Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Persis Solo On This Day: Laga Penghormatan Mendiang Dr Soetomo, Kemenangan Telak 8-1, dan Perayaan Sewindu PSSI

Niko auglandy • Selasa, 3 Juni 2025 | 21:05 WIB
Ilustrasi pertandingan Persis Solo di era 1930an di kompetisi PSSI, sebelum Indonesia merdeka.
Ilustrasi pertandingan Persis Solo di era 1930an di kompetisi PSSI, sebelum Indonesia merdeka.

RADARSOLO.COM - Ada hal menarik yang dijalani Persis Solo 87 tahun silam.

Pada 3 Juni 1938, Persis Solo mencatatkan sejarah penting dalam perjalanan sepak bola Indonesia, tepatnya dalam kompetisi resmi yang digelar oleh PSSI.

Pada hari itu, di Stadion Sriwedari, Solo, tim kebanggaan kota ini meraih kemenangan telak 8-1 melawan Purwokerto dalam ajang Stedenwedstrijd PSSI.

Pertandingan tersebut tidak hanya bersejarah sebagai laga kompetisi, tetapi juga sebagai bagian dari perayaan sewindu (8 tahun) berdirinya PSSI.

Stadion Sriwedari yang dipenuhi 6.000 penonton menjadi saksi bisu kemenangan besar Persis.

Di babak pertama, Persis sudah unggul 3-0, dan hingga akhirnya, mereka mengakhiri pertandingan dengan skor fantastis 8-1.

Laga ini menjadi sebuah peringatan atas semangat juang dan kehebatan Persis Solo di pentas sepak bola Indonesia.

Dilansir dari koran Matahari, pada laga ini, Persis Solo tampil dengan skuad terbaik yang terdiri dari Maladi (penjaga gawang), Darmodjo, Marjo, Warno, Hadiman, Kemi, Goenarto, Harno, Tenggi, Sjoekoer, dan Jazid.

Sementara itu, tim Purwokerto yang tampil dengan penuh semangat berisi Dahlan (pg), Sardiman, Soeparman, Hawat, Chamia, Bera, Masri, Prajogo, Marsigit, Moehjadi, dan Djamii.

Pada laga yang sangat istimewa ini, panitia berhasil meraih hasil penjualan tiket yang cukup signifikan, mencapai f 550.

Sejumlah momen penting juga mewarnai jalannya pertandingan, salah satunya adalah upacara mengheningkan cipta yang dilakukan sebelum laga dimulai.

Upacara ini untuk menghormati Dr. Soetomo, tokoh pahlawan nasional yang baru saja wafat pada 30 Mei 1938.

Sebagai pendiri organisasi Boedi Oetomo, Dr. Soetomo dikenal sebagai Bapak Pergerakan Bangsa, dan untuk mengenang jasanya, peresmian Tugu Kebangkitan Nasional di Penumping, Solo, diadakan pada HUT ke-25 Boedi Oetomo.

Menariknya, tugu ini kemudian menjadi simbol yang diadopsi oleh Persis Solo sebagai bagian dari logo mereka hingga saat ini.

Usai laga yang penuh drama dan kebanggaan tersebut, malam harinya, pada pukul 8-10 malam, dilangsungkan pertemuan di Societeit Habiprojo untuk kongres PSSI.

Acara ini dihadiri oleh 500 tamu undangan, termasuk Prins Soerjohamidjojo, wakil dari Sri Sunan.

Tidak hanya itu, dua tamu dari Belanda, yang mewakili federasi NIVU dan klub VBS (Voetbal Bond Soerakarta), turut hadir untuk memberikan ucapan selamat atas terselenggaranya kongres tersebut, sekaligus sebagai bukti pengakuan internasional terhadap sepak bola Indonesia.

Kemenangan legendaris 8-1 ini bukan hanya memperkokoh posisi Persis Solo sebagai salah satu klub terkemuka pada masanya, tetapi juga menjadi bagian penting dari sejarah sepak bola Indonesia yang patut dikenang. (nik)

Editor : Niko auglandy
#pssi #persis solo #On This Day