Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Last Dance in Manahan, Pertanda Sananta Pamitan ke Persis Solo?

Mannisa Elfira • Senin, 19 Mei 2025 | 03:49 WIB
Ekspresi Ramadhan Sananta saat bermain dengan Persis Solo di Stadion Manahan (17/5/2025).
Ekspresi Ramadhan Sananta saat bermain dengan Persis Solo di Stadion Manahan (17/5/2025).

RADARSOLO.COM - Aroma perpisahan mulai menyeruak dari Stadion Manahan. Masa depan Ramadhan Sananta bersama Persis Solo masih abu-abu.

Alih-alih ada pengumuman perpanjangan kontrak, justru sinyal-sinyal pamit yang muncul ke permukaan.

Mulai dari unggahan bernada galau di instastory. Beberapa waktu lalu, Sananta menuliskan kata-kata "last dance in Manahan. see you tomorrow". Sontak, banyak yang menafsirkan itu sebagai isyarat pamit. Kode keras? Bisa jadi. Tapi apa sebenarnya maksud dari unggahan tersebut?

"Oh iya kan terakhir main di Manahan (home match musim ini). Makanya last dance, kan hari ini match terakhir kandang musim ini," ucap Sananta kepada awak media sambil berseringai.

Seusainya laga kandang terakhir melawan Dewa United, Sananta juga tak langsung pergi ke ruang ganti setelah menyanyi bersama suporter.

Dia mengitari Stadion Manahan sambil menyapa seluruh pendukung yang hadir malam itu.

Ditanya soal perpanjangan, Sananta juga enggan berbicara banyak. Setelah dua musim membela Laskar Sambernyawa -sebutan Persis Solo-, masa bakti striker berlabel Timnas Indonesia itu tercatat akan hangus pada 31 Mei 2025 mendatang. Yang mana artinya akan usai di akhir musim 2024/2025.

"(Masih ingin bertahan?) nanti kita bicarakan," hematnya sambil tersenyum kembali.

Menilik statistik di Transfermarkt, performa Sananta mengalami penurunan dibanding musim kemarin. Edisi kali ini, pemain berusia 22 tahun tersebut mengkoleksi lima gol dan dua assist dalam 29 pertandingan.

Jumlahnya lebih sedikit dari pencapaiannya musim 2023/2024, di mana Sananta mencatatkan delapan gol dan satu assist.

Sementara itu, Ramadhan Sananta hampir mencatatkan namanya di papan skor saat menjamu Dewa United di Stadion Manahan, Sabtu (17/5) malam.

Saat Persis tertinggal, striker muda Laskar Sambernyawa itu sempat menyamakan kedudukan. Berawal dari umpan manis Moussa Sidibe, sundulan Sananta sempat mengenai pemain belakang Dewa United. Bola liar disambar kembali dan sukses menjebol gawang Sonny Stevens.

Namun, Dewi Fortuna belum berpihak. Usai meninjau VAR, wasit Thoriq Alkatiri menganulir gol tersebut. Gelandang Persis, Lautaro Belleggia terdeteksi melakukan handball dalam proses serangan. Skor tetap 0-1 hingga turun minum. Baru disamakan oleh Zanadin Fariz di babak kedua.

“Ya, patut disyukuri karena cuaca juga tidak mendukung. Babak pertama kita banyak chance, ya itulah sepakbola. Sempat tadi gol menyamakan kedudukan terus dianulir, tapi semua pemain sudah bekerja keras malam ini. Kita apresiasi ya,” lanjut Sananta.

Dengan hasil imbang ini, bond kebanggaan wong Solo masih tertahan di posisi ke-13 klasemen sementara dengan koleksi 36 poin.

Hasil dari sembilan kemenangan, sembilan hasil imbang, plus 15 kekalahan.

Selain itu, Laskar Sambernyawa juga dipastikan aman dari hembusan degradasi setelah Barito Putera dijegal PSM Makassar. Secara matematis, Persis Solo sudah tidak bisa dikejar oleh Barito Putera sebagai kontestan yang masuk ke zona merah. (nis/nik)

Editor : Niko auglandy
#Dewa United #persis #liga 1 #Sananta