RADARSOLO.COM - Persis Solo resmi mengumumkan pemain asing kedelapan mereka untuk Super League musim ini. Pengumuman dilakukan tepat pukul 19.23 WIB, Senin malam (11/8/2025).
Pemain yang dimaksud adalah Gervane Kastaneer, pesepakbola kelahiran Rotterdam, Belanda, yang berkewarganegaraan Curacao.
Dengan tinggi badan 1,89 meter, Kastaneer memiliki fleksibilitas bermain sebagai striker maupun winger.
Kariernya terbilang mentereng. Ia pernah membela sejumlah klub besar di Eropa, mulai dari Liga Belanda hingga Jerman.
Alumnus Akademi FC Feyenoord
Kastaneer memulai perjalanan sepak bolanya di akademi raksasa FC Feyenoord pada 2007.
Potensinya kemudian dilirik oleh Dordrecht Youth, tempat ia bermain dari 2007 hingga 2013.
Pada 2013, ia dipromosikan ke tim senior FC Dordrecht di Keuken Kampioen Divisie (kasta kedua Liga Belanda) dan mencatat tiga penampilan.
Potensinya Dilirik ADO Den Haag
Masih di tahun yang sama, ADO Den Haag memboyongnya. Awalnya ia bermain untuk tim U-19, sebelum mendapat kesempatan tampil di Eredivisie—kompetisi tertinggi sepak bola Belanda.
Pada musim 2014/2015, Kastaneer tampil delapan kali di Eredivisie dan mencetak satu gol.
Musim berikutnya, ia bermain lima kali. Bersama ADO Den Haag U-21, ia total mencatat 16 penampilan dengan torehan tujuh gol dan dua assist.
Sementara di tim senior ADO Den Haag, ia mengoleksi 30 penampilan dengan tujuh gol dan dua assist, baik di Liga Belanda maupun Piala Belanda.
Hijrah ke Liga Jerman dan Gabung 1. FC Kaiserslautern
Usai membela ADO Den Haag, Kastaneer menyeberang ke Liga Jerman. Ia direkrut 1. FC Kaiserslautern yang bermain di 2.
Bundesliga pada musim 2017/2018. Di kasta kedua Liga Jerman itu, ia tampil 10 kali tanpa mencetak gol.
Di ajang DFB-Pokal, ia bermain satu kali selama 45 menit, sedangkan di kompetisi OL RP/Saar, ia juga dimainkan namun tidak menyumbang gol.
Balik Kucing ke Liga Belanda lalu ke Liga Inggris
Hanya semusim di Jerman, ia memutuskan kembali ke Belanda. Klub NAC Breda yang bermain di Eredivisie tertarik merekrutnya untuk musim 2018/2019.
Di liga tersebut, ia tampil 21 kali dan mencetak dua gol serta satu assist.
Di KNVB Beker, ia hanya bermain satu kali, sementara di Beloften Preliminary Round, ia mencatat dua penampilan.
Petualangan Kastaneer berlanjut ke Inggris pada musim 2019–2021 bersama Coventry City.
Ia bermain di berbagai kompetisi bergengsi seperti League One, FA Cup, hingga Championship.
Di League One, ia mencatat 10 penampilan dan satu gol. Secara keseluruhan, ia hanya mencetak satu gol dari 18 pertandingan bersama Coventry.
Coba Peruntungan ke Liga Skotlandia hingga Spanyol
Pada musim 2021, Kastaneer hijrah ke Liga Skotlandia untuk membela Heart of Midlothian F.C.
Ia bermain delapan kali tanpa mencetak gol, tetapi mampu menyumbang dua assist di ajang Championship maupun SFA Cup.
Musim berikutnya, ia kembali ke Belanda bersama PEC Zwolle.
Di Eredivisie 2021/2022, ia tampil 31 kali dan mencetak dua gol.
Saat PEC Zwolle turun ke Keuken Kampioen Divisie musim 2022/2023, ia bermain 23 kali dengan torehan satu gol dan satu assist.
Kontraknya tak diperpanjang, dan ia kemudian hijrah ke Spanyol bergabung dengan Castellón di Primera Federación–Grup II. Ia mencatat 15 penampilan dan dua gol di liga, serta dua assist di Piala Raja 2023/2024.
Putuskan Gabung klub Liga Indonesia
Langkah mengejutkan diambil Kastaneer pada musim 2024/2025 dengan pindah ke Indonesia.
Ia direkrut Persib Bandung dan ikut mengantarkan Maung Bandung juara Liga 1. Di Persib, ia bermain 14 kali dengan catatan satu gol dan satu assist—angka yang masih di bawah ekspektasi.
Kini, Kastaneer resmi menjadi bagian dari Persis Solo. Publik Laskar Sambernyawa berharap ia mampu memberi kontribusi maksimal, entah lewat gol maupun assist.
Sepanjang kariernya, Kastaneer memang belum pernah mencetak gol hingga dua digit dalam semusim, namun kemampuannya sebagai pengatur serangan dan pemberi umpan manis diharapkan bisa menjadi senjata baru Persis di Super League 2025/2026.
Sempat Berseragam Timnas Belanda dan Curacao
Di level internasional, Kastaneer juga memiliki rekam jejak yang menarik. Ia sempat memperkuat Timnas Belanda di berbagai kelompok umur.
Tahun 2015, ia membela Belanda U-19 (2 kali tampil) dan U-20 (11 kali tampil, 2 gol).
Setahun kemudian, ia bermain untuk Belanda U-21 dengan catatan empat penampilan.
Pada 2018, ia memutuskan membela Timnas Curacao. Hingga kini, ia sudah mengoleksi 22 caps dengan torehan sembilan gol.
Kini, Kastaneer resmi menjadi bagian dari Persis Solo. Publik Laskar Sambernyawa berharap ia mampu memberi kontribusi maksimal, entah lewat gol maupun assist.
Sepanjang kariernya, Kastaneer memang belum pernah mencetak gol hingga dua digit dalam semusim, namun kemampuannya sebagai pengatur serangan dan pemberi umpan manis diharapkan bisa menjadi senjata baru Persis di Super League 2025/2026. (nik)
Editor : Niko auglandy