Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Update Sementara Bursa Transfer 18 Klub Liga 1: Persis Solo, Persib Bandung, Persija, Persebaya, Dewa United, Bali United dan PSIM Jogja Beri Kejutan

Niko auglandy • Senin, 7 Juli 2025 | 19:05 WIB

Logo Liga 1
Logo Liga 1

RADARSOLO.COM - Liga 1 2025/2026 wacananya akan dimulai Agustus mendatang. Tinggal sebukan lagi hampir semua klub ngebut untuk melengkapi skuadnya. 

Satu per satu pemain potensial hingga punya jam terbang tinggi didatangkan.

Persaingan kasta tertinggi Liga Indonesia dipastikan akan memanas.

Ini rekapan hasil sementara bursa transfer Liga 1 musim ini, hingga per Minggu, 6 Juli 2025:


1-AREMA FC 

Arema FC menatap Liga 1 2025/2026 dengan semangat baru.

Setelah melalui musim yang penuh tantangan, tim berjuluk Singo Edan itu kini mulai menyusun kekuatan untuk kembali bersaing di papan atas klasemen.

Target mereka jelas: merebut tahta juara yang selama ini dirindukan publik Malang dan Aremania.

Langkah awal dimulai dari kursi pelatih. Manajemen klub resmi menunjuk pelatih anyar asal Brasil, Marcos Santos, untuk memimpin skuad utama.

Dia akan didampingi oleh Andre Caldas sebagai asisten pelatih.

Kombinasi dua pelatih asal Negeri Samba ini diharapkan mampu menyuntikkan gaya bermain menyerang dan kolektif, sesuai karakter sepak bola Brasil.

Arema juga mulai membenahi komposisi pemain. Di posisi penjaga gawang, mereka merekrut Adi Satryo, eks PSIS Semarang, yang dikenal sebagai salah satu kiper muda potensial Indonesia.

Sementara untuk memperkuat lini tengah, Dwiki Mardiyanto, mantan gelandang Deltras Sidoarjo, juga resmi bergabung.

Tak hanya pemain lokal, Arema FC juga mendatangkan sejumlah nama asing yang menambah kekuatan sekaligus aroma Brasil dalam skuad.

Ada Paulinho Moccelin, winger eksplosif yang siap mengacak-acak pertahanan lawan. Di lini tengah, Valdeci bergabung sebagai playmaker kreatif.

Barisan pertahanan pun diperkuat oleh dua bek tangguh: Odivan Koerich dan Yann Motta, yang terakhir diketahui pernah memperkuat Corumbaense FC di Liga Brasil.

Salah satu nama yang cukup mencuri perhatian adalah Razzaa Fachrezi, pemain muda jebolan timnas U-20 yang sebelumnya menimba ilmu di Spanyol bersama Rayo Vallecano C.

Bergabungnya Razzaa membawa harapan besar bagi regenerasi dan kualitas lini depan Arema. Selain itu, Dimas Aryaguna, jebolan tim Arema FC U-20 yang tampil apik di ajang Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 musim lalu, resmi dipromosikan ke tim utama.

Namun, untuk memberi ruang bagi wajah-wajah baru ini, manajemen Arema juga harus merelakan beberapa nama hengkang.

Beberapa pemain yang dilepas antara lain Daffa Fahis, Flabiola Soares, Syaeful Anwar, Dicki Agung, dan striker asing Charles Lokolingoy.

Dengan komposisi baru yang lebih segar, perpaduan pemain muda bertalenta dan deretan legiun asing asal Brasil, Arema FC tampak serius menyusun langkah menuju kebangkitan.

Musim ini bisa jadi momentum penting bagi Singo Edan untuk kembali menggigit dan menegaskan eksistensinya di kancah tertinggi sepak bola nasional.

2-BALI UNITED

Bali United tampak benar-benar serius menyambut musim baru Liga 1 2025/2026 yang dijadwalkan kick-off pada Agustus mendatang.

Klub asal Pulau Dewata ini melakukan perombakan besar-besaran dalam skuad, baik dari sisi kepelatihan maupun komposisi pemain.

Hasilnya, Serdadu Tridatu kini tampil dengan wajah baru yang diyakini mampu mengangkat performa mereka ke level yang lebih tinggi.

Langkah paling mencolok adalah keputusan manajemen menunjuk Johnny Jansen sebagai pelatih kepala baru.

Pelatih asal Belanda ini datang dengan membawa dua asistennya, yakni Jeffrey Dennis Talan dan Ronnie Pander, yang akan membantunya menerapkan filosofi sepak bola modern Eropa dalam permainan Bali United.

Di sektor pemain, klub juga mendatangkan sejumlah nama yang memperkuat setiap lini. Dari kompetisi domestik, Joao Ferrari, eks PSIS Semarang, dan Rizki Dwi, bek sayap eks Persis Solo, resmi bergabung.

Selain itu, Bali United juga memboyong dua pemain dari Eropa: Thijmen Goppel, winger eksplosif yang sebelumnya memperkuat Wehen Wiesbaden di Liga Jerman, serta Mike Hauptmeijer, kiper yang sempat berseragam PEC Zwolle di Belanda.

Tak hanya merekrut pemain, Bali United juga memanggil kembali dua pemain muda mereka yang sempat dipinjamkan musim lalu, yakni Raka Surya dan Agus Mahendra. Keduanya dinilai siap bersaing di skuad utama.

Beberapa pilar utama tetap dipertahankan. Pemain seperti Irfan Jaya, Fitrul Dwi Rustapa, M. Rahmat, Brandon Wilson, Kadek Agung, dan Yabes Roni mendapat perpanjangan kontrak, menandakan mereka masih menjadi bagian penting dari proyek tim musim ini.

Namun untuk memberi ruang pada wajah-wajah baru, sejumlah pemain harus dilepas. Di antaranya adalah Adilson Maringa, Mitsuru Maruoka, Elias Dolah, Everton Nascimento, dan Privat Mbarga.

Selain itu, nama-nama seperti Luthfi Kamal, Taufik Hidayat, Koming, dan Tegar Infantrie juga resmi meninggalkan tim.

Beberapa di antaranya sudah bergabung dengan klub lain. Mohammad Sidik Saimima dan Agung Manan hijrah ke Persis Solo, Novri Setiawan ke Persik Kediri, dan Ardi Idrus bergabung ke Bhayangkara FC.

Bek senior Jaimerson Xavier dan Ryuji Utomo juga mengakhiri kiprahnya bersama Serdadu Tridatu.

Dengan wajah baru di sisi pelatih dan banyaknya pemain yang datang dari dalam dan luar negeri, Bali United jelas ingin tampil dengan pendekatan yang berbeda.

Targetnya bukan sekadar bersaing, tetapi merebut kembali kejayaan yang sempat memudar di musim-musim terakhir.

3-BHAYANGKARA PRESISI LAMPUNG FC 

Bhayangkara FC siap menatap Liga 1 2025/2026 dengan identitas dan semangat baru.

Setelah memastikan tiket promosi sebagai runner-up Liga 2 musim lalu, klub milik Polri itu mengukuhkan langkah transformasi besar-besaran dengan mengganti nama menjadi Bhayangkara Presisi Lampung FC dan resmi memindahkan homebase ke Provinsi Lampung.

Langkah ini menjadi bagian dari rebranding total, seiring tekad kuat klub untuk tampil kompetitif di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Tak hanya berganti nama dan markas, manajemen Bhayangkara juga bergerak agresif di bursa transfer dengan membentuk fondasi tim yang benar-benar baru.

Langkah pertama adalah menunjuk Paul Munster sebagai pelatih kepala. Pelatih yang sebelumnya menangani Bhayangkara FC di era Liga 1 ini kembali dipercaya memimpin proyek besar di Lampung.

Ia akan dibantu oleh Mustaqim sebagai asisten pelatih, Passos sebagai pelatih kiper (digaet dari Persik Kediri), serta Steejl sebagai pelatih fisik.

Dari sisi pemain, Bhayangkara Presisi Lampung FC mendatangkan banyak nama potensial.

Di lini belakang, mereka sukses memboyong Slavko Damjanovic dan Ardi Idrus, dua bek yang musim lalu membela Persebaya Surabaya.

Di sektor sayap, ada nama Firza Andika yang bergabung usai berpisah dari Persija Jakarta, serta Ryan Kurnia, mantan pemain Persib Bandung yang punya kecepatan dan naluri menyerang tinggi.

Untuk memperkuat lini tengah dan pertahanan, Bhayangkara juga merekrut M. Ferrari, bek muda Timnas Indonesia U-23 yang sebelumnya juga berseragam Persija.

Satu nama asing turut didatangkan dari Liga Kamboja, yaitu Andreas Nieto, pemain serba bisa asal Spanyol yang tampil impresif bersama Phnom Penh FC.

Namun, di balik datangnya wajah-wajah baru, manajemen Bhayangkara juga melepas sejumlah pemain senior yang sebelumnya menjadi tulang punggung tim.

Nama-nama seperti Muhammad Hargianto, Indra Adi, Fatchurohman, dan Ruben Sanadi dipastikan tidak lagi menjadi bagian skuad.

Pemain lain yang juga hengkang adalah Taufiq Febrianto, Andy Setyo, Erwin Gutawa, serta Frezy Al Hudaifi.

Transformasi besar ini menjadi bukti keseriusan Bhayangkara Presisi Lampung FC dalam membangun tim baru yang tangguh, muda, dan kompetitif.

Di tengah ketatnya persaingan Liga 1, klub ini berharap bisa mengejutkan banyak pihak dan mencatatkan prestasi signifikan di musim debutnya setelah promosi.

4-BORNEO FC

Borneo FC Samarinda mulai menata ulang skuadnya secara serius untuk menghadapi Liga 1 2025/2026.

Kegagalan menjadi juara musim lalu menjadi titik balik sekaligus bahan evaluasi mendalam bagi manajemen Pesut Etam.

Kini, satu per satu potongan puzzle untuk membentuk tim terbaik mulai disusun kembali. Perubahan pun terjadi di banyak lini, baik di jajaran pemain maupun tim pelatih.

Langkah pertama yang dilakukan adalah mengganti nahkoda utama. Pelatih kepala musim lalu, Joaquin Gomez, resmi dilepas.

Sebagai gantinya, manajemen menunjuk pelatih asal Brasil Fabio Lefundes sebagai kepala pelatih baru.

Ia tidak datang sendirian. Ikut bergabung tiga asisten pelatih, yaitu Sultan Sama, Pedro Havier, Vinicius Xavier, serta pelatih kiper Joao Gabriel, pelatih fisik Joao Pedro Ravol, dan analis taktik Gilang Ramadhan.

Kehadiran tim pelatih baru dari Brasil ini menjadi sinyal bahwa Borneo FC ingin tampil lebih tajam, dinamis, dan agresif musim ini.

Filosofi sepak bola Amerika Latin diprediksi akan mewarnai pola permainan Pesut Etam yang sebelumnya dikenal cepat dan menyerang.

Sementara itu, di sektor pemain, Borneo FC juga bergerak aktif di bursa transfer.

Gelandang asal Kolombia Juan Felipe Villa, yang musim lalu bermain di Al-Ahli Club (Liga Bahrain), menjadi rekrutan asing pertama yang diumumkan.

Lalu ada Joel Vinicius, striker asal Brasil yang tampil bersama AA Internacional de Limeira di liga domestiknya.

Beberapa pemain lokal potensial juga ikut bergabung. Nama-nama seperti Ahmad Agung (eks Persib Bandung), Haykal Alhafiz (eks PSIS Semarang), Faris Adit (eks PSPS Riau), Rayhan Utina (eks Persela Lamongan), dan Redzuan Fachgi (eks Persikabo 1973) resmi menjadi bagian dari skuad baru Borneo FC.

Selain itu, Mohammad Al Husseini, pemain asal Timur Tengah yang sebelumnya membela Al-Quwa Al-Jawiya (Irak), juga didatangkan untuk memperkuat lini tengah.

Satu nama baru yang merapat adalah Douglas Coutinho, striker eks Tombense di Liga Brasil tersebut resmi bergabung dengan Pesut Etam.

Sementara itu, dua pemain asing yang musim lalu tampil konsisten, Mariano Peralta dan Christophe, dipastikan bertahan setelah mendapatkan perpanjangan kontrak.

Keputusan ini menandakan bahwa manajemen tetap mempertahankan kerangka tim yang solid sambil menambahkan kekuatan baru.

Di sisi lain, sejumlah nama harus mengakhiri perjalanan mereka bersama Borneo FC.

Tercatat ada banyak pemain yang dilepas, di antaranya Berguinho, Matheus Pato, Kenzo Nambu, Angga Saputro, Andy Harjito, Lucas Salinas, Yogi Hermawan, Gabriel Furtado, dan Ronaldo Rodrigues.

Borneo FC juga memutuskan meminjamkan Stefano Lilipaly ke Dewa United.

Dari jajaran pelatih, selain Joaquin Gomez, nama-nama seperti Xavier Candel, Khairul Nizam, Daniel Faria, dan Demerson Bruno juga tidak diperpanjang.

Dengan fondasi baru yang lebih segar, kombinasi pemain lokal dan asing, serta filosofi pelatih asal Brasil, Borneo FC tampak serius ingin menebus kegagalan musim lalu.

Target juara tetap menjadi misi utama, dan musim ini bisa jadi kesempatan emas untuk mengangkat trofi pertama mereka di Liga 1 musim ini.

5-DEWA UNITED

Setelah mencatat pencapaian mengejutkan dengan finis di posisi kedua klasemen akhir Liga 1 musim lalu, Dewa United FC kini benar-benar tampil sebagai tim yang patut diperhitungkan di kancah sepak bola nasional.

Musim 2025/2026, klub berjuluk Tangsel Warriors ini secara terbuka membidik takhta juara—bahkan berambisi menggeser dominasi Persib Bandung yang menjadi juara dua musim beruntun.

Bukan sekadar angan-angan, Dewa United membuktikan keseriusannya melalui pergerakan di lantai bursa transfer.

Meski tidak mengumumkan rekrutan secara gegap gempita, manajemen bekerja senyap dan tepat sasaran.

Para pemain yang berhasil direkrut musim ini punya rekam jejak impresif, baik dari segi pengalaman maupun kualitas.

Dari sektor belakang, dua nama langsung mencuri perhatian: Nick Kuipers dan Edo Febriansah, dua bek tangguh yang sebelumnya memperkuat Persib Bandung.

Keduanya dikenal memiliki karakter kuat dan jam terbang tinggi di Liga 1.

Selain itu, Dewa United juga merekrut Wahyu Prast, bek muda yang tampil apik bersama Malut United, serta Akbar Arjuansyah, eks Persija Jakarta yang juga masuk proyeksi timnas usia muda.

Untuk memperkokoh lini belakang, klub ini turut mendatangkan Cassio Scheid, palang pintu asal Brasil yang juga berasal dari Malut United.

Kabar terbaru Banten Warrior mendapat pinjaman winger naturalisasi asal Borneo FC Stefano Lilipaly. Kehadirannya membuat kedalaman skuad Dewa United semakin lengkap.

Namun untuk memberi ruang pada pemain baru, Dewa United juga melakukan perampingan skuad.

Beberapa nama lama resmi dilepas, termasuk Risto Mitrevski yang kini memperkuat Persebaya Surabaya, serta Damian Van Rensburg, Reva Adi Utama, dan Angeli Meneses.

Dua pemain lainnya, Agung Mannan dan Arapenta Poerba, resmi bergabung ke Persis Solo.

Sedangkan Ahmad Nufiandani hijrah ke Madura United, dan Alfriyanto Nico kembali ke klub asalnya, Persija Jakarta.

Dengan komposisi baru dan target tinggi, Dewa United tak lagi bisa dipandang sebelah mata.

Mereka bukan hanya ingin jadi tim kuda hitam, melainkan penantang serius gelar juara. Ketenangan manajemen, kejelian merekrut pemain berkualitas, serta kestabilan finansial membuat klub ini semakin solid.

Kini tinggal menanti apakah Dewa United bisa benar-benar naik kelas—dari tim mengejutkan menjadi kampiun sesungguhnya.

6-PERSIB BANDUNG

Persib Bandung menatap serius musim baru Liga 1 2025/2026. Klub kebanggaan Jawa Barat ini punya misi besar, yakni mempertahankan dominasi dan mencetak hattrick juara.

Seperti yang sudah diketahui publik, Maung Bandung sukses merebut gelar juara dua musim berturut-turut sebelumnya. Kini, mereka tak mau berhenti sampai di situ.

Ambisi besar itu dibuktikan dengan langkah berani di bursa transfer. Persib bergerak cepat membentuk kekuatan baru yang lebih segar dan kompetitif.

Sejumlah pemain didatangkan untuk mengisi lini-lini penting yang dianggap butuh peningkatan.

Dari dalam negeri, nama-nama seperti Saddil Ramdani dari Sabah FC Malaysia, Hamra Hehanussa dari Persik Kediri, hingga William Marcilio dari Arema FC, resmi berseragam biru.

Selain itu, Alfeandra Dewangga, bek andalan PSIS Semarang, juga ikut bergabung memperkokoh lini pertahanan.

Dari luar negeri, aroma Amerika Selatan dan Eropa semakin terasa di skuad Persib.

Klub ini mendatangkan pemain-pemain asal Brasil seperti Julio Cesar, Uilliam Barros, dan Berguinho, juga memperkuat lini serang dengan kehadiran Ramon Tanque.

Untuk menjaga gawang, Persib memilih Adam Przybek, penjaga gawang asal Wales yang punya pengalaman di sepak bola Inggris.

Tak ketinggalan, mereka juga merekrut Luciano Guaycochea, gelandang berdarah Argentina yang sebelumnya bermain di Liga Malaysia, dan Patricio Matricardi, bek asal Argentina yang tampil di Liga Rumania bersama FC Botosani.

Langkah pembaruan juga dilakukan di bangku pelatih. Persib menunjuk sosok baru untuk posisi pelatih kiper, yaitu Mario Jozic, menggantikan Luizinho Passos yang telah mengakhiri masa tugasnya.

Meski kedatangan sejumlah nama baru menyegarkan atmosfer tim, keputusan manajemen Persib untuk melepas banyak pemain inti musim lalu cukup mengejutkan.

Beberapa di antaranya bahkan berperan penting dalam dua gelar terakhir Persib. Nama-nama seperti David da Silva, Ciro Alves, Nick Kuipers, hingga Kevin Ray Mendoza, resmi berpisah dengan klub.

Lini pertahanan juga kehilangan sosok senior seperti Victor Igbonefo, sementara sektor tengah ditinggalkan Ahmad Agung, Rachmat Irianto, dan Edo Febriansyah.

Di lini depan, selain David da Silva dan Ciro, Gustavo Franca, Gervane Kastaneer, dan Ryan Kurnia juga tak lagi menjadi bagian skuad. Bahkan Mateo Kojic dan pemain muda Sheva Sanggasi turut dilepas.

Meskipun banyak perpisahan terjadi, manajemen tetap mempertahankan tulang punggung tim yang dianggap penting.

Marc Klok dan Beckham Putra mendapatkan perpanjangan kontrak, menandakan mereka masih menjadi bagian dari rencana besar Persib musim ini.

Dengan kombinasi pemain lama yang dipertahankan, kehadiran wajah-wajah baru, dan tekad besar dari manajemen, Persib Bandung jelas sedang membangun kekuatan yang lebih matang.

Targetnya satu: kembali menguasai Liga 1 dan mencetak sejarah sebagai tim pertama yang meraih tiga gelar beruntun di era kompetisi modern Indonesia. 

7-PERSIJA JAKARTA

Persija Jakarta bersiap menatap Liga 1 2025/2026 dengan langkah besar.

Setelah musim lalu gagal menembus tiga besar, Macan Kemayoran memutuskan untuk merombak banyak hal, mulai dari komposisi pemain hingga tim kepelatihan.

Liga yang akan dimulai pada Agustus mendatang itu jadi momentum penting untuk kebangkitan tim ibu kota.

Perubahan terbesar dimulai dari kursi pelatih.

Manajemen Persija merekrut pelatih asal Brasil, Mauricio Souza, sebagai nakhoda baru.

Ia tidak datang sendirian. Lima nama lainnya turut diboyong sebagai bagian dari tim pelatih anyar.

Ada Italo Bartole Resende sebagai asisten pelatih, Vitor Branco da Cruz sebagai pelatih fisik, Gerson Rodrigues Rios sebagai pelatih kiper, Caio Vito Jordao de Araujo sebagai analis, dan Claudio Luzardi sebagai interpreter.

Kehadiran mereka menjadi pertaruhan penting untuk mengangkat performa Persija yang musim lalu belum konsisten.

Di sektor pemain, Macan Kemayoran juga mulai membangun skuad baru.

Salah satu rekrutan yang cukup menyita perhatian adalah Eksel Runtukahu, striker lokal produktif yang musim lalu tampil menonjol bersama Barito Putera.

Selain itu, Persija juga merekrut pemain asing asal Brasil, Van Basty Sousa e Silva, gelandang serang yang sebelumnya memperkuat klub asal Brasil, Nautico.

Meski melakukan belanja pemain, Persija juga memperpanjang kontrak sejumlah pemain penting.

Nama-nama seperti Ilham Rio Fahmi, Dony Tri Pamungkas, Aditya Warman, serta pemain asing seperti Gustavo Almeida dan Carlos Eduardo dipastikan tetap berseragam oranye musim depan.

Lini tengah juga tetap akan diperkuat Hanif Sjahbandi dan bek tangguh Hansamu Yama yang mendapat kepercayaan untuk melanjutkan pengabdian.

Namun di balik wajah-wajah lama yang dipertahankan, keputusan besar diambil manajemen dengan melepas sejumlah pemain yang sebelumnya menjadi pilar tim. Marko Simic, penyerang legendaris Persija, resmi berpisah dari klub.

Ia mengikuti jejak beberapa pemain asing lain seperti Ondrej Kudela, Maciej Gajos, Ramon Bueno, dan Pablo Andrade yang juga tak lagi menjadi bagian tim.

Tak hanya pemain asing, sejumlah pemain lokal juga dilepas. Mereka adalah Syahrian Abimanyu, Muhammad Ferarri, Resky Fandi, Raka Cahyana Rizky, dan Akbar Arjunsyah.

Bahkan, pelatih kiper senior Hendro Kartiko juga resmi meninggalkan skuad.

Langkah ini menandai bahwa Persija tengah berada dalam fase pembaruan menyeluruh.

Perombakan tim pelatih yang sepenuhnya diisi tenaga asing, dibarengi pergerakan aktif di bursa transfer, memperlihatkan tekad besar manajemen: membawa kembali Persija ke jalur juara dan tampil lebih tajam musim depan.

Kedatangan Jordi Amat ke Persija Jakarta kini bukan sekadar rumor. Bek naturalisasi Timnas Indonesia itu hampir pasti akan berseragam Macan Kemayoran untuk menghadapi Liga 1 Indonesia musim 2025/2026.

Meski belum ada pengumuman resmi dari manajemen klub, sinyal kuat kedatangan Jordi sudah disebarkan dengan cara unik dan mencuri perhatian publik.

Pada Jumat malam, 14 Juli 2025, tulisan “Jordi Is Here” terpampang jelas dalam bentuk lighting facade di bagian luar Jakarta International Stadium (JIS).

Teks berjalan berwarna putih terang itu muncul di permukaan stadion, memicu euforia para pendukung Persija dan pecinta sepak bola Tanah Air.

Momen tersebut diabadikan dan dibagikan langsung oleh Ketua Umum The Jakmania, Diky Soemarno, melalui akun Instagram pribadinya.

8-PERSIJAP JEPARA

Persijap Jepara menjadi salah satu tim promosi yang siap menggebrak Liga 1 2025/2026.

Bersama PSIM Jogja dan Bhayangkara FC, Laskar Kalinyamat memastikan diri naik kasta setelah tampil solid di Liga 2 musim lalu.

Berbekal semangat tinggi dan dukungan penuh publik Jepara, wakil Jawa Tengah ini tidak ingin hanya sekadar numpang lewat di kompetisi kasta tertinggi Indonesia.

Manajemen Persijap menunjukkan keseriusan sejak dini dengan mulai membentuk skuad kompetitif.

Satu per satu pemain berkualitas didatangkan ke Kota Ukir, begitu juga dengan tim pelatih yang mendapat penyegaran total.

Nama yang paling mencolok tentu adalah Mario Lemos, pelatih asal Korea Selatan berdarah Brasil yang pernah melatih akademi Manchester United dan tim nasional Bangladesh.

Kehadirannya menjadi pertaruhan berani sekaligus modal pengalaman yang sangat berharga bagi Persijap.

Tak hanya di kursi pelatih kepala, jajaran staf kepelatihan juga diperkuat. Paulo Ramor Fereira, pelatih fisik asal Brasil, dipercaya menangani kondisi kebugaran tim.

Di bursa transfer pemain, Persijap bergerak cepat. Untuk lini belakang, mereka memboyong Frank Sokoy (eks PSBS Biak) dan Rodrigo Moura, kiper tangguh asal Brasil. Menemani di bawah mistar, mereka juga merekrut Sheva Sanggasi, eks kiper Persib Bandung.

Lini tengah mendapat suntikan tenaga dari nama-nama seperti Wahyudi Hamisi (eks PSS Sleman), Dicky Kurniawan (eks Gresik United), dan Firman Ramadhan (eks Malut United).

Sementara untuk sektor serang, Persijap mendatangkan striker tajam asal Brasil, Douglas Nonato Oliveira Cruz, serta dua pemain asing lainnya: Alexis Nahuel Gómez dan Carlos Franca, keduanya berasal dari klub Mohammedan di Liga India.

Ada pula Elvis Sakyi, gelandang asal Ghana yang terakhir membela klub Liga Libya, Al Anwar, dan Sudi Abdallah, eks striker PSIS Semarang.

Meski banyak wajah baru datang, manajemen juga tetap memberi kepercayaan pada tulang punggung tim musim lalu.

Sejumlah pemain dipertahankan, seperti Restu Muhammad Akbar, Ardi Ardiana, Rendi Saepul, Zarhan Rizki Alamsah, Patrick Kallon, Rahmat Hidayat, dan Rosalvo Candido, serta beberapa nama muda potensial lainnya.

Iman Suherman juga dipertahankan sebagai pelatih kiper.

Di sisi lain, dua nama penting di kursi pelatih musim lalu resmi dilepas.

Widodo Cahyono Putro, pelatih kepala yang membawa Persijap promosi, kini menukangi Deltras FC, sedangkan asisten pelatih Noor Hadi juga turut meninggalkan tim.

Dengan kombinasi pelatih internasional, pemain asing berkualitas, dan semangat khas tim promosi, Persijap Jepara siap bersaing di Liga 1 dengan percaya diri tinggi.

Dukungan dari publik Jepara dan keseriusan manajemen menjadi modal penting agar Laskar Kalinyamat tak sekadar bertahan, tapi bisa mencuri perhatian di musim debut mereka di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
9-PERSIK KEDIRI  

Persik Kediri tampil agresif di bursa transfer jelang bergulirnya Liga 1 musim 2025/2026.

Klub berjuluk Macan Putih ini menunjukkan keseriusannya dengan memboyong banyak pemain berkualitas dan potensial demi memperkuat kedalaman skuad.

Langkah strategis pertama dimulai dari sektor pelatih.

Persik resmi menunjuk Ong Kim Swee, pelatih kawakan asal Malaysia, untuk menjadi nahkoda baru. Kim Swee dikenal sebagai sosok berpengalaman yang pernah menangani timnas Malaysia dan beberapa klub ternama di ASEAN.

Di lini pertahanan, Persik berhasil mengamankan jasa Novri Setiawan, bek lincah yang sebelumnya membela Bali United.

Selain itu, Gavin Kwan turut bergabung dengan status pinjaman dari Borneo FC, menambah kekuatan sisi sayap pertahanan.

Bek muda berbakat Wigi Pratama juga resmi didatangkan dari Deltras FC.

Untuk sektor gelandang, Persik merekrut Telmo Castanheira, playmaker asal Portugal yang sebelumnya bermain untuk Sabah FC di Liga Malaysia.

Tak hanya itu, kompatriotnya, Pedro Matos, juga resmi bergabung dan diharapkan menambah kreativitas lini tengah.

Kekuatan lini depan tak luput dari perhatian. Irkham Mila, pemain cepat dan enerjik yang tampil gemilang bersama Semen Padang, siap menyumbang gol dan assist.

Ia akan didukung oleh Yandi Sofyan, striker yang sempat memperkuat Persija Jakarta.

Nama-nama lain seperti Yoga Adiatama dari Persela Lamongan, Aulia Ramadhan Lubis dari PSPS Riau, serta Muhammad Firly dari Barito Putera turut memperkuat kedalaman tim.

Kehadiran para pemain ini diyakini akan membuat Persik Kediri tampil lebih solid dan kompetitif.

Setelah hasil naik-turun di musim sebelumnya, manajemen Persik tak ingin mengulangi kegagalan.

Mereka menatap musim baru dengan tekad kuat dan materi pemain yang semakin matang.

Apakah musim ini Macan Putih akan kembali mengaum di papan atas Liga 1? Patut ditunggu!

Tak hanya mendatangkan banyak nama baru, Persik Kediri juga mempertahankan sejumlah pemain andalan dari musim sebelumnya. Keputusan ini menunjukkan bahwa manajemen ingin menjaga kestabilan tim dengan memadukan kekuatan lama dan energi baru.

Salah satu nama yang tetap dipercaya adalah Ezra Walian, penyerang berdarah Belanda-Indonesia yang punya insting mencetak gol tinggi. Di sektor penjaga gawang, Leo Navacchio tetap dipertahankan sebagai tembok terakhir di bawah mistar.

Nama-nama seperti Kiko, M. Supriadi, dan Agil Munawar juga mendapat perpanjangan kontrak, mengingat kontribusi mereka yang cukup konsisten di musim lalu.

Begitu pula dengan Ady Eko, Yusuf Meilana, dan Faris Aditama, yang kerap jadi pilihan utama pelatih di lini tengah dan sayap.

Di lini pertahanan dan kiper pelapis, Husna Al Malik, Rifqi Ray, dan Hugo Samir kembali dipercaya untuk menjadi bagian dari tim utama.

Persik juga mempertahankan beberapa nama muda potensial seperti Zikri Fikri, Zidane Areza, Haikal Rihka, hingga Abdul Khafid, yang menunjukkan perkembangan menjanjikan.

Kombinasi pemain berpengalaman dan darah muda ini diharapkan bisa menciptakan Persik yang lebih segar, solid, dan kompetitif untuk mengarungi ketatnya Liga 1 musim 2025/2026.

Persik Kediri juga melakukan perombakan besar-besaran untuk menyambut Liga 1 musim 2025/2026. Sejumlah nama, baik dari jajaran pelatih maupun pemain, resmi dilepas oleh manajemen tim berjuluk Macan Putih ini.

Di sektor kepelatihan, Divaldo Alves dan asistennya, Marcelo Rospide, pamit setelah menyelesaikan tugas mereka. Perubahan ini menjadi bagian dari evaluasi total untuk membawa Persik tampil lebih kompetitif musim depan.

Beberapa pemain asing yang sebelumnya menjadi andalan, seperti Ramiro Fergonzi, Ze Valente, Brendon Lucas, dan Ousmane Fan, juga dilepas. Keputusan ini tentu tak mudah, mengingat kontribusi mereka selama berseragam Persik.

Nama-nama lokal seperti Didik Wahyu, Hamra Hehanussa, Geril Kapog, dan Majed Osman juga tak lagi menjadi bagian dari skuad. Begitu pula dengan Abiyoso, Dede Sapari, Eko Saputro, dan Nuri Faysa, yang turut angkat kaki dari Stadion Brawijaya.

Satu nama yang cukup mengejutkan adalah Ahmad Agung, gelandang pekerja keras yang selama ini dikenal sebagai pengatur ritme permainan Persik.

Namun, keputusan manajemen tampaknya sudah bulat untuk melakukan penyegaran total demi target yang lebih tinggi di musim ini.

Dengan barisan pemain baru dan materi lama yang masih solid, Persik Kediri siap menatap musim baru dengan semangat baru.

10-PERSIS SOLO

Persis Solo menatap Liga 1 2025/2026 dengan keseriusan penuh.

Kompetisi yang dijadwalkan bergulir Agustus mendatang itu menjadi momen penting bagi Laskar Sambernyawa untuk menebus kegagalan musim lalu.

Hanya tersisa sekitar satu bulan menuju kick-off, manajemen dan tim pelatih bergerak cepat melakukan berbagai pembenahan.

Musim lalu menjadi pelajaran pahit. Persis nyaris terdegradasi setelah berkutat di papan bawah klasemen hampir sepanjang musim.

Hal itu tentu tak ingin terulang. Kini, perubahan besar pun dilakukan, dimulai dari kursi pelatih.

Manajemen Persis telah resmi menunjuk pelatih asal Belanda, Peter de Roo, sebagai juru taktik baru menggantikan Ong Kim Swee yang kini menukangi Persik Kediri.

De Roo diharapkan mampu membawa perubahan tak hanya dalam strategi permainan, tetapi juga dalam membangun mentalitas juara di dalam tim.

Untuk mendukung filosofi baru sang pelatih, sejumlah pemain anyar mulai didatangkan.

Dari lini pertahanan, Persis mengamankan jasa Agung Mannan, bek tangguh yang sebelumnya memperkuat Bali United.

Gelandang enerjik Sidik Saimima juga ikut hijrah dari klub yang sama. Dari Dewa United, Persis merekrut Arapenta Poerba, sementara Ibrahim Sanjaya datang dari Madura United.

Untuk lini depan, kejutan datang dari rekrutan asing asal Jepang, Kodai Tanaka, yang musim lalu tampil mengesankan di klub Balestier Khalsa FC (Singapura Premier League).

Sementara itu, beberapa pemain penting musim lalu tetap dipertahankan. Kontrak Sho Yamamoto, Eky Taufik, Gianluca Pandeynuwu, dan Cleylton Santos resmi diperpanjang.

Keempat nama ini dinilai masih masuk dalam skema permainan Peter de Roo dan diharapkan menjadi tulang punggung tim di musim mendatang.

Namun, dalam proses penyegaran tim, sejumlah pemain juga harus angkat kaki dari Stadion Manahan.

Beberapa di antaranya tak diperpanjang kontraknya, antara lain Mochammad Zaenuri, Braif Fatari, Romadona Dwi Kusuma, Marcel Rumkabu, dan Jhon Clay.

Gelandang asing Lautaro Belleggia serta bek asal Brasil Eduardo Kunde juga tak lagi menjadi bagian tim.

Terbaru, kiper Pancar Nur resmi tak dapat perpanjangan kontrak, dan harus dilepas.
Sementara untuk Abdul Aziz, dia kembali ke Persib Bandung setelah masa peminjamannya habis.

Selain itu, sejumlah pemain esmi dikepas dan kini telah dapat klub baru. Ramadhan Sananta memilih tantangan baru bersama PDMM FC asal Brunei Darussalam yang akan tampil di Liga Malaysia.

Nama-nama lain seperti Moussa Sidibe (Johor Darul Ta’zim), Fransiskus Sandro (Madura United), Rizky Dwi (Bali United), dan Ripal Wahyudi (Semen Padang) juga resmi hengkang dan kini telah mendapatkan pelabuhan baru.

Dengan kombinasi pelatih baru, wajah-wajah segar, dan komitmen manajemen untuk bangkit, Persis Solo ingin menjauh dari zona bahaya dan mulai bersaing di papan atas.

Musim ini bukan sekadar tentang bertahan di Liga 1, tapi soal bagaimana Sambernyawa bisa kembali membakar semangat kebanggaan warga Solo.

11-PERSITA TANGERANG

Persita Tangerang tampaknya benar-benar bersiap serius menyongsong Liga 1 musim 2025/2026.

Klub berjuluk Pendekar Cisadane ini aktif bergerak di bursa transfer, merekrut sejumlah pemain berkualitas dan bertalenta tinggi untuk memperdalam skuad mereka.

Langkah besar pertama datang dari bangku pelatih, di mana Carlos Peña resmi didatangkan sebagai pelatih kepala. Kehadiran pelatih asal Spanyol ini diharapkan bisa membawa angin segar dan filosofi permainan baru bagi Persita.

Di sisi pemain, Persita berhasil mempertahankan beberapa pilar penting seperti Tamirlan Kozubaev, Eber Bessa, Igor Rodriguez, Javlon Guseynov, Bae Sin-yeong, dan Jack Brown. Para pemain ini diperpanjang kontraknya karena dinilai mampu menjadi fondasi tim di musim mendatang.

Namun, di balik kedatangan nama-nama baru, Persita juga harus melepas cukup banyak pemain.

Sejumlah nama seperti Sandro Embalo, Ayom Majok, Marios Ogkmpoe, Fahreza Sudin, Rendy Oscario, George Brown, Arif Setiawan, Rizky Pellu, Gian Zola, Ali Tanamal, Aji Kusuma, Irsyad Maulana, hingga Ambrizal Umanailo dipastikan tidak lagi menjadi bagian dari skuad musim depan.

Selain itu, Rifky Dwi dipinjamkan ke PSM Makassar untuk mendapatkan menit bermain lebih banyak dan pengalaman baru.

Dengan kombinasi pemain lama yang dipertahankan dan wajah-wajah baru yang potensial, Persita jelas menunjukkan ambisi besar untuk bersaing lebih kompetitif di musim 2025/2026.

12-PERSEBAYA SURABAYA

Persebaya Surabaya menatap Liga 1 2025/2026 dengan tekad besar untuk bangkit dan kembali bersaing di papan atas.

Klub berjuluk Green Force ini mulai melakukan manuver di bursa transfer dengan merekrut pemain-pemain kunci serta menyegarkan struktur tim pelatih demi mencapai target tinggi di musim baru.

Perubahan paling signifikan terjadi di kursi pelatih kepala.

Manajemen Persebaya resmi menunjuk Eduardo Perez Moran sebagai pelatih utama.

Sosok asal Spanyol ini bukan orang baru dalam sepak bola Indonesia, dan kehadirannya diharapkan bisa membawa warna baru bagi permainan Persebaya.

Untuk mendukung kinerjanya, Eduardo Perez akan dibantu oleh Shin Sang-gyu sebagai asisten pelatih, serta legenda hidup Persebaya, Uston Nawawi.

Di sektor penjaga gawang, Felipe Americo Martins Goncalves juga bergabung sebagai pelatih kiper anyar.

Dari sisi pemain, Persebaya membuat langkah strategis dengan mendatangkan Rachmat Irianto, yang kembali ke klub lamanya setelah sempat memperkuat Persib Bandung.

Selain itu, Green Force juga merekrut Koko Ari, bek kanan tangguh dari Madura United yang siap menambah kekuatan di lini pertahanan.

Di lini tengah, Persebaya kedatangan Miloš Raičković, gelandang asal Montenegro yang sebelumnya bermain di FK Otrant-Olympic Ulcinj.

Sedangkan dari sektor depan, mereka mengamankan jasa Gali Freitas, striker eksplosif asal Timor Leste yang musim lalu bersinar bersama PSIS Semarang.

Tak ketinggalan, bek berpengalaman Risto Mitrevski turut didatangkan dari Dewa United untuk memperkuat barisan pertahanan.

Namun untuk menata ulang skuad, sejumlah pemain juga harus dilepas. Di antaranya adalah Muhammad Hidayat, Mohammed B. Rashid, Gilson Cobicas, Flavio Silva, dan Slavko Damjanovic.

Selain itu, Paul Munster, pelatih yang menukangi tim musim lalu, kini resmi bergabung dengan Bhayangkara FC.

Nama-nama lain yang turut dilepas meliputi Kasim Botan, Andre Oktaviansyah, Andi Idrus, Muhammad Rizki, Aditya Arya Nugraha, dan Riswan Lauhin.

Dengan komposisi baru yang lebih segar, sentuhan pelatih asing yang berpengalaman, serta kembalinya putra daerah seperti Rachmat Irianto, Persebaya siap tampil dengan karakter yang lebih kuat dan terarah di Liga 1 musim ini.

Green Force tak ingin lagi sekadar menghibur, mereka ingin kembali jadi penantang serius gelar juara. 

13-PSBS BIAK

 

Menjelang bergulirnya Liga 1 musim 2025/2026, PSBS Biak justru tampak pasif di bursa transfer.

Hingga awal Juli, klub asal Papua tersebut belum menunjukkan tanda-tanda perekrutan pemain baru.

Sebaliknya, kabar yang mencuat justru soal sejumlah pemain mereka yang dipastikan hengkang dan bergabung ke klub lain.

Yang paling mencolok adalah eksodus besar-besaran ke Persipura Jayapura. Enam pemain yang musim lalu menjadi bagian penting dari PSBS Biak kini resmi berseragam tim Mutiara Hitam.

Mereka adalah John Pigai, Marckho Sandy Meraudje, Febrianto Uopmabin, Sukandar Kansai, Jeam Kelly Sroyer, dan Todd Rivaldo Ferre.

Kepindahan massal ini disebut-sebut tak lepas dari pengaruh Owen Rahadiyan. Pria yang kini menjabat sebagai Manajer Persipura itu sebelumnya merupakan pemilik PSBS Biak.

Banyak yang meyakini bahwa kedekatan personal dan profesional Owen dengan para pemain tersebut menjadi salah satu faktor penting di balik perpindahan mereka.

Kondisi ini tentu membuat publik bertanya-tanya soal arah kebijakan klub. Apakah PSBS tengah mempersiapkan kejutan atau justru terlambat melakukan antisipasi untuk musim debutnya di kasta tertinggi Liga Indonesia? Waktu terus berjalan, dan Liga 1 akan segera dimulai.

Jika tak segera bergerak, PSBS Biak bisa berada dalam posisi sulit sejak pekan-pekan awal kompetisi.

14-PSIM JOGJA

PSIM Jogja melangkah ke Liga 1 musim 2025/2026 dengan penuh kepercayaan diri setelah berhasil menyabet gelar juara Liga 2 musim lalu.

Status sebagai kampiun jelas bukan sekadar pencapaian semusim, tetapi menjadi pijakan untuk membangun masa depan yang lebih gemilang.

Tim berjuluk Laskar Mataram itu menegaskan bahwa mereka tidak ingin sekadar numpang lewat di kasta tertinggi.

Keseriusan tersebut terlihat dari pergerakan mereka di bursa transfer. Sejumlah pemain top dan berpengalaman didatangkan untuk memperkuat skuad dan membentuk komposisi tim yang tangguh di semua lini.

Di sektor pelatih, PSIM melakukan gebrakan dengan menunjuk Jean Paul Van Gastel, pelatih asal Belanda yang diyakini mampu membawa filosofi baru dan permainan yang lebih modern ke tim. Van Gastel bukan nama sembarangan, dan pengalamannya diyakini akan sangat berharga dalam menakhodai PSIM di Liga 1.

Sementara itu, daftar pemain anyar yang digaet juga tak kalah mencolok. Nama-nama seperti Nermin Haljeta (eks PSM Makassar), Ze Valente dan Riyatno Abiyoso (keduanya eks Persik Kediri), hingga Andy Irfan (eks Madura United) resmi berseragam biru PSIM.

Untuk memperkuat pertahanan, PSIM juga memboyong Andy Setyo, bek tangguh yang sebelumnya memperkuat Bhayangkara FC.

Di lini tengah dan serang, PSIM mendatangkan Kasim Botan (eks Persebaya), M. Iqbal (eks Semen Padang), dan dua pemain asing: Rakhmatsho Rakhmatzoda dari klub Barqchi Hisor (Tajikistan), serta Deri Corfe, mantan striker Persiraja Banda Aceh yang dikenal memiliki kecepatan dan insting gol tinggi.

Ada pula Fahreza Sudin dari Persita Tangerang, serta Reva Adi Utama (eks Dewa United) dan M. Ikhsan Chan dari PSMS Medan yang menambah kedalaman skuad.

Tak ketinggalan, Raka Cahyana, gelandang muda berbakat eks Persija Jakarta, juga resmi bergabung. Kehadirannya diharapkan bisa memberi warna baru di lini tengah Laskar Mataram.

Dengan skuad yang semakin solid dan pelatih anyar bertangan dingin, PSIM Jogja siap tampil mengejutkan dan bersaing di papan atas Liga 1 musim ini. Sebuah pesan jelas dikirimkan: PSIM tak ingin sekadar hadir—mereka ingin jadi pembeda.

Menjelang Liga 1 2025/2026, PSIM Jogja tidak hanya aktif mendatangkan pemain baru, tetapi juga mempertahankan sejumlah nama penting yang menjadi pilar tim saat menjuarai Liga 2 musim lalu.

Langkah ini menjadi bukti bahwa manajemen Laskar Mataram serius menjaga stabilitas tim sekaligus memperkuat kedalaman skuad untuk menghadapi persaingan yang jauh lebih ketat di kasta tertinggi.

Beberapa pemain yang dipastikan mendapat perpanjangan kontrak di antaranya adalah Rafinha, gelandang kreatif yang musim lalu tampil konsisten, serta Yusaku Yamadera, bek tangguh asal Jepang yang menjadi salah satu tembok kokoh di lini belakang.

Selain itu, nama-nama seperti Rio Hardiawan, Savio Sheva, dan Rendra Teddy Wijanarko juga resmi diperpanjang masa baktinya bersama klub asal Kota Gudeg ini.

PSIM juga memperpanjang masa pinjaman Harlan Suardi, kiper muda potensial dari PSM Makassar yang akan bersaing di bawah mistar gawang.

Dua nama lain yang dipastikan bertahan adalah Ghulam Fatkur dan Khairul Fikri Ma’arif, yang siap melanjutkan kiprahnya di tim utama.

Namun di sisi lain, beberapa nama yang ikut andil membawa PSIM promosi harus dilepas. Sunni Hizbullah, bek yang juga menjadi kapten tim, resmi berpamitan.

Ia telah mengunggah ucapan perpisahan di akun Instagram pribadinya dan menyebutkan bahwa ia akan mencari tantangan baru.

Sunni menjadi satu dari tujuh pemain yang dilepas klub, bersama Arya Gerryan (sekarang ke Persela Lamongan), Samuel Simanjuntak (bergabung ke Semen Padang), Omid Popalzay, Yudha Alkanza, Irvan Mofu, dan Roken Tampubolon.

Pergerakan PSIM di bursa transfer menunjukkan keseimbangan antara regenerasi dan kontinuitas. Dengan kombinasi pemain lama yang solid dan tambahan amunisi anyar, PSIM Jogja siap menjawab tantangan di Liga 1 musim ini dengan mental juara yang sudah mereka buktikan di Liga 2.

15-PSM MAKASSAR

PSM Makassar Serius Tatap Liga 1 2025/2026, Tambah Amunisi Baru
PSM Makassar menunjukkan keseriusannya dalam menyongsong Liga 1 2025/2026.

Tim berjuluk Juku Eja ini mulai bergerak aktif di bursa transfer dengan merekrut sejumlah pemain berkualitas dan potensial untuk memperkuat kedalaman skuad.

Beberapa nama anyar resmi bergabung, seperti Rifki Dwi Septiawan yang didatangkan dengan status pinjaman dari Persita Tangerang, serta Reski Fandi, eks pemain Persija Jakarta.

PSM juga menambah kekuatan dari lini belakang lewat perekrutan Muhammad Tedja Kusuma, bek muda dari Persikota Tangerang.

Untuk lini serang, PSM mendatangkan Alex Tanque, striker asal Brasil yang sebelumnya memperkuat Marsaxlokk FC di Liga Malta.

Selain itu, sektor sayap dipercayakan kepada Lucas Dias, winger eksplosif asal Brasil yang datang dari klub Thailand, Uthai Thani FC.

Di sisi lain, sejumlah pemain utama juga mendapat perpanjangan kontrak. Nama-nama seperti Hilmansyah, Aloisio Soares, dan Victor Luiz tetap menjadi bagian dari tim.

Pelatih kepala Bernardo Tavares pun dipastikan bertahan untuk meneruskan proyek jangka panjangnya bersama klub kebanggaan masyarakat Makassar ini.

Namun, tak semua wajah lama bertahan. PSM melepas beberapa pemain, termasuk Latyr Fall, serta Albertine Joao Pereira alias Balloteli yang kini bergabung dengan Madura United.

Sementara Nermin Haljeta resmi merapat ke PSIM Jogja, dan Matheus Silva juga meninggalkan tim.

Dengan komposisi skuad yang terus diperkuat dan dipoles oleh tangan dingin Bernardo Tavares, PSM Makassar tampaknya tidak main-main membidik posisi puncak Liga 1 musim ini.

16-MADURA UNITED

Madura United tampil sangat aktif di bursa transfer jelang bergulirnya Liga 1 2025/2026.

Klub asal Pulau Garam ini menatap musim baru dengan penuh ambisi, terutama setelah kegagalan mereka menembus papan atas musim lalu.

Manajemen Madura United bergerak cepat membangun kekuatan baru.

Sejumlah pemain potensial dan berpengalaman didatangkan untuk memperkuat setiap lini.

Nama-nama seperti Ahmad Nufiandani dari Dewa United dan Mochammad Diky dari Semen Padang jadi rekrutan awal yang menarik perhatian.

Tak hanya itu, mereka juga memboyong pemain muda berbakat seperti Rendy Razzaqu yang sebelumnya memperkuat Timnas U-17 Indonesia, serta Satrio Azhar dari Persiku Kudus.

Madura United juga memperkaya lini tengah dengan kedatangan Paulo Sitanggang dari PSS Sleman dan Fransiskus Sandro dari Persis Solo.

Di sektor penyerangan, Aji Kusuma dari Persita Tangerang dan Albertine Joao Pereira alias Balloteli dari PSM Makassar dipastikan menambah daya dobrak Laskar Sape Kerrab.

Tak ketinggalan, Valeriy Gryshyn, winger asal Ukraina yang sebelumnya bermain di Fortis FC Bangladesh, serta bek tangguh Roger Bonet Badia dari PSIS Semarang juga resmi berkostum Madura United.

Dengan materi pemain yang makin lengkap dan seimbang, Madura United menunjukkan bahwa mereka tidak ingin hanya menjadi pelengkap di Liga 1 musim ini.

Klub ini siap tampil kompetitif dan menargetkan posisi terbaik di klasemen akhir.

Madura United tidak hanya sibuk mendatangkan pemain baru, tetapi juga sigap mempertahankan pemain-pemain kunci yang menjadi tulang punggung tim di musim lalu.

Keseriusan klub dalam menyambut Liga 1 2025/2026 terlihat dari sederet kontrak yang diperpanjang, termasuk posisi penting di kursi pelatih.

Angel Alfredo Vera tetap dipercaya untuk melanjutkan proyek jangka panjang sebagai pelatih kepala.

Kepercayaan ini jadi sinyal bahwa manajemen masih yakin dengan filosofi permainan yang ia bawa, terlebih setelah mampu menstabilkan performa Madura United musim lalu.

Di sektor pemain, nama-nama seperti Pedro Monteiro, Iran Junior, dan Jordy Wehrmann masih jadi pilihan utama untuk mengawal lini tengah dan pertahanan.

Sementara itu, Lulinha, penyerang flamboyan asal Brasil, juga tetap bertahan, menjadi harapan besar di lini serang Madura United musim ini.

Komposisi pemain lokal pun tak kalah penting. Bek muda berbakat Kartika Vedhayanto, Ahmad Rusadi, dan Nurdiansyah tetap dipertahankan untuk menjaga kedalaman lini belakang.

Di lini tengah, nama-nama seperti Yuda Editya Pratama, M. Riski Afrisal, M. Taufany, dan Kemaludin juga masih jadi andalan pelatih Vera.

Untuk lini depan dan sayap, Feby Ramzy dan Make Aldo kembali masuk skuad utama.

Sementara posisi penjaga gawang diperkuat oleh trio Miswar Saputra, Ilham Syah, dan Adhitya Harlan, yang semuanya mendapat kepercayaan untuk tetap bertahan.

Dengan materi pemain yang sudah solid dan diperkuat sejumlah rekrutan baru, Madura United siap tempur di Liga 1 musim ini.

Target mereka bukan hanya bertahan di papan tengah, tapi menantang dominasi Persib dan Dewa United yang kini jadi kekuatan utama di liga.

Menatap kompetisi Liga 1 2025/2026, Madura United tak hanya memperkuat tim lewat perekrutan pemain baru, namun juga melakukan perombakan dengan melepas sejumlah nama besar.

Langkah ini menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh usai musim lalu klub gagal menembus papan atas.

Salah satu nama yang cukup mencuri perhatian adalah Haudi Abdillah, bek senior yang dikenal tangguh dan berpengalaman di kancah sepak bola nasional.

Ia menjadi salah satu dari belasan pemain yang tidak diperpanjang kontraknya.

Selain Haudi, pemain seperti Sanjaya Ibrahim, Andy Irfan, dan Sandi Samosir juga masuk dalam daftar pemain yang dilepas.

Di lini depan, Madura United melakukan perubahan signifikan. Youssef Ezzejari, Brayan Angulo, dan Miljan Skrbic, tiga nama asing yang sempat menjadi tumpuan serangan, dipastikan tidak lagi menjadi bagian dari skuad. Keputusan ini menandai adanya rencana pembaruan di sektor penyerangan.

Nama-nama muda seperti Sagara Putra, Arsa Ahmad, dan Fawaid Ansory juga turut dilepas.

Sementara itu, Febriyanto Tri Yanto dan Nuri Agus, kiper asal Karanganyar, resmi berpisah dari tim.

Yang menarik, Koko Ari Araya, fullback energik yang tampil cukup stabil musim lalu, sudah bergabung dengan Persebaya Surabaya untuk musim baru nanti.

Dengan kepergian pemain-pemain ini, Madura United tampak siap membuka lembaran baru.

Klub asal Pulau Garam itu menyiapkan fondasi skuad yang lebih segar dan kompetitif, seiring target besar mereka untuk tampil konsisten di papan atas Liga 1 2025/2026.

17-MALUT UNITED

Malut United tidak main-main menyambut kompetisi Liga 1 musim
2025/2026.

Klub asal Maluku Utara ini menatap musim baru dengan tekad dan strategi besar, salah satunya dengan melakukan perombakan menyeluruh pada struktur tim, baik dari sisi manajemen maupun pemain.

Langkah mengejutkan datang dari kursi pelatih dan direktur teknik.

Imran Nahumarury resmi tidak lagi menjabat sebagai pelatih kepala, begitu pula Yeyen Tumena yang meninggalkan posisinya sebagai direktur teknik.

Kepergian dua sosok penting ini menandai awal dari restrukturisasi besar di tubuh klub.

Tidak hanya dari staf kepelatihan, Malut United juga melepas banyak pemain dalam bursa transfer kali ini. Beberapa nama yang hengkang antara lain Diego Martinez, Muhammad Fahri, Aldhila Ray Redond, Rifky Tofani, Muhammad Rio Saputro, hingga Bagus Nirwanto.

Wahyu Prast diketahui telah resmi bergabung dengan Dewa United.

Nama-nama lainnya yang juga dilepas termasuk Irsan Lestaluhu, Firman Ramadhan, Saddam Hi Tenang, Achmad Baasith, Premoedya Putra, Ichlasul Qadri, Adriano Castanheira, Jonathan Bustos, Darel Valentino, Aaron Yekti, Yandi Sofyan, Junior Brandão, Hari Nur Yulianto, Ilham Udin Armaiyn, dan Sony Norde.

Gelombang kepergian ini memberi sinyal bahwa Malut United tengah menyusun ulang skuad dengan pemain-pemain baru yang dinilai lebih sesuai dengan visi klub ke depan.

Meski daftar pemain masuk belum diumumkan secara resmi, klub ini tampak serius membangun fondasi baru untuk tampil lebih kompetitif di Liga 1 musim mendatang.

18-SEMEN PADANG

Musim lalu menjadi pengingat pahit bagi Semen Padang FC. Tim kebanggaan Ranah Minang itu nyaris terdegradasi dan harus berjibaku di papan bawah hingga pekan-pekan terakhir.

Namun, menjelang Liga 1 2025/2026 yang akan dimulai Agustus nanti, Kabau Sirah tampak tak ingin mengulang kisah kelam tersebut.

Mereka memanfaatkan bursa transfer dengan maksimal dan mempersiapkan diri sebaik mungkin.

Langkah pertama yang diambil manajemen adalah mempertahankan fondasi tim. Pelatih kepala Eduardo Almeida tetap diberi kepercayaan untuk menukangi skuad musim ini.

Keputusan ini menjadi bentuk konsistensi sekaligus keyakinan bahwa proyek jangka panjang bersama pelatih asal Portugal itu masih berpeluang sukses.

Semen Padang FC bergerak agresif di bursa transfer Liga 1 2025/2026.
Manajemen Kabau Sirah langsung merombak skuad dengan menghadirkan wajah-wajah segar dari berbagai klub, baik dalam maupun luar negeri.

Perekrutan paling mencolok tentu saja adalah bergabungnya Ronaldo Kwateh, winger muda potensial yang sebelumnya berkarier di Liga Thailand bersama Muangthong United.

Kehadiran pemain yang juga langganan timnas ini diyakini akan menambah kecepatan dan variasi serangan di lini depan Semen Padang.

Selain Kwateh, klub asal Sumatera Barat itu juga mendatangkan Irsyad Maulana, pemain ikonik yang sempat membela klub-klub besar tanah air dan kini kembali ke rumah lamanya.

Irsyad membawa pengalaman dan karakter kuat untuk membangun kembali semangat juang tim.

Dari sektor pertahanan, Semen Padang menambah kedalaman skuad lewat kehadiran Angelo Meneses (eks Dewa United), Samuel Christianson Simanjuntak (eks PSIM Jogja), dan Herwin Tri Saputra (eks PSBS Biak).

Sementara itu, lini tengah mendapat suntikan tenaga baru dari Pedro Matos (eks Sanjoanense, kasta ketiga Liga Portugal), serta Rui Ramba, gelandang yang sebelumnya memperkuat FC Felgueiras 1932, klub Portugal lainnya.

Nama-nama lokal seperti Ripal Wahyudi (eks Persis Solo), Ambrizal Umanailo (eks Persita Tangerang), Armando Oropa (eks PSBS Biak), Hamdi Sula (eks Persekat Tegal), Febrian Tri Yanto (eks Madura United), dan Ferdiansyah (eks Persib Bandung) juga resmi diperkenalkan sebagai bagian dari proyek kebangkitan Semen Padang musim ini.

Dengan komposisi baru yang lebih merata, perpaduan pemain muda, lokal berpengalaman, dan legiun asing yang potensial, Semen Padang menunjukkan bahwa mereka tidak sekadar ingin bertahan di Liga 1, tapi juga siap bersaing lebih kompetitif di papan klasemen.

Di lain siso, meski sempat berkutat di papan bawah dan nyaris terdegradasi pada musim lalu, manajemen Semen Padang FC justru mengambil langkah yang cukup berbeda menjelang Liga 1 2025/2026.

Alih-alih melakukan cuci gudang besar-besaran seperti kebanyakan tim yang gagal, klub asal Sumatera Barat ini justru mempertahankan sebagian besar skuad lamanya.

Keputusan ini terbilang menarik. Di saat banyak klub lain memilih membongkar total skuad demi hasil instan, Semen Padang menunjukkan kepercayaan pada fondasi yang sudah dibangun bersama pelatih Eduardo Almeida.

Pelatih asal Portugal itu tetap dipercaya menakhodai tim di musim baru, menjadi sinyal bahwa manajemen melihat potensi yang belum sepenuhnya tereksplorasi dari skuad sebelumnya.

Bukan hanya pelatih, sejumlah pilar utama musim lalu juga mendapat perpanjangan kontrak. Nama-nama seperti Cornelius Stewart, striker andalan asal Saint Vincent, dan gelandang kreatif asal Portugal, Filipe Chaby, tetap menjadi bagian penting dari lini serang Kabau Sirah.

Di sektor pertahanan, nama-nama seperti Teguh Amiruddin, Dodi Djin, dan Arthur Augusto juga bertahan.

Pemain muda potensial seperti Zidane Afandi, Ikram Algiffari, dan Firman Juliansyah tetap diberi ruang berkembang, memperlihatkan komitmen klub terhadap regenerasi.

Di lini tengah, Dimas Roni Saputra, Muhamad Ridwan, dan Rosad Setiawan juga kembali memperkuat tim. Nama-nama seperti Ricki Ariansah dan Bruno Gomes turut masuk daftar pemain yang dipertahankan.

Sejauh ini, hanya dua pemain yang dipastikan hengkang. Mochammad Diky memutuskan bergabung dengan Madura United, sementara winger lincah Irkham Mila kini berseragam Persik Kediri.

Dengan minimnya pemain yang keluar, dapat dikatakan Semen Padang melakukan perombakan yang cermat dan terukur, bukan drastis dan sembrono.

Keputusan mempertahankan mayoritas skuad ini tentu menjadi taruhan tersendiri. Tapi bagi Eduardo Almeida, kesinambungan tim bisa menjadi senjata rahasia.

Dengan tambahan pemain-pemain baru seperti Ronaldo Kwateh dan Irsyad Maulana, Semen Padang kini memiliki keseimbangan antara pemain lama yang sudah paham sistem dengan energi baru dari wajah-wajah segar.

Musim ini akan menjadi pembuktian: apakah kepercayaan manajemen kepada skuad lama bisa berbuah manis, atau justru menjadi pelajaran lanjutan dalam membangun tim yang benar-benar kompetitif di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. (nik)

 

 

Editor : Niko auglandy
#psim jogja #persis solo #liga 1