RADARSOLO.COM – Duka kembali menyelimuti dunia sepak bola Palestina. Suleiman Ahmed Zaid Al Obaid, mantan kapten Timnas Palestina, dikonfirmasi tewas akibat serangan Israel, Kamis (7/8/2025).
Obaid tewas saat sedang mengantre bantuan kemanusiaan di Gaza selatan.
Tragedi pilu ini mengakhiri hidup seorang pemain yang dikenal karena dedikasi dan bakatnya di lapangan.
Menurut pernyataan resmi dari Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA), serangan tersebut secara langsung menargetkan warga sipil.
"Suleiman Obaid, mantan pemain tim nasional Palestina, tewas dalam serangan Israel yang menargetkan warga sipil yang menunggu bantuan kemanusiaan di Gaza selatan," demikian bunyi pernyataan resmi dari PFA.
Kematian Suleiman Obaid menjadikannya pemain Timnas Palestina ketiga yang tewas akibat serangan Israel.
Sebelumnya, Mouyin Al-Maghribi dan Mohammed Barakat juga menjadi korban pada Januari dan Maret 2025.
Selain itu, Al Obaid juga merupakan anggota ke-662 dalam daftar komunitas olahraga di Gaza yang tewas akibat sejak awal konflik.
Dari Timnas Hingga Sepatu Emas
Suleiman Al Obaid, yang dikenal sebagai penyerang dan pemain sayap yang andal, mulai dikenal luas di awal tahun 2000-an.
Ia membela Timnas Palestina dari tahun 2007 hingga 2013, mencatatkan 2 gol dari 24 pertandingan internasional.
Pemain sepak bola yang meninggal di usia 41 tahun itu mencetak gol internasional pertamanya untuk Palestina saat melawan Yaman pada Kejuaraan Federasi Sepak Bola Asia Barat 2010.
Selain itu, Obaid juga pernah membobol gawang Timnas Indonesia dalam laga uji coba tahun 2011 di Stadion Manahan, Solo.
Meski demikian, pertandingan itu berakhir dengan kemenangan 4-1 untuk Indonesia. Saat itu, Timnas Indonesia kantongi gol dariHariono, Cristian Gonzales, dan Bambang Pamungkas.
Selama kariernya, Obaid berhasil mencetak lebih dari 100 gol, menjadikannya salah satu bintang sepak bola Palestina yang paling bersinar.
Ia juga menjadi bagian penting dari tim nasional dalam kualifikasi Piala Challenge Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) 2012 dan pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2014.
Selain bermain untuk timnas, Obaid juga pernah bergabung di sejumlah klub.
Di antaranya di Khadamat Al-Shatea, Maraz Shabab Al-Am'ari, dan Gaza Sport.
Salah satu pencapaian terbesarnya adalah saat ia berhasil meraih penghargaan Sepatu Emas Liga Premier Jalur Gaza selama tiga musim berturut-turut, yaitu pada tahun 2016, 2017, dan 2018.
Kepergian Suleiman Al-Obaid menjadi pukulan berat bagi sepak bola Palestina dan menambah kesedihan yang mendalam bagi para penggemar di seluruh dunia. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria