RADARSOLO.COM - Baru sepuluh-sebelas hari Laskar Sambernyawa panaskan mesinnya. Belum genap dua pekan, Peter de Roo tak ragu membuka kerangka permainan.
Uji coba melawan Kendal Tornado FC jadi gambaran awal arah permainan Persis Solo di bawah komando baru.
Intensitas mulai terlihat, tapi peer menumpuk.
Dalam pertandingan uji coba, pelatih berkebangsaan Belanda itu tak menyorot skor.
Meski menang 2-0, eks pelatih Balestier Khalsa itu tertarik membahas cara bermain dan respons pemain terhadap pendekatan barunya.
"Sejujurnya, ini adalah pertandingan pertama kami setelah sepuluh atau sebelas hari latihan. Ini adalah pertama kalinya sebelum pertandingan saya berbicara tentang rencana kami dan bagaimana saya ingin bermain. Dan saya pikir intensitasnya sudah ada, namun jelas itu akan membutuhkan sedikit waktu," ucap Peter kepada awak media usai pertandingan di Stadion UNS, Sabtu (12/7) malam.
Kesalahan demi kesalahan pun tak terelakan.
Alih-alih meratapinya, Peter menegaskan para pemain untuk belajar dari kesalahan.
Inilah progres untuk perkembangan bond kebanggaan wong Solo ke depannya.
"Kalian bisa lihat, saya pikir intensitas ada tapi masih banyak ruang untuk perbaikan. Kalian tahu ada banyak hal yang tidak perlu yang terjadi," lanjutnya.
Dua pekan menukangi Laskar Sambernyawa, Peter menekankan butuhnya adaptasi pemain dengan gaya pelatih baru.
Pelatih asal Belanda itu mewajari, namun dia tidak ingin itu menjadi alasan bagi pemainnya.
"Kami memiliki beberapa pemain baru hari ini. Tiga pemain asing datang. Secara fisik saya tidak bisa mengeluh, secara taktik jelas para pemain harus menyesuaikan diri dengan pelatih baru yang bermain dengan cara yang berbeda dan itu akan membutuhkan sedikit waktu," tuturnya.
"Tapi jangan jadikan itu sebagai alasan. Ini adalah sebuah proses, lihatlah ini sebagai sesuatu yang baik untuk malam ini," lanjutnya. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy