RADARSOLO.COM - SSB Begajah Sukoharjo berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan menyabet gelar juara dalam turnamen fun game kelompok usia kelahiran 2013 (U-12) yang digelar di Lapangan Cawas, Klaten, pada Minggu (13/7/2025).
Turnamen ini diikuti oleh delapan SSB dari berbagai daerah.
Perjalanan SSB Begajah, yang juga dikenal dengan nama PSG Begajah, terbilang impresif sejak fase penyisihan grup.
Tergabung di Grup B, mereka sukses menyapu bersih tiga laga dengan kemenangan.
Di laga pertama, PSG Begajah mengalahkan Putra Matador dengan skor telak 3-0. Laga kedua melawan Forsgi Klaten juga dimenangkan dengan skor tipis 1-0.
Sementara di pertandingan ketiga, Sapto Argo Klaten takluk dengan skor 2-0. Tiga kemenangan ini memastikan PSG Begajah lolos ke babak semifinal sebagai juara grup B.
Baca Juga: SSB PSG Begajah Sukoharjo Jadi Runner-Up Piala Dispora Kabupaten Sukoharjo
Pada fase semifinal, PSG Begajah menghadapi Persigapon Sukoharjo dan kembali menunjukkan dominasi dengan kemenangan tipis 1-0.
Di laga semifinal lainnya, Forsgi Klaten sukses mengalahkan Arseta Wonogiri dengan skor 3-0.
Hasil ini mempertemukan PSG Begajah dan Forsgi Klaten di partai puncak.
Laga final berlangsung ketat dan dramatis. Kedua tim bermain imbang 2-2 di waktu normal.
Laga dilanjutkan ke babak adu penalti yang dimenangkan PSG Begajah dengan skor 4-3, memastikan gelar juara mereka.
Baca Juga: SSB Begajah Sukoharjo Juara Trofeo Piala Haornas
Sementara itu, Persigapon Sukoharjo dan Arseta Wonogiri dinyatakan sebagai juara tiga bersama.
“Saya bangga atas perjuangan anak-anak SSB Begajah tadi. Anak-anak bermain bagus dan percaya diri, dan mereka mendengarkan serta menyimak arahan saya sebagai coach-nya,” ujar pelatih SSB Begajah seusai pertandingan.
Turnamen ini menjadi motivasi tambahan bagi para pemain muda PSG Begajah untuk semakin serius dalam menekuni dunia sepak bola.
“Saya selalu berpesan, jika ingin jadi pemain yang baik dan berprestasi maka kalian harus taat ibadah, disiplin, rajin dalam latihan dan jangan sombong kalau sudah jadi pemain terkenal,” tambah sang pelatih yang sempat jadi striker Persis Solo di era 1990an, dan ikut membawa Laskar Sambernyawa jadi juara Divisi II 1994 tersebut. (nik)
Editor : Niko auglandy