RADARSOLO.COM - Nasib Ong Kim Swee di kursi pelatih Persis Solo masih menjadi teka-teki.
Isyarat dari manajemen soal hadirnya beberapa kandidat lain, membuat posisi juru taktik asal Malaysia itu goyah.
Di tengah ketidakpastian masa depannya musim depan, performa Laskar Sambernyawa selama ditukangi OKS tersorot.
Sudah cukup menjanjikan, atau justru belum sesuai ekspektasi?
Datang dengan segudang pengalaman, Ong Kim Swee bukan sembarang nama. Reputasinya tercatat saat menukangi Timnas Malaysia U-23 hingga sejumlah tim papan besar di Liga Malaysia.
Bekal ini yang jadi modal kala menerima pinangan dari Persis Solo, klub yang sedang dalam misi penyelamatan.
Jalannya tak seperti membalikkan telapak tangan. Datang di pertengahan kompetisi ke skuad yang sedang limbung.
Kala itu, Eky Taufik dan kawan-kawan terbelenggu di papan bawah.
Menempati posisi ke-16 dari 18 peserta, tertahan di zona degradasi
Tugas berat langsung dipikul di pundaknya.
Membenahi mental skuad, mengembalikan kepercayaan diri pemain, juga membentuk skema yang solid dalam waktu yang tergolong singkat. Inilah tantangan awal OKS bersama Persis Solo.
Saat debut di pinggir lapangan, pelatih kelahiran Melaka itu menyajikan satu poin bagi Laskar Sambernyawa setelah menahan imbang Barito Putera, Desember tahun lalu.
Bukan kemenangan, namun memberi sinyal anyar tekad bond kebanggaan wong Solo untuk bangkit dari keterpurukan.
Menilik catatan Transfermarkt, total tujuh kemenangan dipersembahkan dari 23 pertandingan.
Delapan kali berbagi angka, dan sisanya harus diakhiri dengan kekalahan.
Meski demikian, OKS berhasil menyelamatkan Persis Solo dari zona degradasi. Mereka finis sebagai peringkat ke-14 dengan koleksi 36 poin.
OKS pun tampaknya menyadari bahwa perubahan besar akan menyambut Persis Solo di musim depan.
Bukan hanya soal komposisi pemain, namun juga pelatih dan jajaran staf yang kemungkinan ikut bergeser.
Isyarat itu sempat terselip lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, sesaat setelah laga terakhir musim lalu digelar.
"Ini bisa jadi merupakan pertandingan terakhir bagi sebagian dari kita, baik pemain maupun ofisial.
Saat kita berkumpul, mari kita luangkan waktu sejenak untuk mengenali dan menghargai dedikasi dan kerja keras semua orang," tulis OKS pada @oks_persis.
Kata-kata itu bukan hanya menyentuh emosional, namun juga mempertegas realitas dinamika sepak bola profesional. Mengerti bahwa setiap musim bakal ada episode baru.
"Perjalanan kita telah dipenuhi dengan tantangan dan kemenangan. Melalui semua itu, kita telah tumbuh lebih kuat sebagai sebuah tim dan sebagai individu.
Mari kita hargai suasana hari ini dan memberikan yang terbaik dan saling mendukung satu sama lain seperti yang selalu kita lakukan," lanjut OKS.
Apresiasi pun tak terlepas dari tulisan OKS. OKS mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh elemen Persis Solo.
Termasuk pemain, pelatih, staf, hingga pemain ke-12 yang setia menemani dalam keadaan apapun.
"Terima kasih, semuanya karena telah menjadi bagian dari perjalanan yang luar biasa ini. Apapun yang terjadi, kenangan dan ikatan yang telah kita ciptakan akan bertahan seumur hidup," tulisnya.
"Nikmatilah setiap momen dan mari kita akhiri dengan kebanggaan dan rasa syukur. Terima kasih semuanya, dari lubuk hati yang paling dalam," lanjutnya.
Lantas, bagaimanakah masa depan OKS bersama Persis? Hingga berita ini ditulis, manajemen Persis Solo urung memberikan pengumuman.
Yang jelas, OKS merupakan salah satu dari empat pelatih yang dipanggil interview oleh manajemen Laskar Sambernyawa. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy