RADARSOLO.COM - Derby Mataram segera terjadi. Sebelum kompetisi Super League (nama baru Liga 1) resmi digelar, Persis Solo dan PSIM Jogja akan jalani pemanasan, dalam label laga persahabatan.
Laga uji coba kedua tim akan digelar di Jogja, dalam waktu dekat.
Duel ini menjadi pemanasan menjelang Super League 2025/226, sekaligus jadi ajang mengukur kekuatan masing-masing tim.
Di lain sisi, usai membekuk klub Liga 2, Kendal Tornado FC 2-0 dalam uji coba perdana, Sabtu kemarin (12/7/2025), anak asuh Peter de Roo akan menghadapi tantangan lainnya.
Lawan uji coba kedepannya adalah sesama kontestan kasta tertinggi. Dan PSIM masih catatan untuk dicoba.
Head Coach Persis Solo Peter de Roo mengaku sudah menyaksikan dan memantau permainan PSIM Jogja lewat analisis video.
Harapannya, Sho Yamamoto dan kawan-kawan dapat meningkatkan kemampuannya pada uji tanding berikutnya.
"Saya melihat mereka (PSIM) untuk pertama kali, dan saya sudah meninjau melalui video. Tentunya, saya berekspektasi mereka akan meningkatkan kemampuan mereka ke level yang lebih tinggi dan terus menjadi lebih baik. Itulah harapan saya," ucapnya.
Baca Juga: Uji Coba Lawan Persis Solo, Stefan Keeltjes Lihat Tekad Pemain
Pelatih berkebangsaan Belanda itu juga membocorkan bahwa Persis Solo akan melakoni pemusatan latihan (TC) di Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) dalam waktu dekat. Memaksimalkan sisa waktu sebelum kickoff kompetisi, 9 Agustus mendatang.
"Keuntungannya adalah, di dalam training camp, kami bersama selama 24 jam penuh, jadi kita harus memanfaatkan setiap momen itu dengan sangat bijak," lanjutnya.
Sementara itu, dalam uji coba sebelumnya Peter masih mengantongi banyak peer untuk anak asuhnya. Kesalahan demi kesalahan pun tak terelakan.
Alih-alih meratapinya, Peter menegaskan para pemain untuk belajar dari kesalahan.
Inilah progres untuk perkembangan bond kebanggaan wong Solo ke depannya.
"Kalian bisa lihat, saya pikir intensitas ada tapi masih banyak ruang untuk perbaikan. Kalian tahu ada banyak lubang dan hal seperti itu yang tidak perlu yang terjadi," lanjutnya.
Dua pekan menukangi Laskar Sambernyawa, Peter menekankan butuhnya adaptasi pemain dengan gaya pelatih baru. Pelatih asal Belanda itu mewajari, namun dia tidak ingin itu menjadi alasan bagi pemainnya.
"Kami memiliki beberapa pemain baru hari ini. Tiga pemain asing datang. Secara fisik saya tidak bisa mengeluh, secara taktik jelas para pemain harus menyesuaikan diri dengan pelatih baru yang bermain dengan cara yang berbeda dan itu akan membutuhkan sedikit waktu," tuturnya.
"Tapi jangan jadikan itu sebagai alasan. Ini adalah sebuah proses, lihatlah ini sebagai sesuatu yang baik untuk malam ini," lanjutnya. (nis/nik)