RADARSOLO.COM - Bagaimana jika Ong Kim Swee dipertahankan oleh Persis Solo? Maka tantangan sesungguhnya bakal menanti di depan mata.
Pembelian pemain, peracikan skuad, performa awal musim akan menjadi ujian krusial bagi juru taktik asal Malaysia itu.
Musim kemarin, OKS -sapaan akrabnya- datang sebagai juru selamat. Bergabung di pertengahan kompetisi ketika situasi sedang genting.
Waktunya mepet, tapi harus tampil konsisten. Poin demi poin sangat diperhitungkan untuk lolos dari jeratan degradasi.
Di mata suporter, OKS sukses menuntaskan misi penyelamatan Laskar Sambernyawa untuk menjaga marwahnya tetap berada di kompetisi tertinggi.
Mereka berhasil lolos dari jerat degradasi dan menutup musim di posisi ke-14 dengan koleksi 36 poin.
"Untuk misi penyelamatan Persis musim ini, OKS termasuk baik dan berhasil. Tapi buat saya ujian sebenarnya OKS adalah di awal musim nanti hingga di pertengahan," ucap Perwakilan Ultras 1923 Beto kepada Jawa Pos Radar Solo.
Andai kata, OKS memegang mandat sejak awal musim, maka ekspektasinya pasti berbeda.
Bukan sebagai pelengkap atau sekadar menyelamatkan, tapi membawa bond kebanggaan wong Solo ke level yang lebih tinggi.
Artinya, semua mata pecinta Laskar Sambernyawa akan terfokus pada proses pramusim yang disiapkan.
Siapa yang bertahan, wajah mana yang dilepas, dan siapa pula wajah baru yang akan hadir ke Kota Bengawan.
Termasuk bagaimana memutus pola lama yang sempat menghantui Persis Solo. Kejadian yang seolah jadi siklus musiman.
Di mulai dari awal musim tercecer, nakhoda lengser, diganti juru taktik baru, performa menanjak, lalu bertahan. Namun terulang di awal musim berikutnya.
"Seperti yang saya pernah bilang dulu, Persis mempunyai siklus yang selalu hampir sama. Awal liga merosot - pelatih dipecat - ganti pelatih baru - performa naik - pelatih bertahan - awal liga merosot - pelatih dipecat - ganti pelatih baru - performa naik," sebutnya.
Siklus ini bukan tanpa bukti. Bak bola muntah yang bergulir setiap musim, fenomena tersebut tercermin jelas dari perjalanan dua pelatih sebelumnya. Ialah Leonardo Medina dan Milomir Seslija.
Leonardo Medina hadir di Kota Bengawan menggantikan kursi yang diduduki kareteker Rasiman pada pertengahan musim 2022/2023.
Juru taktik asal Meksiko tersebut sukses membawa Persis bersaing di papan tengah.
Namun, ketika musim baru dimulai, grafik performa kembali menurun. Catatan buruk membuat kursi Medina bergoyang. Alhasil, posisinya lengser. Manajemen Laskar Sambernyawa menunjuk Milomir Seslija.
Bersama Milomir Seslija, Laskar Sambernyawa sukses bangkit dari keterpurukan.
Dari papan bawah, performa Persis menjanjikan hingga finis pada peringkat ke-7 klasemen akhir 2023/2024.
Tapi lagi-lagi polanya terulang, penampilan Persis merosot di awal musim. Membuat Milo lengser hingga Persis menunjuk Yogie Nugraha hingga Hanafing sebagai pelatih sementara.
Baru setelah itu, Ong Kim Swee datang ke kubu Persis Solo.
Memaksimalkan skuad yang ada dalam waktu singkat, membongkar pasang beberapa pemain. Lalu keluar dari jeratan degradasi. Lantas, apakah Ong Kim Swee akan dipertahankan Persis?
"Apakah (pola) ini dapat dipatahkan oleh OKS? Kita tunggu saja," lanjut Beto.
Hingga berita ini ditulis, manajemen urung mengumumkan siapa nakhoda Persis untuk musim depan. Bisa jadi perpanjang OKS, bisa jadi menunjuk wajah baru. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy