RADARSOLO.COM - Pelatih Persis Solo Peter de Roo tak henti-hentinya memelototi kekurangan skuad Laskar Sambernyawa -sebutan Persis Solo-. Sebelum kickoff Super League 2025/2026 (nama baru Liga 1) dimulai, celah tersebut harus segera ditambal. Salah satu sorotan utama Peter adalah menurunnya intensitas pressing tim.
Celah tersebut tampak saat Laskar Sambernyawa dikalahkan Bali United 1-2 pada pertandingan uji coba, beberapa waktu lalu.
Pelatih berkebangsaan Belanda itu melihat, faktor kelelahan membuat permainan skuad besutannya kehilangan kendali.
"Seperti yang kalian lihat bahwa tingkat pressing kami sedikit turun karena kelelahan. Itulah alasan mengapa pemain perlu tetap memegang kendali permainan," ucap eks pelatih Balestier Khalsa FC itu di tayangan resmi Persis.
Menurut Peter, salah satunya cara untuk ‘mengambil nafas’ dalam pertandingan di atas lapangan adalah dengan menjaga ball possession. Namun, di laga uji coba terakhir, Persis justru terlalu mudah kehilangan bola.
"Kami terlalu sering kehilangan bola. Sehingga membuat kita benar-benar berlari secara lebih," sebutnya.
Di samping itu, Peter berharap anak asuhnya segera kembali ke kondisi pulih setelah lawan Bali United. Cukup maklum, laga perdana sedang menanti Sho Yamamoto dan kawan-kawan.
Mereka dijadwalkan melawat ke markas Madura United di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, 9 Agustus mendatang.
"Saya berharap semua orang pulih dengan baik setelah permainan ini (lawan Bali). Tantangan waktu tempuh menanti kami. Jadi saya berharap kita semua pulih dengan baik," ucap Peter.
Sisa waktu sebelum kickoff dimaksimalkan Peter de Roo untuk mempelototi kekurangan anak asuhnya. Mencatat dan memperbaiki segala evaluasi di atas lapangan.
"Namun melihat secara keseluruhan, saya pikir kami memiliki pramusim yang sangat baik. Ada beberapa kemajuan. Tapi kami memamg belum di level teratas, akan selalu ada ruang untuk perbaikan," pungkasnya. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy