RADARSOLO.COM – Untuk kali pertama, Laskar Sambernyawa -sebutan Persis Solo- tumbang di pertandingan uji coba pramusim. Tapi, ada hal yang disyukuri Peter de Roo setelah anak asuhnya dibekuk 1-2 oleh Bali United di Stadion UNS, Minggu (3/8) sore.
Kekalahan ini menjadi pengingat bahwa penguasaan bola tak menjamin kemenangan.
Sore itu, Sho Yamamoto dan kawan-kawan harus mengakui keunggulan anak asuh Johnny Jansen.
Setelah kebobolan dua gol, bond kebanggaan wong Solo hanya bisa menipiskan jarak lewat gol dari Kodai Tanaka di babak kedua.
Alih-alih meratapi kekalahan, Head Coach Persis Solo Peter de Roo menemukan pembelajaran bagi pemainnya sebelum kickoff Super League 2025/2026 yang akan dimulai 8 Agustus ini.
Menurut juru taktik asal Belanda itu, kekalahan ini membuka mata skuad mengenai pentingnya disiplin bertahan dan cermat di fase transisi.
"Tentu saja ada evaluasi, itu adalah hal pertama yang kami lakukan setelah pertandingan. Saya pikir ini adalah pertandingan yang sangat baik bagi kami, karena kami belum pernah kalah. Secara umum telah mendominasi permainan dengan menguasai bola tanpa benar-benar terekspos dalam serangan balik," ucap Peter kepada awak media usai pertandingan.
Ini merupakan pertandingan uji coba ke-5 Laskar Sambernyawa di masa pra-season. Sebelumnya, mereka selalu memetik kemenangan. Diawali keunggulan atas klub Liga 2 Kendal Tornado FC 2-0.
Berlanjut kemenangan atas PSIM Jogja (1-0), Malut United (2-1), dan klub Liga 4 UNSA FC (6-0).
"Bagus untuk para pemain untuk melihat bahwa jika terlalu sering kehilangan bola dengan mudah atau pertahanan tidak terorganisir dengan baik, tim seperti Bali akan menghukum dalam serangan balik," lanjut eks pelatih Balestier Khalsa FC itu.
Di pandangan Peter, Persis masih bisa mengontrol situasi meski Bali mencetak gol lebih dulu di babak pertama. Tapi sayang, sejumlah keputusan-keputusan ceroboh di final third membuat momentum permainan Persis menurun.
"Kami mendominasi bola dan kami hanya sekali atau dua kali mendapat masalah ketika kami kehilangan bola. Namun di babak kedua kami malah lebih buruk, mudah kehilangan bola. Ada keputusan ceroboh juga di sepertiga akhir," lanjut Peter. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy