RADARSOLO.COM - Bupati Wonogiri Setyo Sukarno melantik personalia Pengurus Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Wonogiri Periode 2024-2028 di pendapa rumah dinas Bupati Wonogiri Sabtu (10/5/2025).
Dwi Haryanto turut dilantik menjabat sebagi Ketua Askab PSSI Wonogiri.
Bupati mengatakan, pembinaan olahraga di Wonogiri menjadi kerja bersama sejumlah pihak yang melibatkan unsur pemerintah, masyarakat, dan pihak lain yang berada di bawah wilayah kerja KONI Wonogiri.
Pembinaan cabang olahraga sepakbola membutuhkan biaya dan dukungan fasilitas memang yang sangat yang besar.
Meski demikian, melihat momentum semakin berkembangnya animo masyarakat terhadap sepakbola, diharapkan makin banyak muncul pihak yang siap memberikan dukungan.
"Butuh hadirnya lembaga sebagai wadah yang diharapkan dapat membangun satu tata kelola pembinaan olahraga secara berkelanjutan memberikan perhatian," ujar Setyo dalam sambutannya.
Ditambahkan Bupati, pada prosesnya akan muncul berbagai dinamika yang menjadi motivasi untuk terus bergerak mengatasi tantangan dan hambatan.
Untuk itu, pihaknya berharap kepengurusan baru organisasi ini dapat menyusun satu struktur organisasi yang solid.
Selanjutnya organisasi bisa bekerja dalam satu program kerja pembinaan cabang olahraga sepakbola yang komprehensif dan terukur. Sehingga target-target yang ditetapkan bisa dicapai.
"Kita melihat bagaimana secara nasional, fanatisme para pecinta sepakbola pada timnas sangat besar. Euforia sepakbola Indonesia menuju pentas dunia, diharapkan berimbas pada tingkat daerah," papar Setyo Sukarno.
"Dari kecintaan pada sepakbola, akan lahir fanatisme pada klub-klub di wilayah yang kemudian berkembang pada munculnya kebanggaan dan memberikan dukungan," lanjut bupati.
Bupati juga berharap Persiwi Wonogiri dapat kembali aktif.
Klub kebanggaan warga Kota Sukses diharapkan bisa tampil membawa nama Wonogiri dalam dunia sepakbola di tingkat nasional, seperti kejayaan Persiwi di masa silam.
Dengan program kerja yang terstruktur dan terukur, pembinaan, latihan, dan kompetisi yang kontinyu, diharapkan pula dapat menjadi penyemangat bagi semua pihak untuk aktif mengembangkan cabang olahraga sepakbola.
Sementara itu, Ketua Askab PSSI Wonogiri Dwi Haryanto mengatakan, pihaknya telah menyusun prokram kerja, di antaranya adalah pengembangan SDM keolahragaan sepakbola. Mulai dari pelatih, wasit dan perangkat pertandingan lainnya.
Salah satu fokus Dwi adalah sertifikasi kepelatihan bagi pelatih sekolah sepakbola (SSB) atau lisensi tipe D.
Sertifikasi itu bisa dianggarkan dari Dana Desa (DD), mengingat sebagian besar SSB di Wonogiri dimiliki oleh desa.
"Kita juga mendorong klub anggota Askab juga punya SSB. Kan ada sejumlah klub. Kalau bisa, mereka punya SSB sendiri," kata Dwi.
Dwi menambahkan, pendanaan pihaknya sebatas bersumber dari hibah KONI Wonogiri. Sesuai aturan, pihaknya tidak bisa menerima hibah kecuali dari KONI.
Selain itu, hartapan lain adalah turnamen sepak bola yang dikelola dengan baik.
Rencananya, untuk turnamen yang digelar komersial, penyelenggara bisa memasukkan kas ke Askab.
Sebab, penyelenggara butuh wasit dan perangkat pertandingan dengan rekomendasi dari Askab PSSI Wonogiri.
"Rekomendasi itu, dana itu yang akan kita gunakan untuk mendukung pengelolaan itu," kata dia.
Soal Persiwi Wonogiri, kata Dwi, adalah salah satu klub Askab Wonogiri.
Sejauh ini, ada 33 klub sepak bola anggota Askab PSSI Wonogiri termasuk Wonogiri.
Sementara Askab PSSI Wonogiri tugasnya tak hanya fokus ke Persiwi Wonogiri karena sudah berbeda manajemen.
Meski demikian, Askab PSSI Wonogiri juga mendorong agar Persiwi bisa mengikuti kegiatan di berbagai liga.
"Termasuk klub lain juga. Misal ada pertandingan liga 4, Wonogiri yang maju bukan hanya Persiwi, mungkin ada klub lain yang bisa ikut. Tapi Persiwi didorong ikut juga," pungkas Dwi. (al/ria)
Editor : Syahaamah Fikria