RADARSOLO.COM – Setelah menempuh perjalanan panjang dan melelahkan di kompetisi kasta tertinggi Indonesia, Laskar Sambernyawa—julukan Persis Solo—akhirnya bisa bernapas lega.
Tim asuhan Ong Kim Swee resmi aman dari ancaman degradasi Liga 1 musim ini.
Kepastian ini didapat bukan hanya dari satu poin penting yang diraih saat menjamu Dewa United di Stadion Manahan, Sabtu (17/5/2025) malam, melainkan juga dari hasil kekalahan Barito Putera di laga sebelumnya.
Barito yang kini terpuruk di zona merah, membuat poin Persis tak lagi terkejar meski kompetisi menyisakan satu laga.
Laga terakhir kandang ini pun menjadi penutup yang layak bagi publik Kota Bengawan.
Ribuan pendukung memadati Stadion Manahan, menciptakan atmosfer membara demi mendukung Sho Yamamoto dan kawan-kawan yang tampil penuh semangat.
Pertandingan berjalan sengit sejak menit pertama. Dewa United berhasil unggul lebih dulu lewat gol Taisei Marukawa pada menit ke-20.
Umpan matang dari Alexis Messidoro dimanfaatkan dengan baik oleh Taisei yang menyarangkan bola ke pojok kanan atas gawang Muhammad Riyandi.
Baca Juga: Ong Kim Swee Terpukau dengan Fanatisme dan Loyalitas Suporter Persis Solo
Delapan menit kemudian, Ramadhan Sananta sempat menyamakan skor lewat aksi rebound setelah sundulannya ditepis dan bola liar kembali jatuh ke kakinya.
Namun, wasit Thoriq M Alkatiri menganulir gol tersebut setelah pengecekan VAR menunjukkan adanya handsball oleh Lautaro Belleggia dalam proses serangan.
Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan tipis untuk Dewa United.
Namun, situasi berubah di babak kedua. Pelatih Ong Kim Swee melakukan rotasi dan strategi baru untuk menyeimbangkan permainan. Hasilnya muncul di menit ke-56.
Tendangan keras Moussa Sidibe membentur pemain lawan dan jatuh di kaki Zanadin Fariz. Dengan tenang, pemain muda kelahiran 2004 itu mengeksekusi bola dan menyamakan skor menjadi 1-1.
Skor tersebut bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Usai laga, pelatih Ong Kim Swee menyatakan rasa puasnya atas penampilan tim.
“Kita tahu Dewa tim yang cukup baik. Saya percaya mereka punya kualitas dari semua faktor. Pasukan Persis, pemain melakukan tugas dengan baik meski tertinggal di babak pertama. Kita bisa samakan kedudukan di babak kedua dan yang terpenting tidak kalah,” ucapnya.
Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink juga memuji permainan kedua tim, termasuk atmosfer hangat yang diciptakan pendukung tuan rumah.
“Tadi 1-1. Selamat ke tim kami, di babak pertama main bagus, Solo juga press. Kita tahu mereka bagus di transisi. Khususnya Sananta mobile. Di babak kedua, berubah. Lebih banyak pressing dari Solo. Di momentum itu, dua striker kita cedera. Kita harus mengubah strategi,” jelas Jan.
Meski hanya imbang, Dewa United tetap melaju ke empat besar dan menargetkan finis di posisi dua besar klasemen.
“Pujian khususnya ke pemain. Ambisi selanjutnya di peringkat 2, kami ke Biak akan menang,” tegasnya. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy