Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Kilas Rekam Jejak Peter de Roo, Pelatih Baru Persis Solo di Liga 1: Sebut Perbedaan Liga Indonesia dengan Australia, Belanda, Malaysia dan Singapura

Mannisa Elfira • Sabtu, 28 Juni 2025 | 03:25 WIB
Peter de Roo resmi ditunjuk sebagai pelatih baru Laskar Sambernyawa musim ini
Peter de Roo resmi ditunjuk sebagai pelatih baru Laskar Sambernyawa musim ini

RADARSOLO.COM - Peter de Roo resmi ditunjuk sebagai arsitek anyar Persis Solo di Liga 1 musim depan.

Bukan nama sembarangan, pelatih berkebangsaan Belanda itu memboyong berbagai pengalaman sebelum menerima pinangan Laskar Sambernyawa. Siapakah dia?

Pelatih berusia 55 tahun itu mengawali karier pascapensiun sebagai pesepakbola dengan menjadi Direktur Teknik SC Cambuur (2003–2008).

Langkahnya kemudian mengarah ke belahan selatan dunia. Peter dimandati sebagai Direktur Teknik untuk badan sepak bola negara bagian Queensland, Football Queensland (2009-2011).

Tak lama kemudian, Peter menduduki posisi Direktur Teknik untuk FFA Center of Excellence, sebuah program identifikasi bakat sepakbola dan pengembangan pemain yang dijalankan oleh Federasi Sepakbola Australia (FAA).

Setelah bertahun-tahun, akhirnya Peter menjelajahi sepakbola Asia.

Semua dimulai ketika menjalankan peran Direktur Teknik Asosiasi Sepakbola Malaysia (FAM) (2017-2021).

Terbaru, pria yang sempat terbang ke Kota Bengawan beberapa tahun lalu itu mengarsiteki kontestan Singapore Premier League, Balestier Khalsa (2022-2025). Peter sukses mengantarkan tim tersebut ke posisi keempat musim SPL 2024/2025.

Sebelum direkrut menjadi bagian tertinggi di kepelatihan Persis, Peter melalui sejumlah wawancara dengan owner.

Peter memaparkan visi serta rencana yang ingin dia jalankan musim ini.

Termasuk melihat komposisi pemain yang akan diperpanjang kontrak, tidak diperpanjang, dan perlu didatangkan untuk menambah kekuatan tim.

Datang ke kompetisi Indonesia, Peter melihat sejumlah perbedaan dengan gaya sepakbola negara-negara lainnya.

Menurutnya, negara seperti Belanda dan Australia memiliki keunggulan pada infrastruktur serta visi jangka panjang yang jelas dan terstruktur.

"Setelah bekerja di berbagai lingkungan sepakbola seperti Belanda, Australia, Malaysia, dan Singapura, saya melihat perbedaan dan persamaan saat membandingkannya dengan sepak bola di Indonesia," sebut Peter.

Salah satu perbedaan utama yang dilihat Peter terletak pada infrastruktur sepak bola dan perencanaan jangka panjang.

Misalnya, di Belanda dan Australia, sering kali ada struktur yang lebih jelas dari pengembangan pemain muda hingga tingkat profesional, dengan fokus yang kuat pada pendidikan pelatih, analisis data, dan disiplin taktis sejak usia muda.

"Di Indonesia, semangatnya luar biasa, tetapi sistemnya masih berkembang. Ada potensi besar, tetapi mungkin perlu konsistensi dalam pengembangan pemain muda dan pendidikan pelatih," lanjutnya.

Bersama Persis, Peter optimistis klub ini mempunyai potensi yang sangat besar untuk maju. Dengan syarat, mampu memadukan semangat juang dan konsistensi gaya bermain.

"Jadi secara keseluruhan, saya akan mengatakan sepakbola Indonesia, khususnya Persis, memiliki potensi yang sangat besar, dan jika kita dapat memadukan semangat lokal itu dengan gaya bermain yang konsisten, hasilnya bisa sangat menjanjikan," lanjutnya.

Pria yang semasa aktif bermain sepak bola profesional bersama SC Cambuur ini mengungkapkan rencananya untuk mengembangkan para pemain muda bersama tim, serta menginginkan mereka cepat beradaptasi dengan filosofi permainan yang ia inginkan.

"Saya pikir saya memiliki reputasi untuk memberi kesempatan kepada pemain muda. Pemain muda lokal juga merupakan hal yang dapat memberikan koneksi spesial dengan para suporter. Namun, seperti pemain lain dalam tim, saya akan mencoba memastikan mereka beradaptasi dengan cara bermain yang saya inginkan secepat mungkin," tuturnya. (nis/nik)

Nama : Peter de Roo
Asal : Amsterdam, Belanda
Rekam Jejak :
- Direktur Teknik SC Cambuur (2003–2008)
- Direktur Teknik untuk badan sepakbola negara bagian Queensland, Football Queensland (2009-2011)
- Direktur Teknik untuk FFA Center of Excellence
- Direktur Teknik Asosiasi Sepakbola Malaysia (FAM) (2017 - 2021)
- Head Coach Singapore Premier League, Balestier Khalsa (2022 - 2025)

Rapor bersama Balestier Khalsa
Singapore Premier League 2024/2025: 14 menang, 6 seri, 12 kalah
Piala Singapura : 2 menang, 2 kalah

Sumber : Transfermarkt 

Editor : Niko auglandy
#persis solo #liga 1 #Peter de Roo