champions League 2: Granted: PSS Sleman, Borneo FC Samarinda, Persib Bandung, Persita Tangerang, Persik Kediri, Dewa United FC
- Granted with sanction: Persebaya Surabaya, Malut United FC, Bali United FC, Persija Jakarta, PSBS Biak, Arema FC, PSM Makassar, Madura United FC, Persis Solo, Semen Padang FC, PS Barito Putera, PSIS Semarang
Regulasi AFC Challenge League & Liga 1:
- Granted:PSS Sleman, Borneo FC Samarinda, Persib Bandung, Persita Tangerang, Persik Kediri, Dewa United FC, Persebaya Surabaya, Malut United FC, Bali United FC, Persija Jakarta, PSBS Biak, Arema FC, PSM Makassar, Madura United FC, Persis Solo, Semen Padang FC, PS Barito Putera, PSIS Semarang
Regulasi Liga 2:
- Granted: PSIM Yogyakarta, Bhayangkara Presisi FC, Persijap Jepara, Deltras FC